On 11/15/05, enda nasution <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>  Mumpung subject thread-nya masi Web 2.0, ada artikel baru di The Register
> ttg Web Dua Kosong ini:
> http://www.theregister.co.uk/2005/11/11/web_two_point_naught_answers/print.html
>
>  Cuplikan:
>      * Web 2.0 is made entirely of pretentious self serving morons.
>        Max Irwin
>
>      * Web 2.0 is made of ...Magic pixie dust (a.k.a . Tim O'Reilly's
> dandruff)
>        Jeramey Crawford
>
>      * Web 2.0 is the air for the next bubble
>        Paul.Witherow

Saya yakin Web 2.0 ini akan menciptakan next Leader di sektor
ini.Makanya penting  untuk mulai startup/enterepreneurship di bidang
ini.Kalau nanti bangkrut atau gagal ya resiko,tapi ini pengalaman
berharga.

Sekedar bagi pengalaman:

Pertama,
Dulu pra-1998 saya beberapakali diajaki kawans2 untuk bikin Web 1.0
companies (portal seperti Yahoo dsb) VCnya juga sudah ada(local).Saya
nolak karena saya lihat bisnisnya tidak ada terobosan,high cost,narrow
minded dan bingung dapat incomenya dari mana,akhirnya ya bener
bangkrut setelah 2 tahun.

Pelajaran nomor satu: Target startup bukan cari tenar tapi bikin
bisnis yang self-financially sustainable.Nanti jika anda sudah
buktikan anda bisa cover 80% operating cost,VC akan berlomba2 untuk
invest di startup.

Makanya kalau anda perhatikan berapa jumlah dollar  yang di-invest ke
startup.Di Round A pasti yang terkecil,tapi begitu startup bisa
memperlihatkan hasil dari target yang sama2 disetujui pada periode
tertentu,di round selanjutnya (B dan C) jumlah Dollarnya double dari
Round A atau B.


Kedua,
Yang masih heran,kenapa ya aplikasi2 web 2.0 seperti Meebo gitu masih
munculnya dari Valley (yang membuat integrated instant messaging),
harusnya aplikasi three-employees begitu bisa dibuat dimana2,termasuk
Indonesia atau bahkan Kenya.


Carlos

Kirim email ke