>
> Berarti high-tech industry tidak identik dengan high cost,
> juga tidak identik dengan kota metropolitan spt. Jakarta,
> juga tidak identik dengan airport standard internasional,
> juga tidak identik dengan jalan2 layang.
>

Nah, points yang sangat bagus itulah Bang Ary.
Dulu saya juga mengira kalau hitech = bangunan mewah tapi tidak lagi.
Di Valley juga bangunan paling tinggi cuman tiga lantai.

It's 80% about Human Resources Quality.

> Berarti high-tech industry tidak identik dengan high cost,

High cost disini mungkin maksudnya adalah harga tanah per-meter-persegi
yang memang tinggi dimanapun industri hi-tech berkembang.Ini terjadi
karena buying power di lingkungan tanah tersebut tiba-tiba melonjak
sangat tinggi.

Harga land yang sangat tinggi di Silicon Valley juga terjadi di
Bangalore dalam waktu yang sangat cepat.Tapi ini terjadi karena daya
beli/buying power yang tiba-tiba naik sangat tinggi,karena
perusahaan-perushaan Amerika,Eropah,Jepang dan China itu bidding land
price in ANY prices.Yang penting Bangalore,kata mereka.

Menurut teman saya,harga tanah di Bangalore itu double dalam waktu 4
tahun.

Makanya,kalau industri IT di Bandung mulai dilirik investor
asing,Buruan dah beli tanah2 di Bandung/Cimahi ..hehehe..... ;-)

> juga tidak identik dengan kota metropolitan spt. Jakarta,
> juga tidak identik dengan airport standard internasional,
> juga tidak identik dengan jalan2 layang.

Tahu tidak Kenapa Bangalore yang ternyata paling maju di bidang IT.
Ada Beberapa Hal berdasarkan diskusi saya selama ini dengan mereka.

1. Simply because InfoSys ....
Infosys ini persh India yang paling maju dan pioneer dalam hal
outsourcing,jauh sebelum orang berbicara tentang outsourcing mereka
sudah ada dan established.
Waku pertama2 kali persh asing itu mencoba outsourcing model,ya
kebanyakan mereka lari ke InfoSys dan saingan2nya seperti HCL,Wipro yg
bermarkas di Bangalore.

2. Bangalore State(Karnataka),
memberikan banyak kemudahan bagi industri IT di luar yang ingin
membangun R&D atau menanamkan modalnya di state Karnataka,dalam hal tax
dan import/export barang2 IT misalnya.

3. Bangalore berkembang bukan karena faktor pendidikan.
Ini sedikit mengagetkan tapi berdasarkan informasi yang saya
dapat,state Karnataka sebenarnya educationya gak bagus bagus amat.

Top university seperti IIT (yang diklaim Indians lebih susah maksudnya
dibandung ke Stanford) dan punya lokasi dimana2 itu lokasi paling
bagusnya justru berada di Kanpur dan Mumbay yang berada di
Central/North India.


Kesimpulan sedikit, **mungkin** untuk mengembangkan hi-tech sector
IT,kita harus punya satu perushaan lokal yang "can get the job done" in
any levels dan bisa menampung pekerja IT secara masive (bukan tipikal 1
s/d 100 pegawai) dan tentunya kemudahan2 bagi persh asing untuk buka
R&D yang dibuat oleh pemerintah.


Mudah-mudahan waktu SBY datang ke Bangalore 1 bulan yang lalu,hal
seperti ini masuk kedalam pemikiran beliau.

Carlos

Kirim email ke