> > Gue orang yang percaya sama "URUTAN". Bahwa itu harus dimulai dari > > pengembangan manusianya. Di Silicon valley dulu gak ada Google, > > Microsoft, dan lain2 itu. Manusianya yang bikin itu. Dulu gak ada > > infrastruktur bagus disana, manusianya yang bikin. > > You're absolutely right pak cik, > Saya juga sependapat dengan ide ini dan lebih percaya dengan membangun > komunitas software developer adalah hal yg penting. Saya tidak begitu
Tapi kalau kelamaan nunggu "URUTAN" terutama dari faktor luar mah sudah keburu tua dulu.BHTV ada atau tidak ada ; atau nunggu korupsi yang baru bisa hilang 15 tahun seperti kata SBY mah kelamaan.Terus selama itu mau ngapain ? typing wordstar ? Untuk model situasi di Indonesia memang kita harus pakai metoda inkonvensional dan needs to be little bit crazy.Kenapa ? Sederhana, pemth kita secara finansial nyaris bangkrut akibat mismanajemen selama 30 tahun. Makanya langkah SBY untuk mengunjungi Redmond dan Bangalore saja sudah sangat tepat.Plus ditambah orang-orang kayak Pak Budi/Armien yang bisa drive dari belakang. Kalau dari sisi praktisnya,persh inovasi kan Engineering groupnya terdiri dari 40% software engineering,25% software QA,sisanya lagi hardware engineer,TAC Engineer,Escalation Engineer,Technical Writer,Project Manager. Nah untuk posisi2 mid-level SW Engineering-level + QA dan TAC Engineer itu kita masih bisa bersaing koq.Ini tiap hari kita mengalami kerugian karena posisi posisi itu direbut sama India,Pakistan,China,Taiwan.....padahal orang Indonesia mampu (but don't know how). Jadi gak perlu minder,kalau mau terjun langsung ke Valley setelah 2-3 tahun pengalaman kerja di persh lokal di Indonesia bukan hal yang menakjubkan sebenarnya. Kalau gua ceritain gimana ceritanya engineer2 India masukin istri-nya ke persh di Silicon Valley,bakal kaget lho....emang pinter banget tuh mereka memanfaatkan situasi.. :) Carlos
