On 11/22/05, Pakcik <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> pak Budi, ini serius banget, pak Budi harus coba develope product.

hi hi hi. Sudah pernah. Waktu di Canada dulu (tahun 88?) saya
pernah mendirikan sebuah software house yang bergerak di
bidang biomedical. Kami gulung tikar pada tahap requirement,
dan karena ternyata bidang yang kami tekuni terlalu maju
(dan mahal, maklum bidang kesehatan).
PS: produk2 yang kami maksudkan baru muncul sekarang2 ini.
We were ahead of our time.

> Bahwa customization is "a very very bad idea." Ini pasti pengalaman
> yang berarti buat BHTV.

Wah harus disamakan dulu yang dimaksud dengan customization.
Coba kalau kita lihat produk seperti SAP, Oracle, dsb.
Produk ini membutuhkan customization untuk client2nya.
Sekali customization => US$1 juta cing!

> Atau emang BHTV itu pengen diarahkan jad
> seperti ide Stallman?  free software?

Ingat bahwa BHTV itu *TIDAK* harus software :)
Dia bisa biotech, dsb.
Kan yang namanya "teknologi" bukan sekedar software atau
bahkan IT. Saya sering dimarahi orang karena kelihatannya
kok BHTV itu sama dengan IT, padahal tidak harus.
Hanya, masalahnya ... saya hanya mengerti IT.
Itupun hanya subset dari IT.
Makanya harus ada banyak orang yang membantu.

> You see, BHTV semakin gak jelas dan gak
> karuan. Jadi semakin membingungkan, apa itu BHTV.

Nah, makanya
1. baca sejarah tentang Silicon Valley
2. atau ... baca tulisan PDF saya yang tadi saya emailkan
   URLnya

> Bayangkan kalau pak Budi  punya 1000 customer, dan harus customize.

Lagi-lagi kita mungkin bicara hal yang berbeda.
Customization itu tidak harus mengoprek untuk setiap user.
Contoh (to simply things, hanya sekedar contoh lho),
ketika membuat program kita harus mempersiapkan "hooks"
agar software kita bisa digunakan di Uzbekistan, misalnya.
Jangan sampai ketika software mau dipakai di Jerman atau
Uzbekistan ternyata harus rewrite dari scratch karena kata2nya
dihardcoded di dalam software.
(Pengalaman saya mengaudit software, seperti itu.)
Berarti harus memisahkan antara bahasa dengan logika
program.

Contoh lagi. Customization bisa dilakukan dengan membuat
hooks yang memudahkan user melakukan customization.
Ini yang terjadi dengan dynamic web sites / portal / blogs,
dimana user dapat melakukan personalisasi (bukan customization?)
sendiri-sendiri. Namun, ada juga user (misalnya corporate user)
yang tidak punya waktu untuk ngoprek. Nah, ini potensi bisnis.
Misalnya, ada perusahaan yang menggunakan Drupal
(lihat http://drupal.org) sebagai basis dari CMS dan dia minta
konsultan untuk melakukan customization sesuai dengan
kebutuhan mereka.

Contoh lagi. Kira-kira bulan puasa saya dihubungi oleh sebuah
bank yang ingin minta dibuatkan sebuah Linux distribution
yang cocok untuk bank tersebut. Jadi semua clientnya akan
diberikan CD yang berisi Linux yang sudah di-customized
untuk Bank tersebut.

Mudah-mudahan contoh-contoh di atas bisa memberikan gambaran.

> Ini yang gampang aja, berapa document/manual yang harus pak Budi
> siapkan? berapa customer service yang harus pak Budi siapkan? berapa
> engineer yang harus pak Budi siap kan? berapa banyak dan jenis bug
> yang akan muncul? how complicated dagangan pak Budi? Customization
> adalah yang harus dihindarkan sebisa mungkin.

Kalau anda ikuti business model yang ada saat ini, customization
merupakan requirement dari client! Jika program anda tidak dapat
di-customized, maka mereka akan cari yang lain.

> Software itu product yang sangat complicated pak Budi. Kalau mau
> belajar berapa complicatednya software, belajar dari netscape.
> Netscape itu nyerah akhirnya harus nulis from scratch codenya.

Been there, done that. :)
Saya sendiri belum pernah terlibat dalam pengembangan software
kelas raksasa (seperti Oracle dsb.), tapi ikutan2 ngoprek kernel
dan aplikasi Linux, GNU/Hurd, dsb.
Pakai subversion aja saya masih bingung. He he he.
(Pakai valgrind belum pernah euy.)
Nah itu sebabnya saya usul agar kawan2 banyak yang ikut
terlibat di real software (seperti Ariya, MDAMT, Carlos, ...).

Kalau membaca sejarah perusahaan2 sih sering!
banyak buku yang sudah saya lalap.
Sayang sekarang sudah tidak rajin lagi baca Joel On Software.

Jadi, saya mengklaim bahwa saya bukan pakar software eng.
(Meskipun saya mengerti, tapi saya bukan pakarnya.
Harus tahu diri. he he he. Jadi tentu kami2 membutuhkan
bantuan, cerita, pengalaman dari rekan-rekan semua.)


> Bayangkan kalau windows di customize ke tiap user. mau jadi apa
> microsoft.

Inilah yang membuat saya lebih suka Linux :)


> Tantangan develope product itu adalah, bikin supaya gitu fleksibel
> banget, jadi harus bisa predict any needs ke depan. Jadi perubahan
> jangan di software, tapi di customernya. Dan software yang bagus itu,
> harus bisa bikin perubahan di sisi customer seminimal mungkin.

Ini salah besar kalau dilihat dari sisi business model.
Nanti saya cerita rangkuman dari satu buku yang sedang saya
baca, yang intinya adalah  .... sudah tidak masanya lagi value
di-drive dari perusahaan. Sekarang value merupakan hasil dari
"co-creation" antara perusahaan dan user/customer.
Mungkin lain kesempatan saya cerita deh.


> Ini makanya yang saya tanya kemarin. kerjaaan apa dong yang bisa
> dikerjakan BHTV. pak Budi bahkan gak ada kasih contoh yang jelas. so
> what BHTV gitu loh? hanya mimpi? saya jadi meragukan BHTV nih.

Coba deh ke Silicon Valley. Jalan2... aja.
Nanti baru kebayang.

Saya malah memimimpikan adanya biotech di BHTV. :(
[Life sciences di Singapore maju banget euy!]


> Lagian software accounting itu hanya contoh bahwa yang type SDM begitu
> yang kita punya. Kasih ide lain dong, bikin product apa, yang kira2
> apa yang bisa dikerjakan mereka yang bikin software accounting itu.

Nah ... ini dia contoh yang saya maksudkan MAU DISUAPI!
(maaf, saya ambil sebagai contoh ya.)

Ide itu datang bukan dari saya, tapi dari Anda-Anda!

Ide itu harus datang dari mahasiswa yang memiliki ide gila
kemudian dibilang dosennya/pakar: nggak mungkin bisa!
Itu yang paling bagus.
Buktikan bahwa dosen/pakar SALAH BESAR!
(Now, who's laughing all the way to the bank)


> Dulu Tan Malaka ini sangat meng-kritik orang Indonesia tentang gak
> realistis dan rasionalnya. Ternyata puluhan tahun udah berlalu, masih
> begitu.  Mungkin Ram Punjabi generation? sinetron tetap menawarkan
> yang gak realisitis?

Bukan. Mimpi orang Indonesia itu bagus. Kreatif.
Yang salah adalah ... kita cuma mimpi doang, tanpa pernah
mau MEREALISASIKANNYA.
Idea hanya 1%, 99% adalah kerja keras.

Kritik saya terhadap orang Malaysia atau Singapore adalah
mereka tidak kreatif.
Tapi, saya angkat topi yang setinggi-tingginya kepada mereka
karena mereka MEREALISASIKAN apa yang mereka rencanakan.
That, my friend, is the key.

> Pak, tau berapa lama life cycle nya ide di google? Kalau max levchin,
> 6 bulan Pak. Kalau ada ide, di test, dan gagal.  bagusnya ide itu
> dikubur.  Karena ini itu paling 5 persen dari kerjaan, sisanya
> execution. Sudah berapa lama ide BHTV Pak? dan sudah berapa lama ide
> tentang mendatangkan Big Company? Ini kelemahan orang kita, sangat
> lama untuk memastikan suatu ide itu gagal.

He he he. Saya mempelajari business model Internet sejak saya
dikagetkan oleh WWW. Long story ... waktu itu saya dikasih
mesin NeXT dan Tim Berners-Lee kerjanya pakai NeXT.
Obviously, saya termasuk yang mainan WWW yang pertama :)
Indonesian Homepage termasuk yang awal2 muncul lho.
Hal yang sama juga dengan Linux. Been from 0.12.

Sayangnya ketika itu semua terjadi, saya "terlalu sibuk" dengan
urusan sekolah (yang gak selesai-selesai waktu itu), sehingga
saya tidak mengeksekusi bisnis yang ada di kepala saya.
Sekarang, ternyata sami mawon. Banyak hal-hal non-sense
yang menghabiskan waktu saya :(

Salah satu hobby saya adalah mempelajari business model tsb.
Jadi saya mengerti yang anda maksud.
Point anda tentang eksekusi sesuai dengan pendapat saya.

Soal sudah berapa lama BHTV? Saya sendiri baru terlibat sejak
tahun 1998(?).

Mau tahu berapa lama berkembangnya Silicon Valley?
Terman memulai idenya di tahun 1940-an...
Baru mulai menggigit dengan dunia electronics di tahun 1960-an.
Jadi hampir 20 tahun!!!
Kemudian jaman PC baru muncul 1975, 15 tahun kemudian.
Kemudian jaman Netscape baru muncul 1990, 15 tahun lagi.
Nah, saya buat teori: Siklus 15 tahunan.
Jadi mestinya tahun ini, 2005, muncul gebrakan.
Lo and behold, mungkin tahun 2005 ini adalah tahunnya
Google dan Web 2.0.

Jadi, kalau melihat pengalaman mereka: 15 tahun pak.
(Padahal mereka memiliki soft-structure yang sudah memadai
pun membutuhkan waktu 15 tahun.)

So, sabaaaarrr..


> Sorry terlalu banyak saya arguing BHTV. Ini email saya yang terakhir
> tentang BHTV, suda terlalu banyak bales email.  Please argumen saya
> dianggap sebagai kritik, bukan anti BHTV. Terus berjuang buat BHTV nya
> Pak.

Kami selalu terbuka dengan kritik karena ini bisa mempertajam
fokus dan memperbaiki pendekatan2 yang salah.
Jadi tidak masalah dengan kritik dan diskusi.
Justru itu sangat diharapkan.
Asal logis alurnya begitu. Sehingga kita enak diskusinya.

Mudah2an manfaat.

-- budi

Kirim email ke