Pakcik wrote: > 2005/11/24, Made Wiryana <[EMAIL PROTECTED]>: > > BTW, saran saya baca beberapa artikel di AI dan Society, yg tiap edisi > > membahas perkembangan industri TI di beberapa negara. Rata-rata ditulis > > oleh ethnographer dan orang teknis (bareng nulisnya). Tentu saja yg > > dibutuhkan adalah studi semacam ini tetapi tanpa lepas dari dunia nyata yang > > ada di Indonesia. Dengan kata lain tidak sekedar bermimpi dan di > > awang-awang. > > setuju. Bahan bakar mimpi adalah usaha yang berdasarkan dunia nyata, > dan bahan bakar usaha itu adalah mimpi. >
Mimpi itu bisa jadi kenyataan kalau ada kolaborasi,termasuk *sharing* berita/analisa kenapa berhasil dan kenapa gagal.Karena kita berempat(Me,Pak Made,BBR dan Pakcik) saja sudah beda empat negara jadi forum milis ini bagus digunakan( kalau ada trust tentunya). Saya masih inget kalau Pakcik pernah gagal outsourcing projek ke Indonesia(ada di email sebelumnya),tolong kalau bisa di sharing juga ceritanya PakCik.Please. Saya juga inget beberapa tahun y.l. Marvell "consider" Indonesia,tapi belum,mungkin Pak Budi bisa sharing untuk yang ini. Please. thanks, Carlos
