Agak melenceng mungkin, tapi saya membandingkan ini dengan salah satu artikel Budi Rahardjo di InfoLinux (Pak Budi, tolong koreksi kalau ini salah), tentang Disclaimer Pembuat Software. Keinginan software engineer utk disetarakan dengan, misalnya, civil engineer. Tapi pada kenyatannya dalam civil engineering tidak ada disclaimer, namun dalam software ada. Bisa dibayangkan jika seorang ahli teknik sipil bangun jembatan dan mengatakan bahwa IA TIDAK BERTANGGUNG JAWAB JIKA JEMBATAN RUNTUH.
Disclaimer saya lihat kok jadi tameng untuk cuci tangan??
mungkin OOT:
Bisa dibayangkan kalau tidak ada disclaimer/EULA semacam ini.. Bill Gates/Microsoft akan sudah bangkrut dari dulu :). eksistensi EULA ini menunjukkan kalau pasar software masih milik produsen.. mereka bebas menentukan semua mulai dari spesifikasi, harga, term pemakaian, dll. Konsumen cuma bisa terima, "kalau tidak setuju ya jangan beli, masih banyak pembeli lain"
Bisa dibayangkan kalau tidak ada disclaimer/EULA semacam ini.. Bill Gates/Microsoft akan sudah bangkrut dari dulu :). eksistensi EULA ini menunjukkan kalau pasar software masih milik produsen.. mereka bebas menentukan semua mulai dari spesifikasi, harga, term pemakaian, dll. Konsumen cuma bisa terima, "kalau tidak setuju ya jangan beli, masih banyak pembeli lain"
