Rekan2 semua,
 
terima kasih respons-nya. maaf, blum bisa saya respons balik satu2.
 
usulan carlos untuk corat-coret soal sistem budaya-pendidikan-sosial india di sini sangat bagus. insyaallah saya lakukan segera. sementara ini saya lagi ngerjakan research project bareng prof saya (on final phase). kalau agak 'tenang' pikiran, akan saya coba.
 
salam,
fatih
http://afsyuhud.blogspot.com
 
On 1/3/06, Muhamad Carlos Patriawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> namun, dalam bahasa jurnalisme maupun buku arab modern, kosa kota mereka
> banyak yg diambil dari bahasa inggris. komputer -->gombuter, misalnya.
> pernah dicoba memakai kata al-hisab al-utumatikiyyah (mesin hitung
> otomatis), tapi kata ini tidak jalan. ini salah satu contoh.

Betul,kalau saya denger rekan2 yang bicara Hokkien atau Hindi mereka
langsung balik menggunakan bahasa Inggris begitu menyangkut bidang
komputer/IT.

> sekedar ikut bincang2 sesuai 'perintah' bos saya carlos patriawan (hallo
> pal, howdy your sillicon? :D ),

Ah jangan gitu dong,mungkin bagus jika Pak Fatih bisa cerita banyak
karena punya pengalaman sehari-hari di negara atau lingkungan dimana
masyrakatnya bisa maju melalui  sektor teknologi tinggi.

Pertanyaanya bisa dimulai sbb:
Pola pendidikan disono bagaimana sih ?
Kenapa universitas seperti IIT bisa punya ribuan lulusan world-class ?
Faktor apa saja disana sehingga masyrakatnya berbondong2 belajar IT dan
hitek sektor lain (seperti bioengineering) ?

mungkin perlu bikin thread baru Pak.

Carlos

Kirim email ke