Pada hari Senin, tanggal 16/01/2006 pukul 15:39 +0700, Arie Reynaldi Z menulis: > Kesannya saya jadi apatis, gak mau dibilangin, gak mau denger petuah > orang2 pinter... :P > Ya, mungkin karena kalian para dewa berjalan diatas angin (finlan, US, > etc) dan jarang kontak dengan kita makluk bumi. Boleh lah.. sekali2
Kesannya saya jadi sombong, maunya diturutin. Padahal sebenarnya tidak, saya ingin merangkul dua kubu di sini. Kalau sekarang ga mau sepaham dengan Carlos cs, ya tidak apa-apa. Ketika dunia nanti kelaparan kemudian insinyur2 komputer tsb pulang kampung dengan tujuan kembali merangkul cangkul, para cangkulers yang dulu dikomporin tapi tetap bertahan dengan cangkulnya juga boleh bilang: "Tuh kan gué bilang juga apé, lu bolé gegares tu router!" Intinya: tiap orang punya jalan masing-masing. Tapi tiap orang juga boleh mempromosikan jalan yang sudah ditempuh yang ternyata enak kepada rekan lainnya. > Tau gak kalau keluar rumah, semua yang kita lihat 99.99% pasti import. > Dari mobil sampai sandal. Apabila produk dalam negeri, pasti bahan > baku nya import. Sedih ? pasti !! Apa IT bisa ngebantu menghadapi Setiap pulang jumatan liat di kaki lima pasti yang dijual produk-produk Cina. Mulai dari pemotong kaca, gembok, sampai ke laser. Apa negara kita terlalu rendah penguasaan teknologinya hingga produk-produk tersebut tidak bisa diproduksi? (Teknologi mungkin bisa, tapi jual dgn harga miring ga bisa) > keadaan ini ? Bisa .. caranya, wah.. saya 'script kiddies'.. gak bisa Ah pasti sama sebalnya dengan saya kalau sering2 membaca alasan 'skript kiddies' ini.
