On 1/16/06, Muhamad Carlos Patriawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> tinggal (4) ... ah. itulah dia mengapa saya ngotot IT (dalam
> hal ini menjadi subset dari elektronik) sangat penting diperhatikan
> karena suatu saat, kita *terpaksa* mengandalkan itu.
ada banyak hal lagi mengapa IT:
1. karena kita orang IT , dan IT kata kuncinya adalah inovasi
2. jualan barang tangible, nilai daya kompetisinya rendah,memang bisa
sich kita produksi,tapi boleh dipastikan negara lain terutama china
3. bisnis tangible punya market yang fixed,susah ada inovasi dibidang
ini.
4. bisnis export IT yang intangible sebenarnya adalah "what people
wants".
Korporate2 di negara maju gak bisa hidup tanpa IT,marketnya besar.
Maaf jangan-jangan kita terlalu "yakin' padahal sebetulnya secara nasional tidak memiliki modal utk itu. Seperti kata pepatah, besar pasak daripada tiang (saran saya jangan lihat ujung-ujung tombak keberhasilan, dg melihat segelintir orang yang telah sukses di bidang TI di negeri orang). Jangan bandingkan China dan India, modal mereka (knowledge) udah duluan besar. Kita ? Lha pada belajar ilmu dasar aja ogah, mo nekat nyamain mereka.
Betul kata Ari, mending kita jualan panci, tapi jangan tanggung-tanggung. Kalau bisa ngalahin panci merk SILIT yang harganya mahal di Jerman (1 panci 250 EU). Toh pabrik panci juga ntar butuh TI, jadi bisa juga ngidupin mereka yg bisnis TI.
IMW
