Made Wiryana wrote:
> On 1/17/06, Muhamad Carlos Patriawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> >
> >
> > Waktu bulan lalu saya ke Indonesia (pendek sekali cuma 10 hari, jadi ndak
> > > sempet kongkow-kongkow), saya sempet beli buku.  'Ironi Pahlawan Devisa"
> > > yang bercerita ttg para TKI.  Bagus buat dibaca bagi yang semangat
> > > ber-outsource.
> > >
> > > Biar ndak besar pasak daripada tiang.
> >
> > salah persamaan.
> >
> > Outsourcing =! TKI  (yang ke Arab itu).
>
>
> Memang tidak sama, tapi sama sama ngedatengin devisa :-), hayo
> jangan-jangan kalah devisa yg didatengin-nya.

hahaha...kalau masalah tenaga kerja ini kan ada dua, yang berbasis
"labour work" seperti tenaga kerja dan "expatriate" yang berbasis
skill.

Dua duanya menghasilkan devisa,saya tahu persis berapa nilai export
tenaga kerja pilipina,indonesia dan outsourcing juga.

Kalau dari sektor global, yang paling tinggi ya masih outsourcing
sektor IT jelas.

Note: TK Indonesia(Labour work) kalah bersaing dengan TK pilipina
karena skillset,TK pilipina bisa lebih maju karena penguasaan bahasa
inggris dan keterampelan medical school (nursing) yang diajari di
pilipin.


>
>
> > Btw, mestinya banyak dosen dan engineer yang ke bangalore nich , biar
> > bisa melihat sendiri bagaimana TKA bekerja disana (Tenaga Kerja
> > ex-Amerika)... :)
>
>
> BTW, kalau kita ntar selalu mikir produk TI yg memenuhi pasar asing, terus
> pasar dalam negeri siapa yg ngurisin :-), jangan-jangan malah import lagi

Pak Made , 'cut it short' saja ya ...

kalau Pak Made mau mengatakan supaya di Indonesia pakai open source
software , ya silahkan saja.Tapi beda masalah dengan *technya Pak Budi.

Carlos

Kirim email ke