baskara wrote: > On 2/7/06, Adjie <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Saya sedikit kecewa karena membawa kawan2 disini utk makan di resto > > indonesia, tapi tanggapan mereka spt ini " wah masakan Indonesia hampir sama > > rasanya dengan masakan perancis, atau memang sepeti ini. kwan saya pernah > > tinggal di Indo dan dia bilang koq beda yaaa" > > Di Jepang juga kesannya sama. :-) > Tapi, memang susah mengatur rasa masakan Indonesia. Kalau memakai rasa > aslinya, terlalu pedas. Itu komentar teman lab saya yang transit di > Jakarta saat liburan tahun baru lalu. > Katanya, "Terlalu pedas, tapi Fanta-nya lebih enak daripada yang di Jepang." > :)) > Masakan Thailand, meskipun di menunya diberi tanda gambar cabe 5 biji > (dari skala 1-5), setelah saya cicipi, tidak pedas2 amat. Masakan > minang masih lebih hot. :-)
kalo disini di thai foodnya ditanyain , mau "pedes level"nya setinggi apa, apakah 'just hot' , very very hot atau extremely hot. biasanya sih, kalo dikasih very very hot, bisa ngabisin makanan sudah hebat. kalo yang extremely hot dan makananya bisa dihabiskan , bakal di poto ama pelayanya dan dimasukan ke list "hall of fame" yg bakal di pajang di resto tsb. sebenarnya, panasnya dan pedasnya makanan padang itu **belum apa-apa** kalo dibanding thai food yang spice level-nya "extremely hot" *dan* Hyderabadi guntur chicken (yg hanya dijual di India). Arie: Wanna give a shot sometimes in the future ?? The Bill is on me :-) Carlos ps: pernah ikutan kontes spicy food ... > Menurut saya, kekurangan masakan Indonesia di LN = bumbu. Susah > mencari bawang merah, terasi, dan keluarga bumbu lainnya, dengan harga > yang relatif murah. Kalau dimasak dengan bumbu lengkap, saya yakin > orang2 di luar akan selalu minta tambah. he3x. *ngelirik andhi yang > pernah jadi sponsor masak*
