Adjie wrote:
> Cuma menambahkan,
> uang tiket dan uang penginapan, atau kalau perlu di booking kan
> perningapannya, dan kebayakan professor2 di europe spt itu
>
> tapi pengalaman saya, di  Indo biasanya untuk pembicara sudah minta harga
> sekian JT untuk berbicara di public untuk satu event. ngga tahu deh kalau
> yang dosen2 di indo. karena mungkin konteksnya akan berbeda kalau dosen dan
> profesional yang berbicara,  tapi seharusnya kalau untuk kemaslahatan atau
> pembelajaran masyarakat umum,  harusnya FREE.

Wah tidak selamanya FREE itu bagus. Tapi nanti dulu, FREE Mas Adjie =
gratis atau FREE= freedom? Jadi keinget, open source deh.

Saya coba lihat dari sudut pandang mahasiswa ya. Nah keburukan seminar
gratis adalah jadinya mahasiswa yang datang itu seenaknya sendiri.
Apalagi kalau ada makan-makannya. Datang aja pas deket-deket waktu
makan, terus selesai makan langsung cabut deh. Hilang deh substansi
membagi ilmunya. Pak Gde Raka (guru besar ITB) pernah menamakan budaya
ini adalah budaya makan siang gratis.
 
> regards
> Adjie
> 

Zaki Akhmad

Kirim email ke