On Mon, May 01, 2006 at 09:51:13AM +0900, baskara wrote: > Gampangnya saja, orang Indonesia kebanyakan baru mampu di jual-beli > tanah, jual-beli mobil, jual-beli rumah, investasi ruko, dan jualan > pakaian bekas. Yang berbau "hi-tech", lumayan... sudah bisa jualan > komputer, handphone, dan cisco router bekas. ;-) > Mau buat yang seperti huawei, wipro, atau SIMC? Saya yakin kalau ada > yang mau (dan mampu) pasti sudah ada yang buat sekarang! > Kesimpulan: memang belum ada yang niat. :-)
waduh .. ada missing link antara fakta dan kesimpulan, bisa jadi kesimpulan tsb. benar, tapi kalau itu menjadi 'blackbox', tidak cukup untuk syarat kelulusan menulis skripsi (hi..hi..). gini saja, misalnya, babah/engkong X punya duit banyak, dia bisa dan mampu secara finansial membuat pabrik router cap kacang goreng. tapi, kebetulan ndak ada ahlinya. dia pekerjakan 5 orang terbaik dari seluruh dunia, untuk mewujudkan cita-citanya itu, dengan gaji masing-masing: $100K/bln (berdasar kontrak), kemudian bisnis jalan. Akhirnya engkong X ini membuka R&D di AS dengan upah UMR Yogyakarta. Siapa yang untung? masih memusingkan soal siapa yang bisa? :-) The world is _NOT_ flat! Kalau anda berjalan terus ke arah utara, kalau bumi itu tidak bulat, anda tidak bisa lagi balik ke sini. Bahasa latinnya: keblasuk. Salam, P.Y. Adi Prasaja
