On 5/31/06, fade2blac <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Salam
On Wed, May 31, 2006 at 11:23:42AM +0700, Nukman Luthfie wrote:
>
> Apapaun kriteria suksesnya berdasarkan kebutuan masing, tetap saja ada
> proses bisnis yang sama.
>
> Pertama: bagaimana mengundang bukan visitor (target audience) menjadi
> visitor. Apapaun jasa yang ditawarkan, kalau membuat website ya harus ada
> pengunjungnya, dan pengunjungnya adalah target audience yang diharapkan.
> Jadi jumlah visitor sangat penting. Kalau ndak penting ya ndak usah buat
> website
>
Jumlah visitor yang banyak tidak terlalu penting untuk web-web tertentu.
Tapi jumlah visitor yang berminat dengan apa yang kita tawarkan, itu
yang paling penting. Bisa saja berargumentasi bahwa potensial customer
adalah red herring dari banyaknya visit/hit. Tapi bisa juga tidak, sebab
ada search engine. Konon kabarnya konsultan SEO sangat mahal/potensial
untuk dijadikan profesi.
NL: Yang saya maksud visitor adalah target audience seperti yang saya tulis di atas.
Banyak strategi untuk mendatangkan kunjungan dari target audience. SEO salah satunya.
Nah, jasa strategi ini memang menarik dan sudah mulai mendapat tempat di Indonesia. :). Mahal? Yang jelas mandays nya di atas web developer
> Kedua: bagaimana pengunjung awal menjadi pengunjung rutin.
>
> Ketiga: bagaimana pengunjung rutin menjadi member. Member ini artinya
>
> Keempat: bagaimana mendapatkan value dari member dan pengunjung setia. Value
> ini biasanya berupa uang atau yang lainnya.
>
> Jadi apapaun kriteria suksesnya, empat alat ukur diatas bisa dijadikan
> patokan.
>
Belum tentu juga pak. Itu mungkin berlaku untuk portal. Saya jualan software
untuk jadwal sekolah misalnya. Maka saya buat website yang memberikan
informasi tentang software penjadwalan. Ujungnya adalah satu form:
contact us. Kalau sudah ada orang yang mengontak saya baik lewat email,
telpon atau form contact us, website saya sudah berhasil. Semakin banyak
semakin baik. Tidak perlu menjadi pendatang reguler. Itu juga
mempengaruhi cara saya mendesain dan membuat web, agar pengunjung
terarah ke sana.
--
fade2blac
Menuju contact us, mau mengisinya, dan mau men submit, itu tidak terjadi ujug2. Proses bisnisnya melalui 3 atau 4 tahapan yang saya ceritakan di atas.
Pengunjung reguler itu tdk harus tiap hari spt portal berita. Sebulan sekali juga reguler. Untuk penjual software misalnya, pengunjung reguler perlu untuk mengupdate patch. Kunjungan reguler amat penting untuk menjaga hubungan dengan pelanggan atau calon pelanggan. Ini sebuah sisi non teknis yang sering diabaikan oleh penjual software.
--
Nukman Luthfie
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
http://teknoblogia.blogspot.com/2005/02/tata-tertib-milis-v15.html
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
