Made Wiryana wrote: > On 8/3/06, muhamad cpsmb tarigan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > > > Di Jakarta udah ada, namanya tukang jualan DVD :-), on Demand kecepatan > > > lebih tinggi daripada via ADSL, tergnatung kecepatan motor. > > > > > > IMW > > > > hehehe saya koq punya firasat pak made pasti bandingan dengan tukang > > jual DVD. > > > > tapi ini ada bedanya pak. > > 1. channel2nya kan sudah diseleksi content provider dan selalu datang > > yg baru2. kalau dvd kan kebanyakan masih film2 saja, tapi koleksi > > national geographic atau discovery channel misalnya, gak ada atau > > jarang. > > > Wah belum tahu bisnis DVD di Indonesia, contentnya on demand, macam macam, > ada eBook, bisa order video clip musik yg ndak ada di sini, ada lagi film > lain lain :-), bahkan bisa minta download ISO heheheh
ya banyak bedanya sebenarnya, yang dvd yg pak made maksud itu kan yang sudah tersedia dalam bentuk dvd, dan mostly film , kalau acara olahraga , berita atau serial khusus kan kemungkinan besar tidak bisa tersedia melalui beli dvd. contoh zingkatnya begini, misalnya fc bercelona vs fc porto main jam 1 malam, eh kita ketiduran padahal mau nonton, sementara siaran tv gak ada siaran ulang, nah kalau pakai content on-demand, kita bisa nonton besok paginya. Nah hal2 atau sport even seperti begini kan gak ada kalau kita mesti beli dvd ( sebelumnya, iya tahu bisa schedule programing tv juga via tivo,etc atau dvd recorder ). > 2. tipenya subscribption/rent bukan beli seperti DVD. Jadi sebenarnya > > lebih murah daripada beli dvdnya langsung. > > > Ndak juga sih, ngeburn 1 DVD lebih mahal daripada tukang DVD bikinnya. maksud saya bukan itu. misalnya pak made mau nonton 100 series discovery channel, cost : 5000 x 100= Rp. 500,000 ; bandingkan kalau mau nonton 100 series discovery channel itu melalui subscribtion based yang hanya Rp. 50,000/misalnya. > > > 3. gak perlu nunggu tukang dvdnya datang, tapi tinggal download di > > depan tv > > > Download 1 DVD (taruhlah dg DSL secepat mungkin) berapa lama ?, naik motor > dari ujung jakarta ke ujung jakarta paling 2 jam sebenarnya yang sedang work-in-progress dalam akimbo adalah kita bisa nonton videonya sebelum contentnya selesai di-download, jadi walaupun baru didownload 10% kita sudah bisa nonton, sama seperti media player di PC. > kalo saya lihat sich, paling tidak ada dua requirement yg mesti ada > > agar content provider ini sukses : > > - contentnya harus lengkap dan luas > > - subscriptionya harus murah, kalau di AS hanya berkisar 9 dollar, > > berarti di jakarta mungkin bisa dijual hanya seharga Rp. 40.000/bulan. > > > Agar sukses : sesuaikan dg kondisi lokal :-) ada yg udah sukses ngejalanin > cerita saya di atas, jadi itu bukan khayalan he he he > > Oh ya kalau di Indonesia faktor sukses lainnya, harus "gaya" dan keren tanpa > point itu sulit laku setuju saja untuk yg ini. -mcp --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ http://teknoblogia.blogspot.com/2005/02/tata-tertib-milis-v15.html -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
