> misalnya pak made mau nonton 100 series discovery channel, cost : 5000 > > x 100= Rp. 500,000 ; bandingkan kalau mau nonton 100 series discovery > > channel itu melalui subscribtion based yang hanya Rp. 50,000/misalnya. > > > Carlos itungan itu berlaku di USA, tidak berlaku di Jakarta/Indonesia :-), > coba hitung harga bandwidth, waktu download (jangan pakai asumsi, > "seandainya bandwidth ada", pakai asumsi yang sudah ada sekarang) > > Utk itungan seperti di atas, coba deh tanya penggemar "meteor garden" atau > lainm-lainnya, yg CD-nya banyak banget >
saya pikir ada misunderstood disini. Dalam hal VOD ini, on-demand contentnya berada di multicast/unicast server di Indonesia Pak, bukan di USA, jadi download MPEG streamnya *bukan* dari luar negeri sehingga tidak menyedot bandwidth ke luar negeri (ini pointnya). Yang bener2 diperlukan sebenarnya hanya a) broadband connectivy dari end user ke ISP dan b) Giga networks dari ISP ke content provider-local loop (which is very very easy to do, and there're many ways how to manipulate the bandwidth). Jadi VOD di US dan Indonesia = sama saja, tidak terhalang oleh bandwidth ke LN. -mcp --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ http://teknoblogia.blogspot.com/2005/02/tata-tertib-milis-v15.html -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
