Rekan-rekan semuanya,

Bagi saya debat yang dilakukan di mailing list ini
pada derajat tertentu masih wajar-wajar saja. Kalau
ada sesuatu yang janggal (mungkin yang dirasakan Bung
Riasto, Bung Mustofa, dll) adalah sesuatu yang aneh.
Aneh kenapa ? Karena ada kesan bahwa masing-masing
ingin disebut yang paling benar, paling obyektif,
paling..., paling...., sebagaimana e-mail-email saya
terdahulu. Nampaknya telah dan mulai mengarah ke
pemaksaan kehendak.

Bagi saya Tuhan memang menciptakan sesuatu secara
sempurna ! Ini juga terjadi dalam diskursus keilmuan.
Kalau semua orang menjadi praktisi (seperti klaim Bung
Mustofa), atau kalau semua orang menjadi teoritisi
(seperti Bung Riasto) maka dunia keilmuan ini akan
berakhir. Tidakkah anda ingat, ilmu tanpa laku itu
tidak ada apa-apanya. Sebaliknya laku (praktek) tanpa
ilmu pun tidak ada apa-apanya. Anda-anda semua
diciptkan oleh Tuhan itu, serba komplementer. Ada
teoritisi, ada praktisi. Kalau anda semua ingin
menjadi ahli kedua hal itu, maka menjadi hampir tidak
mungkin. Semua pasti punya kelemahan, tidak akan
pernah seorang benar-benar menjadi teoritisi sekaligus
praktisi dengan kemampuan yang sama-sama hebatnya. Ini
namanya,'kodok gayuh lintang'.

Coba simak hal biasa yang ada diantara kita tetap
punya makna yang mendalam. Tubuh kita. Tuhan sudah
menciptakan berdasarkan fungsinya agar terjadi
keseimbangan satu sama lain. Mata punya fungsi untuk
melihat; telinga untuk mendengar, hidung untuk
mencium, kaki untuk berjalan, dst. Mereka tidak pernah
iri dan saling 'mengejek' satu sama lain karena memand
mereka KOMPLEMENTER ! Bisa dibayangkan kerusakan
fungsi badan, kalau kaki maunya berfungsi mendengar,
telinga berfungsi berjalan, apa yang terjadi :
disfungsi atau distorsi dari fungsi anggota badan itu.


Intinya, saling memahami dn jangan mau menang sendiri.
Belajarlah dari anggota tubuh kalian semua, maka
disitulah kebijaksanaan yang akan anda dapatkan. 

Klaim-klaim tentang obyektivitas, teoritisi yang lebih
mumpuni, praktisi yang lebih mumpuni, dst menjadi
omong kosong kalau tidak diikuti kebesaran jiwa
sebagaimana kebesaran anggota tubuh untuk saling
memahami itu. 

Bagi saya memang, debat anda semua itu, ANEH. Lha,
katanya orang kampus kok debatnya begitu ?  Lebih
anehnya lagi, kalau anda semua tidak mau belajar dari
hal ini ?  kalau sudah 'ngeyel', 'keras kepala',
'tidak mau saling memahami' ya susah bung......
pol-pole kembali ke hukum 'okol' alias hukum rimba
itu... habis nggak ada saling pemahaman, saling
belajar, saling mengisi, dan saling.., saling
...lainnya. Tragis.... 

Wallahu 'alam.

Salam prihatin,

Sumarwoto Putro





 









 

--- Hertoto Eko Prasetyotomo <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:

<HR>
<html>
<blockquote type=cite cite>Pak Riasto yang terhormat
juga rekan-rekan
milis yang lain</blockquote><br>
Selama ini saya cenderung cuma mengamati diskusi yang
terjadi di milis
Undip ini. Sering kali tersenyum juga melihat diskusi
yang ada di sini.
Yang pasti milis ini lebih hiduplah.. Saran saya cuma
satu, apapun
&quot;kelas&quot; anda Pak Riasto, jangan tinggal
glanggang colong playu
gitu dong! Biarkan terus diskusi disini hidup tidak
peduli apa tanggapan
orang lain terhadap diri anda! Justru tanggapan balik
anda kepada mereka
yang akan menunjukkan kelas anda.<br>
By the way, saya sendiri heran kok milis ini lebih
cenderung untuk
diskusi politik ya? Bukan diskusi untuk pengembangan
Undip sendiri? atau
jangan-jangan kalo tidak ada diskusi politik disini
milis ini akan sepi
ya?<br>
<br>
Salam hormat saya,<br>
Hertoto Eko P<br>
<br>
<br>
</html>

______________________________________________________________
>From Hertoto Eko Prasetyotomo
<[EMAIL PROTECTED]> to UNDIP List
Milis Archive: http://messages.to/archives or
http://messages.to/archives2
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList              
http://www.undip.ac.id


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Bid and sell for free at http://auctions.yahoo.com
______________________________________________________________
>From Sumarwoto Putro <[EMAIL PROTECTED]> to UNDIP List
Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList               http://www.undip.ac.id

Kirim email ke