Perkawinan adalah hajat pribadi. Orang hendaknya mempunyai kebebasan dan tanggung jawab dalam menentukan pilihannya masing-masing, apakah itu Yahudi ataupun Farangis, dengan cara Islam ataupun cara atheis. Hanya mereka yang mempunyai hubungan personal dengan ybs boleh memberi nasehat atau pandangan.
Namun sebagai pemimpin umat Islam, Nurcholish Majid (bukan anak perempuannya maupun menantu Yahudinya) mempunyai responsibility untuk mempraktekkan dan melestarikan ajaran dan tradisi Islam. Dengan memimpin sendiri upacara tersebut tanpa mempergunakan ajaran maupun tradisi Islam menunjukkan betapa sudah sedemikian sekulernya pemikiran Majid. Bahkan lebih sekuler dari kebanyakan masyarakat non-Islam negara barat. Disini meskipun orang sehari-hari tidak pernah ke gereja kalau kawin kebanyakan akan menggunakan upacara gereja, tanpa perduli siapapun menantunya. Boleh jadi seperti kebanyakan orang tua, Majid mungkin hanya ingin menunjukkan rasa sayangnya kepada anak perempuannya. Menurut saya, Majid bisa tetap menunjukkan rasa sayang dan dukungannya terhadap anak perempuannya tanpa perlu untuk melalaikan tanggung-jawabnya sebagai pemimpin umat dengan hadir dan mendampingi perkawinan anaknya tanpa perlu memimpin upacara. Hubungan kasih sayang terhadap anak/ orang tua dan tanggung jawab untuk mengemban suatu prinsip, hukum maupun aturan penting tidaklah harus bertabrakan. Satu sama lain tidak mesti harus saling mengorbankan. Saya meragukan kalau intelektual seperti Majid tidak mengerti mengenai solusi ini. Skenario terburuk adalah kalau sebenarnya Majid justru ingin menunjukkan rasa sayangnya terhadap menantunya yang berdarah Yahudi. Mungkin diam-diam ia amat bangga bukan kepalang mempunyai menantu dengan ras mulia dan istimewa. Yahudi adalah satu-2 nya ras didunia ini yang mempunyai previllege untuk mendirikan negara Israel yang berbasis pada ras. Negara Yahudi punya previllege untuk melanggar resolusi PBB senaknya tanpa dihancur leburkan seperti Irak, punya previllege untuk melakukan aksi teror secara terang-2an terhadap rakyat terjajah Palestina, sementara itu George Bush berkata "lha sebagai teman kan saya sudah menasehati kalau diterima baik kalau tidak ya juga baik" Jangan salah sangka bahwa saya membenci ras Yahudi. Tetapi terus terang saja saya merasa sorry melihat betapa pathetic tingkah laku pemimpin-pemimpin Muslim. Dalam situasi sekarang ini dimana umat, agama dan tradisi Islam mengalami opresi besar-2an sikap Nurcholish Majid tsb hanya semakin membenarkan bahwa kendati ilmunya mengenai Islam amat luar biasa kebanyakan pemimpin Islam mempunya rasa kepercayaan diri yang sangat rendah (inferiority complex syndrome). Tentu saja mengandaikan kalau berita yang dikirim bung Taufan adalah benar. Kalau tidak, pendapat saya diatas tidak perlu dihiraukan. Wassalam Eko Raharjo Taufan wrote: > > Nurcholish Majid, sang Putri & Yahudi > > Sumber : Majalah MEDIA DAKWAH, Muharram 1423/April > 2002 > > 30 september 2001, sejumlah WNI yg tinggal di > Washington dibuat tercengang-cengang, khususnya yg > menghadiri undangan perkawinan putri Nurcholish Majid, > Nadya, dengan seorang bule Yahudi asal Rusia, yang > dipimpin Nurcholish Majid sendiri, bertempat di > apartemen putrinya itu di kawasan Washington. Istri > Nurcholish Majid ikut hadir dalam acara tsb. > > Yang membuat orang tercengang � bagi muslim yang > mempercayai syariat Islam � tatkala Nurcholish Majid > memimpin perkawinan itu TIDAK MENGGUNAKAN TATACARA > AGAMA APAPUN. Tidak menggunakan syariat islam (agama > pengantin putri) atau agama Yahudi (pengantin lelaki) > atau agama lainnya. Nurcholish memimpin upacara > menggunakan bhs Inggris. Ia menyebut atas nama Tuhan > (GOD) dan atas dasar keturunan (si pengantin putri sbg > keturunannya). Perkawinan seperti ini menurut Syamsi > Ali, guru agama Islam di New York sebagai perkawinan > universal. Syamsi Ali menyatakan pada Media Dakwah, > rekan-rekannya sempat hadir dalam perkawinan itu. > > Sejumlah sumber Media Dakwah sejak awal November > 2001 telah menceritakan prosesi perkawinan �Universal� > secara detail dan rinci. Kabarnya yang menjadi ketua > panitya acara ini adalah sahabat Nurcholish yakni > Abdul Noer Adnan, penyiar senior VOA. Dia memesan > tempat acara perkawinan tsb di Islamic Centre > Washington di kawasan Massashusset Avenue Washington, > namun pihak Islamic Centre Washington menolak > permintaan tsb karena perkawinan itu bukan dengan cara > Islam dan pengantin pria tetap seorang Yahudi. Agar > diketahui Islamic Centre Washington memang menerapkan > aturan perkawinan yang ketat sesuai syariat Islam. > Nurcholis melalui Abdul Noer Adnan meminta kepada > pimpinan Masjid pakistan di Washington yg dikenal > sering melaksanakan perkawinan pemuda muslim dengan > ahli kitab, namun pimpinan masjid itu ternyata tidak > memenuhi undangan dan akhirnya Nurcholish sendiri > memimpin pelaksanaan perkawinan �universal� ini. Baik > Noer Adnan maupun Nurcholish Majid tidak menjawab soal > pernikahan putrinya ini. > > > ===== > Wassalammualaikum Wr. Wb. > > Taufan > __________________________________________________________ > Get paid to search..... > Just click and sign up http://www.epilot.com/joinnow/referral.asp?friend=taufan > > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Yahoo! Tax Center - online filing with TurboTax > http://taxes.yahoo.com/ > > -------------------------- > Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2 > to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 301 > DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id -------------------------- Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2 to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 305 DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id
