> abdul kadir wrote:

> Assalamualaikum wr.wb
> Bapak & Ibu yang saya hormati.
> Apakah anda senang mendengar berita ini ?.
> Dan apakah anda ingin turut menyebarkannya ?.
> Saya hanya mengingatkan, janganlah menyebar berita yang kurang baik.
> Kalau anda sudah merasa baik, bertindaklah yang baik.
>

Eko Raharjo menjawab:

Waalaikumsalam wr wb sdr Abdul Kadir yth,
Saya senang mendengar kabar pernikahan anak perempuan Nurcholish Majid.
Saya tidak senang atas tindakan Nurcholish Majid atau pemimpin-2 Muslim lain
yang tidak menunjukkan kualitas kepemimpinannya. Tentu saja ini suatu berita
yang kurang baik bagi kaum Muslim. Apakah sebaiknya harus ditutup-tutupi??.
Tidak!  Pertama, sebagai pemimpin (Muslim), kualitas kepemimpinan Majid
merupakan perkara umum bukan perkara pribadi. Kedua dengan disebar-luaskan
memungkinkan suatu diskusi yang terbuka dan fair sehingga semua pihak bisa
belajar dan mengambil hikmah; terutama yang bersangkutan bisa mengetahui
kritik yang ada sehingga punya kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya..

Perkara yang mestinya tidak perlu disebar-sebar luaskan adalah mengenai
perkara/data pribadi dari anggota keluarga ybs. Anehnya pihak Para Madina
sendiri menyebar luaskan tanggal lahir dari Nadia, anak perempuannya Majid.
Lah orang kan malah tahu weton/wuku, shio, horoscope dari Nadia sehingga
memungkinkan umum untuk bisa mempelajari karakter, kecenderungan ataupun
kelemahan psikologi ybs. Boleh jadi Yahudi Rusia tsb menggaet Nadia dengan
memakai cara-cara "klenik".

Pemimpin itu dibentuk, bukan dilahirkan. Nabipun tidak muncul sejak lahir
melainkan juga lewat suatu proses. Kritik terhadap kepemimpinan adalah
suatu proses penggemblengan dan penyeleksian dari pihak umat/rakyat
agar memperoleh pemimpin-2 yang berkualitas. Sesungguhnya itulah proses
yang diterapkan oleh negara demokrasi barat. Oleh karena itu pihak barat
selalu memunculkan pemimpin-pemimpin dengan kualitas dunia. Sedangkan
negara-negra ketiga seperti Indonesia atau negara-2 Arab yang suka secara
membuta menjunjung pemimpin tinggi-tinggi menderita krisis kepemimpinan
tiada putus-putusnya.

Kalau dilihat potensinya, Indonesia merupakan juga gudang pemimpin besar.
Tidak ada orang yang mengingkari potensi kepemimpinan Sukarno. Namun
karena orang amat mengkultuskan dia akibatnya malah tidak karu-karuan.
Rakyat jadi menanggung sengsara dan aib berkepanjangan. (Tidak bedanya
dengan Suharto). Abdurahman Wahid adalah juga pemimpin umat yang
cukup potensial namun karena secara membuta dijunjung-junjung terus maka
jadinya seperti badut 'tanggapan'. Lihatlah sekarang, mestinya dia bergabung
dengan pemimpin Islam dunia untuk memprotes tindakan teror dari Sharon
malah ke Australia untuk  memenuhi tanggapan (diundang untuk pentas
hiburan) oleh masyarakat Yahudi disana.

Marilah kita belajar contoh dari Gereja Katolik yang mengajarkan untuk
mengkultuskan pemimpin-2 nya (para pastor yangtergabung dalam hirarki
gereja). Tidak saja kesalahan bahkan tindakan-tindakan kriminal dari
Pastor Katolik pun ditutup-tutupi (cover-up). Puluhan Pastor Katolik
di Boston dan New York yang melakukan tindakan kriminal paedophile
tidak dibuka ke publik namun dirahasiakan. Para kriminal  (pastor katolik)
tsb hanya dipindahkan ke lingkungan jemaat yang baru dimana disana
mereka memakan korban baru. Setali tiga uang kalau masyarakat Muslim
terus bersikap seperti anda yakni suka menutup-nutupi kesalahan dari
pemimpin dapat diramalkan cepat atau lambat para pemimpin-2 umat Islam
eg kyai dipondok-2 pesantren akan meniru jejak Pastor-2 Katolik yakni
melakukan sodomie terhadap anak-anak didiknya. Sekali pemimpin sudah
bertindak kriminal tidak ada lagi maaf melainkan harus dihukum sekeras-
kerasnya (termasuk Suharto).

Jadi kalau umat/rakyat menginginkan memiliki pemimpin-pemimpin yang
benar-2 bermutu tidak ada jalan lain dari pada turut berperan untuk
menggembleng, mengkritik dan mengkontrol pemimpin-pemimpinnya.
Ungkapan respek yang paling sejati terhadap pemimpin adalah justru
dengan jalan memberikan kritikan dan pengawasan. Jaman sekarang ini
saya tidak lagi mempunyai rasa simpati atau sorry sedikitpun kepada
orang-orang terpelajar seperti sdr. Abdul Kadir yang masih mengira bahwa
menutup-nutupi kesalahan pemimpin adalah suatu tindakan terpuji, sebaliknya
mengkritik dan diskusikan secara terbuka justru dianggap sebagai
perbuatan tidak baik. I cannot help but express my deepest concern bahwa
sikap seperti itu hanya menjamin semakin terbelakang dan kacaunya
masyarakat Muslim. Lihatlah Gereja Katolik yang telah mengalami
kemunduran yang amat dina. Jangan salah sangka sekolahan-2 Katolik
yang masih survive itu bukanlah cara Katolik melainkan memakai
cara modern masyarakat barat yang sekarang berdemonstrasi menuntut
dihukumnya pastor-pastor Katolik kriminal yang di tutup-tutupi dan
disembunyikan oleh Gereja Katolik

Wassalam
Eko Raharjo
Calgary






>
> Wassalamu'alaikum wr wb
> A.Kadir
> -----Original Message-----
> From: Taufan <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
> Cc: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: 10 April 2002 11:57
> Subject: [UNDIP] Nurcholish Majid, sang Putri & Yahudi
>
> >Nurcholish Majid, sang Putri & Yahudi
> >
> >Sumber : Majalah MEDIA DAKWAH, Muharram 1423/April
> >2002
> >
> > 30 september 2001, sejumlah WNI yg tinggal di
> >Washington dibuat tercengang-cengang, khususnya yg
> >menghadiri undangan perkawinan putri Nurcholish Majid,
> >Nadya, dengan seorang bule Yahudi asal Rusia, yang
> >dipimpin Nurcholish Majid sendiri, bertempat di
> >apartemen putrinya itu di kawasan Washington. Istri
> >Nurcholish Majid ikut hadir dalam acara tsb.
> >
> > Yang membuat orang tercengang ? bagi muslim yang
> >mempercayai syariat Islam ? tatkala Nurcholish Majid
> >memimpin perkawinan itu TIDAK MENGGUNAKAN TATACARA
> >AGAMA APAPUN. Tidak menggunakan syariat islam (agama
> >pengantin putri) atau  agama Yahudi (pengantin lelaki)
> >atau agama lainnya. Nurcholish memimpin upacara
> >menggunakan bhs Inggris. Ia menyebut atas nama Tuhan
> >(GOD) dan atas dasar keturunan (si pengantin putri sbg
> >keturunannya). Perkawinan seperti ini menurut Syamsi
> >Ali, guru agama Islam di New York sebagai perkawinan
> >universal. Syamsi Ali menyatakan pada Media Dakwah,
> >rekan-rekannya sempat hadir dalam perkawinan itu.
> >
> > Sejumlah sumber Media Dakwah sejak awal November
> >2001 telah menceritakan prosesi perkawinan �Universal�
> >secara detail dan rinci. Kabarnya yang menjadi ketua
> >panitya acara ini adalah sahabat Nurcholish yakni
> >Abdul Noer Adnan, penyiar senior VOA. Dia memesan
> >tempat  acara perkawinan tsb di Islamic Centre
> >Washington di kawasan Massashusset Avenue Washington,
> >namun pihak Islamic Centre Washington menolak
> >permintaan tsb karena perkawinan itu bukan dengan cara
> >Islam dan pengantin pria tetap seorang Yahudi. Agar
> >diketahui Islamic Centre Washington memang menerapkan
> >aturan perkawinan yang ketat sesuai syariat Islam.
> >Nurcholis melalui Abdul Noer Adnan  meminta kepada
> >pimpinan Masjid pakistan di Washington yg dikenal
> >sering melaksanakan perkawinan pemuda muslim dengan
> >ahli kitab, namun pimpinan masjid itu ternyata tidak
> >memenuhi undangan dan  akhirnya Nurcholish sendiri
> >memimpin pelaksanaan perkawinan �universal� ini. Baik
> >Noer Adnan maupun Nurcholish Majid tidak menjawab soal
> >pernikahan putrinya ini.
> >
> >
> >
> >=====
> >Wassalammualaikum Wr. Wb.
> >
> >Taufan
> >__________________________________________________________
> >Get paid to search.....
> >Just click and sign up
> http://www.epilot.com/joinnow/referral.asp?friend=taufan
> >
> >__________________________________________________
> >Do You Yahoo!?
> >Yahoo! Tax Center - online filing with TurboTax
> >http://taxes.yahoo.com/
> >
> >--------------------------
> >Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
> >to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 301
> >DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList               http://www.undip.ac.id
>
> --------------------------
> Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
> to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 310
> DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList               http://www.undip.ac.id


--------------------------
Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 311
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList               http://www.undip.ac.id

Kirim email ke