Assalamu`alaikum wr wb Untuk berita ini saya sudah melakukan konfirmasi ke Paradima, tapi belum ada balasan. Menurut saya, Pernikahan adalah urusan Pribadi, dg siapapun sesorang menikah itu adalah urusan orang tsb. Untuk Kasus Putri pak Nurcholis Majid, yang saya belum yakin kebenarannya, saya memilih abstain, artinya tidak menolak berita tsb dan tidak menerima sebagai suatu kebenaran. Walaupun berharap berita tsb tidak benar, jikalau benar mungkin Pak Nurcholis Majid punya Ijtihad tersendiri dalam masalah ini. Saya setuju dg kritik terhadap pemimpin selama itu menyangkut urusan publik Untuk wilayah pribadi yang tidak merugikan siapapun, saya kira hak pemimpin tsb untuk melakukannya. Masalah suka atau tidak suka itu tentunya bisa kita wujudkan dg memilih atau tidak memilihnya dalam pemilu, kalau mereka mencalonkan. Demikian dari saya, semoga bermanfaat.
wassalamu`alaikum wr wb Ishom ----- Original Message ----- From: Eko Raharjo <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Cc: abdul kadir <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Saturday, April 13, 2002 7:51 AM Subject: Re: [UNDIP] Nurcholish Majid, sang Putri & Yahudi > > > abdul kadir wrote: > > > Assalamualaikum wr.wb > > Bapak & Ibu yang saya hormati. > > Apakah anda senang mendengar berita ini ?. > > Dan apakah anda ingin turut menyebarkannya ?. > > Saya hanya mengingatkan, janganlah menyebar berita yang kurang baik. > > Kalau anda sudah merasa baik, bertindaklah yang baik. > > > > Eko Raharjo menjawab: > > Waalaikumsalam wr wb sdr Abdul Kadir yth, > Saya senang mendengar kabar pernikahan anak perempuan Nurcholish Majid. > Saya tidak senang atas tindakan Nurcholish Majid atau pemimpin-2 Muslim lain > yang tidak menunjukkan kualitas kepemimpinannya. Tentu saja ini suatu berita > yang kurang baik bagi kaum Muslim. Apakah sebaiknya harus ditutup-tutupi??. > Tidak! Pertama, sebagai pemimpin (Muslim), kualitas kepemimpinan Majid > merupakan perkara umum bukan perkara pribadi. Kedua dengan disebar-luaskan > memungkinkan suatu diskusi yang terbuka dan fair sehingga semua pihak bisa > belajar dan mengambil hikmah; terutama yang bersangkutan bisa mengetahui > kritik yang ada sehingga punya kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya.. > > Perkara yang mestinya tidak perlu disebar-sebar luaskan adalah mengenai > perkara/data pribadi dari anggota keluarga ybs. Anehnya pihak Para Madina > sendiri menyebar luaskan tanggal lahir dari Nadia, anak perempuannya Majid. > Lah orang kan malah tahu weton/wuku, shio, horoscope dari Nadia sehingga > memungkinkan umum untuk bisa mempelajari karakter, kecenderungan ataupun > kelemahan psikologi ybs. Boleh jadi Yahudi Rusia tsb menggaet Nadia dengan > memakai cara-cara "klenik". > > Pemimpin itu dibentuk, bukan dilahirkan. Nabipun tidak muncul sejak lahir > melainkan juga lewat suatu proses. Kritik terhadap kepemimpinan adalah > suatu proses penggemblengan dan penyeleksian dari pihak umat/rakyat > agar memperoleh pemimpin-2 yang berkualitas. Sesungguhnya itulah proses > yang diterapkan oleh negara demokrasi barat. Oleh karena itu pihak barat > selalu memunculkan pemimpin-pemimpin dengan kualitas dunia. Sedangkan > negara-negra ketiga seperti Indonesia atau negara-2 Arab yang suka secara > membuta menjunjung pemimpin tinggi-tinggi menderita krisis kepemimpinan > tiada putus-putusnya. > > Kalau dilihat potensinya, Indonesia merupakan juga gudang pemimpin besar. > Tidak ada orang yang mengingkari potensi kepemimpinan Sukarno. Namun > karena orang amat mengkultuskan dia akibatnya malah tidak karu-karuan. > Rakyat jadi menanggung sengsara dan aib berkepanjangan. (Tidak bedanya > dengan Suharto). Abdurahman Wahid adalah juga pemimpin umat yang > cukup potensial namun karena secara membuta dijunjung-junjung terus maka > jadinya seperti badut 'tanggapan'. Lihatlah sekarang, mestinya dia bergabung > dengan pemimpin Islam dunia untuk memprotes tindakan teror dari Sharon > malah ke Australia untuk memenuhi tanggapan (diundang untuk pentas > hiburan) oleh masyarakat Yahudi disana. > > Marilah kita belajar contoh dari Gereja Katolik yang mengajarkan untuk > mengkultuskan pemimpin-2 nya (para pastor yangtergabung dalam hirarki > gereja). Tidak saja kesalahan bahkan tindakan-tindakan kriminal dari > Pastor Katolik pun ditutup-tutupi (cover-up). Puluhan Pastor Katolik > di Boston dan New York yang melakukan tindakan kriminal paedophile > tidak dibuka ke publik namun dirahasiakan. Para kriminal (pastor katolik) > tsb hanya dipindahkan ke lingkungan jemaat yang baru dimana disana > mereka memakan korban baru. Setali tiga uang kalau masyarakat Muslim > terus bersikap seperti anda yakni suka menutup-nutupi kesalahan dari > pemimpin dapat diramalkan cepat atau lambat para pemimpin-2 umat Islam > eg kyai dipondok-2 pesantren akan meniru jejak Pastor-2 Katolik yakni > melakukan sodomie terhadap anak-anak didiknya. Sekali pemimpin sudah > bertindak kriminal tidak ada lagi maaf melainkan harus dihukum sekeras- > kerasnya (termasuk Suharto). > > Jadi kalau umat/rakyat menginginkan memiliki pemimpin-pemimpin yang > benar-2 bermutu tidak ada jalan lain dari pada turut berperan untuk > menggembleng, mengkritik dan mengkontrol pemimpin-pemimpinnya. > Ungkapan respek yang paling sejati terhadap pemimpin adalah justru > dengan jalan memberikan kritikan dan pengawasan. Jaman sekarang ini > saya tidak lagi mempunyai rasa simpati atau sorry sedikitpun kepada > orang-orang terpelajar seperti sdr. Abdul Kadir yang masih mengira bahwa > menutup-nutupi kesalahan pemimpin adalah suatu tindakan terpuji, sebaliknya > mengkritik dan diskusikan secara terbuka justru dianggap sebagai > perbuatan tidak baik. I cannot help but express my deepest concern bahwa > sikap seperti itu hanya menjamin semakin terbelakang dan kacaunya > masyarakat Muslim. Lihatlah Gereja Katolik yang telah mengalami > kemunduran yang amat dina. Jangan salah sangka sekolahan-2 Katolik > yang masih survive itu bukanlah cara Katolik melainkan memakai > cara modern masyarakat barat yang sekarang berdemonstrasi menuntut > dihukumnya pastor-pastor Katolik kriminal yang di tutup-tutupi dan > disembunyikan oleh Gereja Katolik > > Wassalam > Eko Raharjo > Calgary > > > > > > > > > > Wassalamu'alaikum wr wb > > A.Kadir > > -----Original Message----- > > From: Taufan <[EMAIL PROTECTED]> > > To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> > > Cc: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> > > Date: 10 April 2002 11:57 > > Subject: [UNDIP] Nurcholish Majid, sang Putri & Yahudi > > > > >Nurcholish Majid, sang Putri & Yahudi > > > > > >Sumber : Majalah MEDIA DAKWAH, Muharram 1423/April > > >2002 > > > > > > 30 september 2001, sejumlah WNI yg tinggal di > > >Washington dibuat tercengang-cengang, khususnya yg > > >menghadiri undangan perkawinan putri Nurcholish Majid, > > >Nadya, dengan seorang bule Yahudi asal Rusia, yang > > >dipimpin Nurcholish Majid sendiri, bertempat di > > >apartemen putrinya itu di kawasan Washington. Istri > > >Nurcholish Majid ikut hadir dalam acara tsb. > > > > > > Yang membuat orang tercengang ? bagi muslim yang > > >mempercayai syariat Islam ? tatkala Nurcholish Majid > > >memimpin perkawinan itu TIDAK MENGGUNAKAN TATACARA > > >AGAMA APAPUN. Tidak menggunakan syariat islam (agama > > >pengantin putri) atau agama Yahudi (pengantin lelaki) > > >atau agama lainnya. Nurcholish memimpin upacara > > >menggunakan bhs Inggris. Ia menyebut atas nama Tuhan > > >(GOD) dan atas dasar keturunan (si pengantin putri sbg > > >keturunannya). Perkawinan seperti ini menurut Syamsi > > >Ali, guru agama Islam di New York sebagai perkawinan > > >universal. Syamsi Ali menyatakan pada Media Dakwah, > > >rekan-rekannya sempat hadir dalam perkawinan itu. > > > > > > Sejumlah sumber Media Dakwah sejak awal November > > >2001 telah menceritakan prosesi perkawinan "Universal" > > >secara detail dan rinci. Kabarnya yang menjadi ketua > > >panitya acara ini adalah sahabat Nurcholish yakni > > >Abdul Noer Adnan, penyiar senior VOA. Dia memesan > > >tempat acara perkawinan tsb di Islamic Centre > > >Washington di kawasan Massashusset Avenue Washington, > > >namun pihak Islamic Centre Washington menolak > > >permintaan tsb karena perkawinan itu bukan dengan cara > > >Islam dan pengantin pria tetap seorang Yahudi. Agar > > >diketahui Islamic Centre Washington memang menerapkan > > >aturan perkawinan yang ketat sesuai syariat Islam. > > >Nurcholis melalui Abdul Noer Adnan meminta kepada > > >pimpinan Masjid pakistan di Washington yg dikenal > > >sering melaksanakan perkawinan pemuda muslim dengan > > >ahli kitab, namun pimpinan masjid itu ternyata tidak > > >memenuhi undangan dan akhirnya Nurcholish sendiri > > >memimpin pelaksanaan perkawinan "universal" ini. Baik > > >Noer Adnan maupun Nurcholish Majid tidak menjawab soal > > >pernikahan putrinya ini. > > > > > > > > > > > >===== > > >Wassalammualaikum Wr. Wb. > > > > > >Taufan > > >__________________________________________________________ > > >Get paid to search..... > > >Just click and sign up > > http://www.epilot.com/joinnow/referral.asp?friend=taufan > > > > > >__________________________________________________ > > >Do You Yahoo!? > > >Yahoo! Tax Center - online filing with TurboTax > > >http://taxes.yahoo.com/ > > > > > >-------------------------- > > >Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2 > > >to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 301 > > >DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id > > > > -------------------------- > > Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2 > > to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 310 > > DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id > > > -------------------------- > Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2 > to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 311 > DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id > > -------------------------- Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2 to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 312 DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id
