Suasana bisnis di Masjid Al-Falaah di Berlin (milik warga Indonesia) rasanya 
sungguh menarik.
     Di sana setiap hari Jum'at dan Ahad ada warung makanan tanpa ditunggui. Harga 
sudah tampak di
dinding. Siapa pun boleh mengambilnya sendiri kemudian memasukkan uang ke dalam kotak 
penyimpanan.
Kalau perlu sekalian pengembaliannya. Jadi terserah, mau nyolong atau mau bayar.
     Tetapi kenyataannya, pihak DKM selalu memperoleh untung besar. Kebanyakan 
pembelinya adalah
mahasiswa dan remaja. Lainnya karyawan KBRI. Pada mereka seperti sudah tertanam sikap 
berat hati
untuk mengambil barang tanpa bayar meskipun tidak dilihat oleh siapa pun.
     Nah, kira-kira sejauh mana keamanaannya jika bisnis semacam itu dilakukan di 
sekitar masjid di
tanah air? Mohon dong komentarnya! Terima kasih.

Wassalam,

Nasrullah Idris




---------------------------------------------------------------------
Milis Archive: http://archive.undip.ac.id
to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #103
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList              http://www.undip.ac.id


Kirim email ke