Di Indonesia sendiri ada yang demikian walaupun di kalangan dan
lingkungan terbatas, misalnya di beberapa Majelis Ta'lim yang pernah saya
ikuti di Jakarta dan Bogor. Seringkali kita merasa pesimis jika melihat
realita masyarakat Muslim di sekitar kita tidak seindah apa yang ada di
negeri-2 yang notabene bukan negara muslim. Yang seharusnya kita cermati
adalah mengapa dan bagaimana sikap positif ini bisa terbentuk?metode apa
yang digunakan untuk membentuk masyarakat yang demikian?
     Jika kita melihat ada komunitas Muslim yang bisa melaksanakan itu
walau sekecil apapun kenapa di negeri kita tidak bisa?
Kalau dikatakan masyarakat secara umum (tapi tidak semuanya) tidak peduli
dengan istilah dosa yang seharusnya menjadi pertanyaan adalah mengapa
demikian.Apakah ada yang salah dengan metode dakwah yang selama ini
dijalankan?Apakah manhaj dakwah ini menyelisihi  manhaj dakwah Rasulullah
Shalallahu 'alaihi wa salam?
     Dimana kaum Muslimin menempatkan Allah di hati mereka?Dimana rasa
kedekatan dengan Allah?Diawasi dan diperhatikan oleh-Nya?
     Seharusnya "Dakwah Tauhid", inilah yang harus dicanangkan terlebih
dahulu dicanangkan, syariat dasar yang harusnya ditegakkan di hati manusia
dan disetiap jengkal negeri, sebelum berbagai cabang-2 yang pada dasarnya
merupakan konsekwensi dari sikap Tauhid yang benar.

Wallahu al-musta'an

>From: "Nasrullah Idris" <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: <[EMAIL PROTECTED]>
>To: "** MILIS UNDIP" <[EMAIL PROTECTED]>, "** MILIS UNAIR"
><[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: [UNDIP] Berjualan di Masjid tanpa Ditunggui. Sejauh Mana
>Keamanannya?
>Date: Tue, 10 Sep 2002 10:40:21 +0700
>
>      Suasana bisnis di Masjid Al-Falaah di Berlin (milik warga Indonesia)

>rasanya sungguh menarik.
>      Di sana setiap hari Jum'at dan Ahad ada warung makanan tanpa
>ditunggui. Harga sudah tampak di
>dinding. Siapa pun boleh mengambilnya sendiri kemudian memasukkan uang ke
>dalam kotak penyimpanan.
>Kalau perlu sekalian pengembaliannya. Jadi terserah, mau nyolong atau mau
>bayar.
>      Tetapi kenyataannya, pihak DKM selalu memperoleh untung besar.
>Kebanyakan pembelinya adalah
>mahasiswa dan remaja. Lainnya karyawan KBRI. Pada mereka seperti sudah
>tertanam sikap berat hati
>untuk mengambil barang tanpa bayar meskipun tidak dilihat oleh siapa pun.
>      Nah, kira-kira sejauh mana keamanaannya jika bisnis semacam itu
>dilakukan di sekitar masjid di
>tanah air? Mohon dong komentarnya! Terima kasih.
>
>Wassalam,
>
>Nasrullah Idris
>
>
>
>
>---------------------------------------------------------------------
>Milis Archive: http://archive.undip.ac.id
>to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #103
>DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList              http://www.undip.ac.id




_________________________________________________________________
Join the world's largest e-mail service with MSN Hotmail.
http://www.hotmail.com


---------------------------------------------------------------------
Milis Archive: http://archive.undip.ac.id
to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #104
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList              http://www.undip.ac.id





---------------------------------------------------------------------
Milis Archive: http://archive.undip.ac.id
to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #108
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList              http://www.undip.ac.id


Kirim email ke