yohh wis Lakum dinukum waliyadin Pak Sam.
Buktikan bahwa nanti nabi Isa akan turun kembali ke bumi, untuk meluruskan ajarannya, karena beliau BELUM MENINGGAL APALAGI DI SALIB. Bahkan Nabi Isa akan makmum sholat/berdiri di belakang Imam Mahdi pada saat kejayaan islam yang terakhir sebelum kiamat tiba.
Ndak percaya.... silakan saja
 
Kok hari ini tidak ada diskusi atau tanggapan panas tentang lacurnya demokrasi ya?
atau mau kita sudahi?


samuel <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
semoga bermanfaat.

Matius 24:14
Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di
seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu
barulah tiba kesudahannya."
==================

THE PASSION OF THE CHRIST
Pengantar:
Rabu Abu ( Katolik ) 25 Februari 2004 diperingati dengan
pemutaran film 'THE PASSION OF THE CHRIST' secara serempak di 2.000 gedung
bioskop di Amerika Serikat dan Australia. Apa keistimewaan film yang
disutradarai oleh Mel Gibson sehingga sangat mengesankan Paus Yohanes
Paulus II dan membuat Billy Graham menitikkan air mata ini?

Menurut harian Kompas
edisi Senin 16 Februari 2004, orang Yahudi menuduh film ini mengobarkan
semangat anti-semit ( anti Yahudi ) melalui penggambaran betapa jahat
perlakuan kaum Yahudi kepada Yesus sehingga Yesus harus mengalami
penderitaan yang begitu hebat bahkan sampai mati diatas kayu salib.

Disamping itu majalah NEWSWEEK juga memberitakan terjadinya beberapa
mujizat yang terkait dengan film ini, termasuk pengalaman bintang film
James
Caviezel, 35, yang tersambar petir namun bisa menyelesaikan pembuatan film
ini.(PW)

The Passion of The Christ (= Sengsara Kristus ) menceriterakan tentang 12
jam terakhir kehidupan Tuhan Yesus sebelum akhirnya mati diatas kayu
salib.
Yang membuat film ini berbeda dengan film-film Yesus lainnya adalah
penggambaran secara detail penderitaan Yesus yang begitu memilukan
sehingga tubuhNya hancur luluh bermandikan darah. Produser Mel Gibson
terkenal
melalui film Lethal Weapons dan Brave Heart ) sempat mengemukakan
alasannya,"Saya ingin menggambarkan betapa dahsyatnya penderitaan Yesus
sehingga penonton menyadari penderitaan macam apa yang dialami Yesus. Film
ini sangat penuh dengan kekerasan, sehingga jika anda tidak suka ( melihat
Yesus disiksa sedemikian rupa ) sebaiknya jangan menonton. Atau jika anda
ingin keluar pada saat film baru setengah main, silakan!" Tetapi Mel pun
sempat menambahkan argumen lain tentang filmnya,"The Passion of The Christ
bercerita tentang iman, harapan, kasih dan pengampunan."

Terlepas dari kometar DR. Billy Graham yang menyatakan bahwa "The
Passion of The Christ merupakan kotbah seumur hidup dalam satu film",
banyak orang Yahudi merasa ketakutan bakal berkobarnya lagi semangat
anti-semit (anti Yahudi )
gara-gara film ini. Belum hilang dalam ingatan mereka
bagaimana Hitler secara kejam mencoba melenyapkan bangsa Yahudi dari atas
muka bumi pada masa Perang Dunia II yang lalu. Pertanyaan: 'Siapa
sesungguhnya yang membunuh Yesus?' apabila ditinjau dari fakta sejarah
menunjukkan bahwa kekaisaran Romawilah pelakunya. Sementara dari sudut
theologi, dosa seisi dunia yang mengakibatkan Yesus mati di atas kayu
salib.

Namun dalam film ini diperlihatkan bagaimana Kayafas, imam agung Yahudi
memimpin massa yang begitu kesetanan menuntut agar Yesus disalibkan!
Untung, akhirnya Mel Gibson memutuskan untuk membuang adegan yang
memperlihatkan
bangsa Yahudi yang haus darah berteriak:"Ia harus disalibkan! Biarlah
darahNya ditanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami!" ( Mat 27:25 )

Dibuat berdasarkan ke empat Injil ( Matius, Markus, Lukas dan Yohanes ),
film senilai USD $ 25 juta ( Rp. 210 milyar ) ini mengambil lokasi di
Matera - Roma, Itali dan dibintangi antara lain oleh James Caviezel sebagai
Yesus
Maia Morgenstern ( Maria ibu Yesus), Hristo Jivkov ( Yohanes ) serta Monica
Bellucci (Maria Magdalena).

Percakapan dalam film ini menggunakan bahasa Latin dan Aram, sehingga
mencantumkan sub-titel bahasa Inggris. Adapun fokus dari film ini adalah
12 jam terakhir kehidupan Yesus yang diselingi beberapa adegan kilas balik
masa kecil Yesus, penduduk Yerusalem sedang mengelu-elukan Yesus yang naik
seekor keledai, kotbah di bukit dan perjamuan terakhir. Adegan penangkapan,
penahanan, penyiksaan serta penyaliban Yesus diperlihatkan dengan begitu
jelas, sangat detail dan terlalu kejam sehingga dikategorikan sebagai
R-rated (=Restricted = hanya boleh ditonton oleh orang dewasa, Penyunting).

Salah satu mata Yesus tidak bisa melihat karena tertutup kelopak matanya
yang membengkak akibat pukulan ketika Ia diseret dari taman Getsemani.
Siksaan prajurit-prajurit Romawi, perjalanan panjang menuju bukit Golgota
dengan kayu salib di atas bahuNya, dan pemakuan tangan serta kaki Yesus di
kayu salib ditayangkan dengan begitu sabar dan cukup lama. Pengaruh adegan
kekerasan ini pada awalnya membuat shock, lalu mencekam, dan pada akhirnya
memaksa penonton berfikir bagaimana sesorang masih sanggup bertahan hidup
dibawah siksaan jasmani yang begitu berat. Memang ada juga adegan lembut
dari Maria Ibu Yesus dan Maria Magdalena. Ketika Yesus berseru diatas kayu
salib,'Sudah genap!"; ibunya, yang menyaksikan anaknya yang disiksa
dengan brutal menghembuskan nafas terakhir, berbisik lirih,"Amin."

Dalam beberapa interview, Mel Gibson menceritakan kejadian-kejadian yang
mengagetkan, bahkan mujizat-mujizat yang terjadi selama pembuatan
film."Banyak perkara supra natural terjadi. Contohnya, orang-orang
disembuhkan dari penyakit; beberapa disembuhkan pendengaran dan
penglihatannya. Ada orang yang kena kilat waktu kami sedang membuat film
penyaliban, tetapi dia langsung berdiri dan melanjutkan pekerjaannya.
Kuasa dari naskah filmnya sendiri sangat menarik. Misalnya, kasus seorang
perempuan berusia 6 tahun, anak dari crew film. Anak perempuan ini selama
sebulan terakhir tidak lagi mengalami serangan epilepsi / ayan. Padahal
sebelumnya ia mengalami serangan sampai 50x sehari. Lalu ketika
pengambilan adegan Yesus menyerahkan nyawanya, diaturlah cahaya terang
kilat
(lightning) meliputi bumi. Saat itu, banyak crew dan pemain film melihat
cahaya
tersebut sangat terang, melebihi kapasitas cahaya yang ditargetkan.
Seketika
itu
juga banyak crew dan pemain yang tersentuh hatinya dan bertobat. Begitu
pula
saat pembuatan film tersebut, banyak orang sekitar yang menonton sehingga
mereka BERTOBAT dan DISEMBUHKAN! Gibson sangat kagum bagaimana film ini
telah
menjamah hampir semua aktor dan artis dalam cara yang menyentuh dan secara
pribadi.

Di Australia, Grace Sihombing yang menyaksikan tayangan TV tentang
pembuatan film The Passion of The Christ juga mengalami hal yang begitu
luar biasa:
"Saya baru nonton 'Making the Passion of the Christ', semacam 'behind the
scene on how the movie was made' (=apa yang terjadi dibalik pembuatan
film).
Tiba-tiba Roh Kudus menguasai saya dan saya menangis sementara menyaksikan
cuplikan film serta komentar para crew dan pemain.
Ketika memandang salib yang tergantung di dinding kamar, saya berseru
kepada Tuhan:
"Crucify me Lord, crucify my flesh so I may live!" (=Salibkan aku Tuhan,
salibkan tubuhku supaya aku hidup!). Baru melihat cuplikan adegannya saja
sudah membuat seseorang bertobat. Sungguh suatu karya yang diberkati dan
dipakai Tuhan.

Bagimana halnya dengan komentar tokoh-tokoh kristen tentang film 'The
Passion of The Christ'? Banyak orang yang sempat menyaksikan film ini
berkata bahwa 'The Passion of The Christ' bukan sekedar film, melainkan
suatu pengalaman. Suatu pengalaman yang harus dibagikan kepada orang lain!

Rick Warren, pendeta dari gereja Saddleback Valley Community dan penulis
buku The Purpose Driven Life berkata,"Saya tidak bisa membayangkan film
lain yang telah membuat saya begitu bersukacita dalam 20 tahun terakhir."
Pastor Warren mempromosikan film ini di gerejanya dan sudah memborong
18.000
tiket ( bandingkan dengan jemaat di gereja kita masing-masing, Penyunting).

Pada umumnya, pastor / gembala adalah orang yang paling akhir menyarankan
jemaatnya untuk nonton film yang masuk kategori Restricted (=Terbatas
untuk penonton dewasa, Penyunting), tapi kali ini kebiasaan tersebut tidak
berlaku.

Don George, pastor dari Calvary Temple of Irving, Texas berkata,"Saya
sarankan anda menonton film yang masuk kategori R-rated ini."
Banyak umat Tuhan melihat bahwa melalui film 'The Passion of The Christ'
akan terbuka kesempatan menjangkau orang-orang yang selama ini belum
pernah mendengar nama Yesus.

Pastor Dan Marler dari Oak Lawn First Church of God
berkata,"Film ini menimbulkan gelombang tsunami yang akan memacu
orang-orang tertarik kepada pribadi Yesus."

Outreach, sebuah perusahaan Kristen, menangani pemasaran film ini. Tidak
cuma sekedar sebuah film, melainkan juga sarana penginjilan. Perusahaan ini
menggunakan semua jenis alat promosi seperti gantungan pintu sampai
poster.
Bahkan NASCAR ( organisasi lomba balap mobil Amerika Serikat, Penyunting )
ikut-ikutan hanyut dalam kehebohan 'The Passion of The Christ'. Dalam
lomba Daytona 500, kap mesin mobil Bobby Labonte nomer 18 ditempeli iklan
film
ini.

Jemaat gerejapun sudah ada yang ancang-ancang memenangkan jiwa melalui
film ini. Harmony Moses, jemaat gereja Baptis Prestonwood berkata,"Saya
sudah
mendapatkan beberapa nama yang akan saya doakan dengan sungguh-sungguh
supaya mereka mau pergi nonton bersama kami. Siapa tahu akan terjadi
perubahan mendasar dalam hidup mereka?"

Pastor Ted Haggard, presiden Asosiasi Penginjilan Nasional sekaligus
gembala
New Life Church yang gerejanya dipakai untuk memutar film 'The Passion of
The Christ' didepan 800 pendeta Kristen, berkata,"Kami sama sekali tidak
meragukan. Kami telah menyaksikan film yang begitu akurat menggambarkan
apa yang tertulis di dalam alkitab. Selama 18 tahun saya menggembalakan
New
Life Church, sudah ada ratusan bahkan ribuan orang yang berdiri di mimbar
sebagai pembicara. Tapi saya belum pernah melihat rasa takut dan hormat
akan Tuhan, kerendahan hati dan perasaan berdosa yang begitu mendalam ada
di
atas mimbar seperti yang saya lihat ketika Mel Gibson berdiri di sana
sebagai
pembicara."

100 pemimpin Kristen lain sempat berkumpul di Burbank, California untuk
menyaksikan tayangan khusus 'The Passion of The Christ'. Dr. Paul Cedar,
pejabat Mission America Coalition ( MAC- peng-organisir pertemuan ini )
sangat percaya bahwa film ini memberi kesempatan yang begitu besar kepada
umat Kristen Amerika untuk memperkenalkan Yesus kepada masyarakat."Puluhan
ribu orang akan datang untuk percaya kepada Yesus melalui film 'The
Passion' ini."

Major Charles F. Gillies, Jr., sekretaris penginjilan, doa dan rohani dari
Bala Keselamatan wilayah barat Amerika berkata,"Film ini terlalu kejam
tetapi realistis -bila hal ini tetap tidak menyentuh hati seseorang, saya
tidak tahu hal apa lagi yang bisa bikin seseorang bertobat."

Rev. Wayne Pederson, presiden MAC berkata bahwa film 'The Passion' bisa
jadi merupakan sarana penginjilan yang paling kuat yang ada dipasaran
karena
"hari yang paling penting dalam sejarah adalah hari dimana Yesus mati
di atas kayu salib untuk menanggung dosa seisi dunia. 'Sengsara Yesus'
secara
efektif dan kuat mengungkapkan harga mahal yang harus dibayar oleh Anak
Manusia atas ketidak taatan kita."

Lebih dari 5.000 pendeta dan pemimpin Kristen yang mewakili lebih dari 80
denominasi dari 43 negara sempat bertatap muka dengan Mel Gibson serta
menyaksikan 'The Passion of The Christ'dalam konferensi Global Pastors
Network (GPN) yang diselenggarakan pada 21 - 23 Januari 2004 di Calvary
Assembly, Orlando. GPN merupakan gabungan pelayanan Kristen yang bekerja
sama untuk melatih, memperlengkapi, dan membantu hamba-hamba Tuhan di
seluruh dunia. Pertemuan selama 3 hari tersebut berpusat pada topik
pembahasan "Tujuh langkah menuju pelayanan yang maksimal" yang dimaksud
agar bisa menolong para gembala bekerja lebih efektif. Pembicara dalam
konferensi ini antara lain D. James Kennedy, pendiri Evangelism Explosion;
Reinhard Bonnke, pendiri Christ for All Nations (Kristus Bagi Segala
Bangsa); Kay Arthur, pendiri Precept Ministries; Jack Graham, presiden
Southern Baptist Convention; Bishop Eddie Long, pastor New Birth
Cathedral; Tommy Barnett, penulis dan pastor; Ted Haggard, presiden
National
Association of Evangelicals; Chuck Norris, actor sekaligus juru bicara
Max.com; serta Bishop David
Oyedepo of Nigeria. Dr. Erwin Lutzer, pastor Moody Church di Chicago
menambahkan,"Kita yang
sering skeptis / tidak percaya ( dengan apa yang dihasilkan Hollywood )
benar-benar merasa disegarkan dan diberkati karena bisa menyaksikan film
Mel
Gibson ini."

"Film ini tidak malu mengungkapkan kebenaran ", kata pastor Sunday Adelaje
dari Kiev, Ukraina ( dulu bagian dari Uni Soviet )."Saya sudah berkotbah
selama 20 tahun dan tidak pernah melihat kisah tentang penderitaan dan
penebusan yang diceriterakan dengan begitu meyakinkan seperti yang
dilakukan oleh Mel Gibson. Film ini tidak hanya akan merubah hidup, tetapi
juga akan
merubah gereja, merubah bangsa dan merubah dunia!"

"Setiap orang Kristen harus menonton film ini', kata Rick Joyner" The
Passion of The Christ memiliki kuasa untuk membawa perubahan dalam
kekristenan. Ada urapan dan kuasa dalam film ini. Bahkan sebelum saya
menyaksikannya, saya tahu bahwa film ini mempunyai kuasa untuk mulai
merubah kekristenan. Memang kedengarannya terlalu dilebih-lebihkan, tetapi
saya
percaya bahwa hal ini akan menjadi kenyataan. Merupakan doaku yang
sungguh-sungguh agar setiap orang Kristen bisa menonton film ini."

Mari kita berdoa untuk film ini agar tidak dicekal di negara manapun di
dunia ini, karena akan membawa tuaian yang sangat sangat sangat banyak.
Injil akan diberitakan ke seluruh dunia melalui 'The Passion of The
Christ".(PW)



--------------------------------------------------------------------------
Milis Archive: http://archive.undip.ac.id - Forum: http://forum.undip.ac.id
to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #1422
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id



Muhamad Thohar Arifin, MD
Dept of Neurosurgery, Hiroshima University Japan
1-2-3 Kasumi Minami-ku Hiroshima Japan 734-8551
81-82-257-5227 fax 81-82-257-5229 home 81-82-264-0502
cell 81-90-6171-6000
[EMAIL PROTECTED]
www.talk.to/thohar or www.thohar.tk


Do you Yahoo!?
Get better spam protection with Yahoo! Mail

Kirim email ke