Manakala saya nonton the Passion of the Christ, yang ada dibenak saya bukan 
masalah khotbah agama. Justru disitu Mel Gibson membuktikan bahwa ybs adalah 
seorang produer film yang yahud.

Yang menitikkan air mata adalah sekuel terakhirnya ketika "Jesus" yang 
diperankan James Caviezel disiksa. (Perdebatan disini terjadi. Kalau menurut 
Islam yang dipaksa membawa salib itu bukan Jesus. Sementara kalangan 
mengatakan itu sebenarnya Judas sang pengkhianat.)

Namun lebih dari itu, bagi saya, nonton the passion of the christ itu bukan 
apa-apa selain untuk mengisi waktu luang saja. Saya anggap entertainment. 
Pesan agama nya mungkin nggak begitu tertangkap efeknya. Nggak ngaruh sebab 
bahasanya pakai bahasa Hebrew (kata teman saya. Namun kata Mel Gibson Armaik 
dan Latin). Bahasa Inggris hanya jadi sub title. Karena kebiasaan saya yang 
jarang ngikuti subtitle ketika nonton film ya akhirnya the Passion of the 
Christ menjadi film ala Charlie Chaplin saja. (Entahlah mau nonton lagi atau 
nggak ya enaknya).

Saya pikir kalau belum nonton filmnya nggak usah berkomentar yang nggak-nggak 
dulu sebab akan berbeda. Contohnya tuduhan Newsweek bahwa film itu akan 
mengobarkan sentimen anti semit. Ternyata tuduhan itu nggak terbukti. Bahkan 
seorang Rabi Yahudi di Halifax ketika diwawancarai TV lokal justru heran 
dimana anti semitnya. Jadi janganlah terjebak pada tulisan di koran yang 
ternyata sudah "biased".

Dibandingkan dengan Harry Potter, film Mel Gibson ini hanya rame di media 
namun nggak akan rame di bioskop.

Itu saja deh.

Salam dari Halifax,

IW

>===== Original Message From <[EMAIL PROTECTED]> =====
>semoga bermanfaat.
>
>Matius 24:14
>Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di
>seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu
>barulah tiba kesudahannya."
>==================
>
> THE PASSION OF THE CHRIST
> Pengantar:
> Rabu Abu ( Katolik ) 25 Februari 2004 diperingati dengan
> pemutaran film 'THE PASSION OF THE CHRIST' secara serempak di 2.000 gedung
> bioskop di Amerika Serikat dan Australia. Apa keistimewaan film yang
> disutradarai oleh Mel Gibson sehingga sangat mengesankan Paus Yohanes
> Paulus II dan membuat Billy Graham menitikkan air mata ini?
>
> Menurut harian Kompas
> edisi Senin 16 Februari 2004, orang Yahudi menuduh film ini mengobarkan
> semangat anti-semit ( anti Yahudi ) melalui penggambaran betapa jahat
> perlakuan kaum Yahudi kepada Yesus sehingga Yesus harus mengalami
> penderitaan yang begitu hebat bahkan sampai  mati diatas kayu salib.
>
>Disamping itu majalah NEWSWEEK juga memberitakan terjadinya beberapa
> mujizat yang terkait dengan film ini, termasuk pengalaman bintang film
>James
> Caviezel, 35, yang tersambar petir namun bisa menyelesaikan pembuatan film
> ini.(PW)
>
> The Passion of  The Christ (= Sengsara Kristus ) menceriterakan tentang 12
> jam terakhir kehidupan Tuhan Yesus sebelum akhirnya mati diatas kayu
> salib.
> Yang membuat film ini berbeda dengan film-film Yesus lainnya adalah
> penggambaran secara detail penderitaan Yesus yang begitu memilukan
> sehingga tubuhNya hancur luluh bermandikan darah.  Produser Mel Gibson
>  terkenal
> melalui film Lethal Weapons dan Brave Heart ) sempat mengemukakan
> alasannya,"Saya ingin menggambarkan betapa dahsyatnya penderitaan Yesus
> sehingga penonton menyadari penderitaan macam apa yang dialami Yesus. Film
> ini sangat penuh dengan kekerasan, sehingga jika anda tidak suka ( melihat
> Yesus disiksa sedemikian rupa ) sebaiknya jangan menonton. Atau jika anda
> ingin keluar pada saat film baru setengah main, silakan!" Tetapi Mel pun
> sempat menambahkan argumen lain tentang filmnya,"The Passion of The Christ
> bercerita tentang iman, harapan, kasih dan pengampunan."
>
> Terlepas dari kometar DR. Billy Graham yang menyatakan bahwa "The
> Passion of The Christ merupakan kotbah seumur hidup dalam satu film",
> banyak orang Yahudi merasa ketakutan bakal berkobarnya lagi semangat
> anti-semit (anti Yahudi )
> gara-gara film ini. Belum hilang dalam ingatan mereka
> bagaimana Hitler secara kejam mencoba melenyapkan bangsa Yahudi dari atas
> muka bumi pada masa Perang Dunia II yang lalu.  Pertanyaan: 'Siapa
> sesungguhnya yang membunuh Yesus?' apabila ditinjau dari fakta sejarah
> menunjukkan bahwa kekaisaran Romawilah pelakunya. Sementara dari sudut
> theologi, dosa seisi dunia yang mengakibatkan Yesus mati di atas kayu
> salib.
>
> Namun dalam film ini diperlihatkan bagaimana Kayafas, imam agung Yahudi
> memimpin massa yang begitu kesetanan menuntut agar Yesus disalibkan!
> Untung, akhirnya Mel Gibson memutuskan untuk membuang adegan yang
> memperlihatkan
>bangsa Yahudi yang haus darah berteriak:"Ia harus disalibkan!  Biarlah
> darahNya ditanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami!" ( Mat 27:25 )
>
> Dibuat berdasarkan ke empat Injil ( Matius, Markus, Lukas dan Yohanes ),
> film senilai USD $ 25 juta ( Rp. 210 milyar ) ini mengambil lokasi di
> Matera - Roma, Itali dan dibintangi antara lain oleh James Caviezel sebagai
> Yesus
> Maia Morgenstern ( Maria ibu Yesus), Hristo Jivkov ( Yohanes ) serta Monica
> Bellucci (Maria Magdalena).
>
> Percakapan dalam film ini menggunakan bahasa Latin dan Aram, sehingga
> mencantumkan sub-titel bahasa Inggris. Adapun fokus dari film ini adalah
> 12 jam terakhir kehidupan Yesus yang diselingi beberapa adegan kilas balik
> masa kecil Yesus, penduduk Yerusalem sedang mengelu-elukan Yesus yang naik
> seekor keledai, kotbah di bukit dan perjamuan terakhir. Adegan penangkapan,
> penahanan, penyiksaan serta penyaliban Yesus diperlihatkan dengan begitu
> jelas, sangat detail dan terlalu kejam sehingga dikategorikan sebagai
> R-rated (=Restricted = hanya boleh ditonton oleh orang dewasa, Penyunting).
>
> Salah satu mata Yesus tidak bisa melihat karena tertutup kelopak matanya
> yang membengkak akibat pukulan ketika Ia diseret dari taman Getsemani.
>Siksaan prajurit-prajurit Romawi, perjalanan panjang menuju bukit Golgota
> dengan kayu salib di atas bahuNya, dan pemakuan tangan serta kaki Yesus di
> kayu salib ditayangkan dengan begitu sabar dan cukup lama. Pengaruh adegan
> kekerasan ini pada awalnya membuat shock, lalu mencekam, dan pada akhirnya
> memaksa penonton berfikir bagaimana sesorang masih sanggup bertahan hidup
> dibawah siksaan jasmani yang begitu berat. Memang ada juga adegan lembut
> dari Maria Ibu Yesus dan Maria Magdalena. Ketika Yesus berseru diatas kayu
> salib,'Sudah genap!"; ibunya,  yang menyaksikan anaknya yang disiksa
> dengan brutal menghembuskan nafas terakhir, berbisik lirih,"Amin."
>
> Dalam beberapa interview, Mel Gibson menceritakan kejadian-kejadian yang
> mengagetkan, bahkan mujizat-mujizat yang terjadi selama pembuatan
> film."Banyak perkara supra natural terjadi.  Contohnya, orang-orang
> disembuhkan dari penyakit; beberapa disembuhkan pendengaran dan
> penglihatannya. Ada orang yang kena kilat waktu kami sedang membuat film
> penyaliban, tetapi dia langsung berdiri dan melanjutkan pekerjaannya.
> Kuasa dari naskah filmnya sendiri sangat menarik. Misalnya, kasus seorang
> perempuan berusia 6 tahun, anak dari crew film. Anak perempuan ini selama
> sebulan terakhir tidak lagi mengalami serangan epilepsi / ayan.  Padahal
> sebelumnya ia mengalami serangan sampai 50x sehari. Lalu ketika
> pengambilan adegan Yesus menyerahkan nyawanya, diaturlah cahaya terang
>kilat
> (lightning) meliputi bumi. Saat itu, banyak crew dan pemain film melihat
> cahaya
> tersebut sangat terang, melebihi kapasitas cahaya yang ditargetkan.
>Seketika
> itu
> juga banyak crew dan pemain yang tersentuh hatinya dan bertobat. Begitu
>pula
> saat pembuatan film tersebut, banyak orang sekitar yang menonton sehingga
> mereka BERTOBAT dan DISEMBUHKAN! Gibson sangat kagum bagaimana film ini
> telah
> menjamah hampir semua aktor dan artis dalam cara yang menyentuh dan secara
> pribadi.
>
> Di Australia, Grace Sihombing yang menyaksikan tayangan TV tentang
> pembuatan film The Passion of  The Christ juga mengalami hal yang begitu
> luar biasa:
> "Saya baru nonton 'Making the Passion of the Christ', semacam 'behind the
> scene on how the movie was made' (=apa yang terjadi dibalik pembuatan
>film).
> Tiba-tiba Roh Kudus menguasai saya dan saya menangis sementara menyaksikan
> cuplikan film serta komentar para crew dan pemain.
> Ketika memandang salib yang tergantung di dinding kamar, saya berseru
> kepada Tuhan:
> "Crucify me Lord, crucify my flesh so I may live!" (=Salibkan aku Tuhan,
> salibkan tubuhku supaya aku hidup!). Baru melihat cuplikan adegannya saja
> sudah membuat seseorang bertobat. Sungguh suatu karya yang diberkati dan
> dipakai Tuhan.
>
> Bagimana halnya dengan komentar tokoh-tokoh kristen tentang film 'The
> Passion of The Christ'? Banyak orang yang sempat menyaksikan film ini
> berkata bahwa 'The Passion of The Christ' bukan sekedar film, melainkan
> suatu pengalaman. Suatu pengalaman yang harus dibagikan kepada orang lain!
>
> Rick Warren, pendeta dari gereja Saddleback Valley Community dan penulis
> buku The Purpose Driven Life berkata,"Saya tidak bisa membayangkan film
> lain yang telah membuat saya begitu bersukacita dalam 20 tahun terakhir."
> Pastor Warren mempromosikan film ini di gerejanya dan sudah memborong
>18.000
> tiket ( bandingkan dengan jemaat di gereja kita masing-masing, Penyunting).
>
> Pada umumnya, pastor / gembala adalah orang yang paling akhir menyarankan
> jemaatnya untuk nonton film yang masuk kategori Restricted (=Terbatas
> untuk penonton dewasa, Penyunting), tapi kali ini kebiasaan tersebut tidak
> berlaku.
>
> Don George, pastor dari Calvary Temple of Irving, Texas berkata,"Saya
> sarankan anda menonton film yang masuk kategori R-rated ini."
> Banyak umat Tuhan melihat bahwa melalui film 'The Passion of The Christ'
> akan terbuka kesempatan menjangkau orang-orang yang selama ini belum
> pernah mendengar nama Yesus.
>
> Pastor Dan Marler  dari Oak Lawn First Church of God
> berkata,"Film ini menimbulkan gelombang tsunami yang akan memacu
> orang-orang tertarik kepada pribadi Yesus."
>
> Outreach, sebuah perusahaan Kristen, menangani pemasaran film ini. Tidak
> cuma sekedar sebuah film, melainkan juga sarana penginjilan. Perusahaan ini
> menggunakan semua jenis alat promosi seperti gantungan pintu sampai
> poster.
> Bahkan NASCAR ( organisasi lomba balap mobil Amerika Serikat, Penyunting )
> ikut-ikutan hanyut dalam kehebohan 'The Passion of The Christ'. Dalam
> lomba Daytona 500, kap mesin mobil Bobby Labonte nomer 18 ditempeli iklan
> film
> ini.
>
> Jemaat gerejapun sudah ada yang ancang-ancang memenangkan jiwa melalui
> film ini. Harmony Moses, jemaat gereja Baptis Prestonwood berkata,"Saya
> sudah
> mendapatkan beberapa nama yang akan saya doakan dengan sungguh-sungguh
> supaya mereka mau pergi nonton bersama kami. Siapa tahu akan terjadi
> perubahan mendasar dalam hidup mereka?"
>
> Pastor Ted Haggard, presiden Asosiasi Penginjilan Nasional sekaligus
>gembala
> New Life Church yang gerejanya dipakai untuk memutar film 'The Passion of
> The Christ' didepan 800 pendeta Kristen, berkata,"Kami sama sekali tidak
> meragukan. Kami telah menyaksikan film yang begitu akurat menggambarkan
> apa yang tertulis di dalam alkitab.  Selama 18 tahun saya menggembalakan
>New
> Life Church, sudah ada ratusan bahkan ribuan orang yang berdiri di mimbar
> sebagai pembicara. Tapi saya belum pernah melihat rasa takut dan hormat
> akan Tuhan, kerendahan hati dan perasaan berdosa yang begitu mendalam ada
>di
> atas mimbar seperti yang saya lihat ketika Mel Gibson berdiri di sana
> sebagai
> pembicara."
>
> 100 pemimpin Kristen lain sempat berkumpul di Burbank, California untuk
> menyaksikan tayangan khusus 'The Passion of The Christ'. Dr. Paul Cedar,
> pejabat Mission America Coalition ( MAC- peng-organisir pertemuan ini )
> sangat percaya bahwa film ini memberi kesempatan yang begitu besar kepada
> umat Kristen Amerika untuk memperkenalkan Yesus kepada masyarakat."Puluhan
> ribu orang akan datang untuk percaya kepada Yesus melalui film 'The
> Passion' ini."
>
> Major Charles F. Gillies, Jr., sekretaris penginjilan, doa dan rohani dari
> Bala Keselamatan wilayah barat Amerika berkata,"Film ini terlalu kejam
> tetapi realistis -bila hal ini  tetap tidak menyentuh hati seseorang, saya
> tidak tahu hal apa lagi yang bisa bikin seseorang bertobat."
>
> Rev. Wayne Pederson, presiden MAC berkata bahwa film 'The Passion' bisa
> jadi merupakan sarana penginjilan yang paling kuat yang ada dipasaran
>karena
> "hari yang paling penting dalam sejarah adalah hari dimana Yesus mati
> di atas kayu salib untuk menanggung dosa seisi dunia. 'Sengsara Yesus'
> secara
> efektif dan kuat mengungkapkan harga mahal yang harus dibayar oleh Anak
> Manusia atas ketidak taatan kita."
>
> Lebih dari 5.000 pendeta dan pemimpin Kristen yang mewakili lebih dari 80
> denominasi dari 43 negara sempat bertatap muka dengan Mel Gibson serta
> menyaksikan 'The Passion of  The Christ'dalam konferensi Global Pastors
> Network (GPN) yang diselenggarakan pada 21 - 23 Januari 2004 di Calvary
> Assembly, Orlando. GPN merupakan gabungan pelayanan Kristen yang bekerja
> sama untuk melatih, memperlengkapi, dan membantu hamba-hamba Tuhan di
> seluruh dunia. Pertemuan selama 3 hari tersebut berpusat pada topik
> pembahasan "Tujuh langkah menuju pelayanan yang maksimal" yang dimaksud
> agar bisa menolong para gembala bekerja  lebih efektif. Pembicara dalam
> konferensi ini antara lain D. James Kennedy, pendiri  Evangelism Explosion;
> Reinhard Bonnke, pendiri Christ for All Nations (Kristus Bagi Segala
> Bangsa); Kay Arthur, pendiri Precept Ministries; Jack Graham, presiden
> Southern Baptist Convention; Bishop Eddie Long, pastor New Birth
> Cathedral; Tommy Barnett, penulis dan pastor; Ted Haggard, presiden
>National
> Association of Evangelicals; Chuck Norris, actor sekaligus juru bicara
> Max.com; serta Bishop David
> Oyedepo of Nigeria. Dr. Erwin Lutzer, pastor Moody Church di Chicago
> menambahkan,"Kita yang
> sering skeptis / tidak percaya ( dengan apa yang dihasilkan Hollywood )
> benar-benar merasa disegarkan dan diberkati karena bisa menyaksikan film
>Mel
> Gibson ini."
>
> "Film ini tidak malu mengungkapkan kebenaran ", kata pastor Sunday Adelaje
> dari Kiev, Ukraina ( dulu bagian dari Uni Soviet )."Saya sudah berkotbah
> selama 20 tahun dan tidak pernah melihat kisah tentang penderitaan dan
> penebusan yang diceriterakan dengan begitu meyakinkan seperti yang
> dilakukan oleh Mel Gibson. Film ini tidak hanya akan merubah hidup, tetapi
> juga akan
> merubah gereja, merubah bangsa dan merubah dunia!"
>
> "Setiap orang Kristen harus menonton film ini', kata Rick Joyner" The
> Passion of The Christ memiliki kuasa untuk membawa perubahan dalam
> kekristenan. Ada urapan dan kuasa dalam film ini. Bahkan sebelum saya
> menyaksikannya, saya tahu bahwa film ini mempunyai kuasa untuk mulai
> merubah kekristenan. Memang kedengarannya terlalu dilebih-lebihkan, tetapi
> saya
> percaya bahwa hal ini akan menjadi kenyataan. Merupakan doaku yang
> sungguh-sungguh agar setiap orang Kristen bisa menonton film ini."
>
> Mari kita berdoa untuk film ini agar tidak dicekal di negara manapun di
> dunia ini, karena akan membawa tuaian yang sangat sangat sangat banyak.
> Injil akan diberitakan ke seluruh dunia melalui 'The Passion of The
> Christ".(PW)
>
>
>
>--------------------------------------------------------------------------
>Milis Archive: http://archive.undip.ac.id - Forum: http://forum.undip.ac.id
>to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #1422
>DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList              http://www.undip.ac.id


--------------------------------------------------------------------------
Milis Archive: http://archive.undip.ac.id - Forum: http://forum.undip.ac.id
to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #1433
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList              http://www.undip.ac.id


Kirim email ke