|
Sore Pak,
boleh minta referensi (dasar hukum)
nya?
btw, you wrote:
pada saat kejayaan islam yang terakhir sebelum
kiamat tiba.
saya (memang) tidak percaya, sebab:
Yesaya
21:13
Ucapan ilahi terhadap Arabia. Di belukar di Arabia kamu akan bermalam,
hai
kafilah-kafilah orang
Dedan!
21:14
Hai penduduk tanah Tema, keluarlah, bawalah air kepada orang
yang
haus, pergilah, sambutlah orang pelarian dengan
roti!
21:15
Sebab mereka melarikan diri terhadap pedang, ya terhadap pedang
yang
terhunus, terhadap busur yang dilentur, dan terhadap
kehebatan
peperangan.
21:16
Sebab beginilah firman Tuhan kepadaku: "Dalam setahun lagi,
menurut
masa kerja prajurit upahan, maka segala kemuliaan Kedar akan
habis.
21:17
Dan dari pemanah-pemanah yang gagah perkasa dari bani Kedar,
akan
tinggal sejumlah kecil saja, sebab TUHAN, Allah Israel,
telah
mengatakannya."
Salam
Samuel.
----- Original Message -----
Sent: Friday, February 27, 2004 5:22
PM
Subject: Re: [UNDIP] Film: The Passion of
The Christ
yohh wis Lakum dinukum waliyadin Pak Sam.
Buktikan bahwa nanti nabi Isa akan turun kembali ke bumi, untuk
meluruskan ajarannya, karena beliau BELUM MENINGGAL APALAGI DI SALIB. Bahkan
Nabi Isa akan makmum sholat/berdiri di belakang Imam Mahdi pada saat kejayaan
islam yang terakhir sebelum kiamat tiba.
Ndak percaya.... silakan saja
Kok hari ini tidak ada diskusi atau tanggapan panas tentang lacurnya
demokrasi ya?
atau mau kita sudahi?
samuel <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
semoga
bermanfaat.
Matius 24:14 Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan
di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah
itu barulah tiba kesudahannya." ==================
THE PASSION
OF THE CHRIST Pengantar: Rabu Abu ( Katolik ) 25 Februari 2004
diperingati dengan pemutaran film 'THE PASSION OF THE CHRIST' secara
serempak di 2.000 gedung bioskop di Amerika Serikat dan Australia. Apa
keistimewaan film yang disutradarai oleh Mel Gibson sehingga sangat
mengesankan Paus Yohanes Paulus II dan membuat Billy Graham menitikkan
air mata ini?
Menurut harian Kompas edisi Senin 16 Februari 2004,
orang Yahudi menuduh film ini mengobarkan semangat anti-semit ( anti
Yahudi ) melalui penggambaran betapa jahat perlakuan kaum Yahudi kepada
Yesus sehingga Yesus harus mengalami penderitaan yang begitu hebat bahkan
sampai mati diatas kayu salib.
Disamping itu majalah NEWSWEEK juga
memberitakan terjadinya beberapa mujizat yang terkait dengan film ini,
termasuk pengalaman bintang film James Caviezel, 35, yang tersambar
petir namun bisa menyelesaikan pembuatan film ini.(PW)
The Passion
of The Christ (= Sengsara Kristus ) menceriterakan tentang 12 jam
terakhir kehidupan Tuhan Yesus sebelum akhirnya mati diatas
kayu salib. Yang membuat film ini berbeda dengan film-film Yesus
lainnya adalah penggambaran secara detail penderitaan Yesus yang begitu
memilukan sehingga tubuhNya hancur luluh bermandikan darah. Produser Mel
Gibson terkenal melalui film Lethal Weapons dan Brave Heart ) sempat
mengemukakan alasannya,"Saya ingin menggambarkan betapa dahsyatnya
penderitaan Yesus sehingga penonton menyadari penderitaan macam apa yang
dialami Yesus. Film ini sangat penuh dengan kekerasan, sehingga jika anda
tidak suka ( melihat Yesus disiksa sedemikian rupa ) sebaiknya jangan
menonton. Atau jika anda ingin keluar pada saat film baru setengah main,
silakan!" Tetapi Mel pun sempat menambahkan argumen lain tentang
filmnya,"The Passion of The Christ bercerita tentang iman, harapan, kasih
dan pengampunan."
Terlepas dari kometar DR. Billy Graham yang
menyatakan bahwa "The Passion of The Christ merupakan kotbah seumur hidup
dalam satu film", banyak orang Yahudi merasa ketakutan bakal berkobarnya
lagi semangat anti-semit (anti Yahudi ) gara-gara film ini. Belum
hilang dalam ingatan mereka bagaimana Hitler secara kejam mencoba
melenyapkan bangsa Yahudi dari atas muka bumi pada masa Perang Dunia II
yang lalu. Pertanyaan: 'Siapa sesungguhnya yang membunuh Yesus?' apabila
ditinjau dari fakta sejarah menunjukkan bahwa kekaisaran Romawilah
pelakunya. Sementara dari sudut theologi, dosa seisi dunia yang
mengakibatkan Yesus mati di atas kayu salib.
Namun dalam film ini
diperlihatkan bagaimana Kayafas, imam agung Yahudi memimpin massa yang
begitu kesetanan menuntut agar Yesus disalibkan! Untung, akhirnya Mel
Gibson memutuskan untuk membuang adegan yang memperlihatkan bangsa
Yahudi yang haus darah berteriak:"Ia harus disalibkan! Biarlah darahNya
ditanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami!" ( Mat 27:25
)
Dibuat berdasarkan ke empat Injil ( Matius, Markus, Lukas dan
Yohanes ), film senilai USD $ 25 juta ( Rp. 210 milyar ) ini mengambil
lokasi di Matera - Roma, Itali dan dibintangi antara lain oleh James
Caviezel sebagai Yesus Maia Morgenstern ( Maria ibu Yesus), Hristo
Jivkov ( Yohanes ) serta Monica Bellucci (Maria
Magdalena).
Percakapan dalam film ini menggunakan bahasa Latin dan
Aram, sehingga mencantumkan sub-titel bahasa Inggris. Adapun fokus dari
film ini adalah 12 jam terakhir kehidupan Yesus yang diselingi beberapa
adegan kilas balik masa kecil Yesus, penduduk Yerusalem sedang
mengelu-elukan Yesus yang naik seekor keledai, kotbah di bukit dan
perjamuan terakhir. Adegan penangkapan, penahanan, penyiksaan serta
penyaliban Yesus diperlihatkan dengan begitu jelas, sangat detail dan
terlalu kejam sehingga dikategorikan sebagai R-rated (=Restricted = hanya
boleh ditonton oleh orang dewasa, Penyunting).
Salah satu mata Yesus
tidak bisa melihat karena tertutup kelopak matanya yang membengkak akibat
pukulan ketika Ia diseret dari taman Getsemani. Siksaan prajurit-prajurit
Romawi, perjalanan panjang menuju bukit Golgota dengan kayu salib di atas
bahuNya, dan pemakuan tangan serta kaki Yesus di kayu salib ditayangkan
dengan begitu sabar dan cukup lama. Pengaruh adegan kekerasan ini pada
awalnya membuat shock, lalu mencekam, dan pada akhirnya memaksa penonton
berfikir bagaimana sesorang masih sanggup bertahan hidup dibawah siksaan
jasmani yang begitu berat. Memang ada juga adegan lembut dari Maria Ibu
Yesus dan Maria Magdalena. Ketika Yesus berseru diatas kayu salib,'Sudah
genap!"; ibunya, yang menyaksikan anaknya yang disiksa dengan brutal
menghembuskan nafas terakhir, berbisik lirih,"Amin."
Dalam beberapa
interview, Mel Gibson menceritakan kejadian-kejadian yang mengagetkan,
bahkan mujizat-mujizat yang terjadi selama pembuatan film."Banyak perkara
supra natural terjadi. Contohnya, orang-orang disembuhkan dari penyakit;
beberapa disembuhkan pendengaran dan penglihatannya. Ada orang yang kena
kilat waktu kami sedang membuat film penyaliban, tetapi dia langsung
berdiri dan melanjutkan pekerjaannya. Kuasa dari naskah filmnya sendiri
sangat menarik. Misalnya, kasus seorang perempuan berusia 6 tahun, anak
dari crew film. Anak perempuan ini selama sebulan terakhir tidak lagi
mengalami serangan epilepsi / ayan. Padahal sebelumnya ia mengalami
serangan sampai 50x sehari. Lalu ketika pengambilan adegan Yesus
menyerahkan nyawanya, diaturlah cahaya terang kilat (lightning)
meliputi bumi. Saat itu, banyak crew dan pemain film
melihat cahaya tersebut sangat terang, melebihi kapasitas cahaya yang
ditargetkan. Seketika itu juga banyak crew dan pemain yang
tersentuh hatinya dan bertobat. Begitu pula saat pembuatan film
tersebut, banyak orang sekitar yang menonton sehingga mereka BERTOBAT dan
DISEMBUHKAN! Gibson sangat kagum bagaimana film ini telah menjamah
hampir semua aktor dan artis dalam cara yang menyentuh dan
secara pribadi.
Di Australia, Grace Sihombing yang menyaksikan
tayangan TV tentang pembuatan film The Passion of The Christ juga
mengalami hal yang begitu luar biasa: "Saya baru nonton 'Making the
Passion of the Christ', semacam 'behind the scene on how the movie was
made' (=apa yang terjadi dibalik pembuatan film). Tiba-tiba Roh Kudus
menguasai saya dan saya menangis sementara menyaksikan cuplikan film
serta komentar para crew dan pemain. Ketika memandang salib yang
tergantung di dinding kamar, saya berseru kepada Tuhan: "Crucify me
Lord, crucify my flesh so I may live!" (=Salibkan aku Tuhan, salibkan
tubuhku supaya aku hidup!). Baru melihat cuplikan adegannya saja sudah
membuat seseorang bertobat. Sungguh suatu karya yang diberkati
dan dipakai Tuhan.
Bagimana halnya dengan komentar tokoh-tokoh
kristen tentang film 'The Passion of The Christ'? Banyak orang yang
sempat menyaksikan film ini berkata bahwa 'The Passion of The Christ'
bukan sekedar film, melainkan suatu pengalaman. Suatu pengalaman yang
harus dibagikan kepada orang lain!
Rick Warren, pendeta dari gereja
Saddleback Valley Community dan penulis buku The Purpose Driven Life
berkata,"Saya tidak bisa membayangkan film lain yang telah membuat saya
begitu bersukacita dalam 20 tahun terakhir." Pastor Warren mempromosikan
film ini di gerejanya dan sudah memborong 18.000 tiket ( bandingkan
dengan jemaat di gereja kita masing-masing, Penyunting).
Pada
umumnya, pastor / gembala adalah orang yang paling akhir
menyarankan jemaatnya untuk nonton film yang masuk kategori Restricted
(=Terbatas untuk penonton dewasa, Penyunting), tapi kali ini kebiasaan
tersebut tidak berlaku.
Don George, pastor dari Calvary Temple of
Irving, Texas berkata,"Saya sarankan anda menonton film yang masuk
kategori R-rated ini." Banyak umat Tuhan melihat bahwa melalui film 'The
Passion of The Christ' akan terbuka kesempatan menjangkau orang-orang
yang selama ini belum pernah mendengar nama Yesus.
Pastor Dan
Marler dari Oak Lawn First Church of God berkata,"Film ini menimbulkan
gelombang tsunami yang akan memacu orang-orang tertarik kepada pribadi
Yesus."
Outreach, sebuah perusahaan Kristen, menangani pemasaran film
ini. Tidak cuma sekedar sebuah film, melainkan juga sarana penginjilan.
Perusahaan ini menggunakan semua jenis alat promosi seperti gantungan
pintu sampai poster. Bahkan NASCAR ( organisasi lomba balap mobil
Amerika Serikat, Penyunting ) ikut-ikutan hanyut dalam kehebohan 'The
Passion of The Christ'. Dalam lomba Daytona 500, kap mesin mobil Bobby
Labonte nomer 18 ditempeli iklan film ini.
Jemaat gerejapun
sudah ada yang ancang-ancang memenangkan jiwa melalui film ini. Harmony
Moses, jemaat gereja Baptis Prestonwood
berkata,"Saya sudah mendapatkan beberapa nama yang akan saya doakan
dengan sungguh-sungguh supaya mereka mau pergi nonton bersama kami. Siapa
tahu akan terjadi perubahan mendasar dalam hidup mereka?"
Pastor
Ted Haggard, presiden Asosiasi Penginjilan Nasional
sekaligus gembala New Life Church yang gerejanya dipakai untuk memutar
film 'The Passion of The Christ' didepan 800 pendeta Kristen,
berkata,"Kami sama sekali tidak meragukan. Kami telah menyaksikan film
yang begitu akurat menggambarkan apa yang tertulis di dalam alkitab.
Selama 18 tahun saya menggembalakan New Life Church, sudah ada ratusan
bahkan ribuan orang yang berdiri di mimbar sebagai pembicara. Tapi saya
belum pernah melihat rasa takut dan hormat akan Tuhan, kerendahan hati
dan perasaan berdosa yang begitu mendalam ada di atas mimbar seperti
yang saya lihat ketika Mel Gibson berdiri di
sana sebagai pembicara."
100 pemimpin Kristen lain sempat
berkumpul di Burbank, California untuk menyaksikan tayangan khusus 'The
Passion of The Christ'. Dr. Paul Cedar, pejabat Mission America Coalition
( MAC- peng-organisir pertemuan ini ) sangat percaya bahwa film ini
memberi kesempatan yang begitu besar kepada umat Kristen Amerika untuk
memperkenalkan Yesus kepada masyarakat."Puluhan ribu orang akan datang
untuk percaya kepada Yesus melalui film 'The Passion' ini."
Major
Charles F. Gillies, Jr., sekretaris penginjilan, doa dan rohani dari Bala
Keselamatan wilayah barat Amerika berkata,"Film ini terlalu kejam tetapi
realistis -bila hal ini tetap tidak menyentuh hati seseorang, saya tidak
tahu hal apa lagi yang bisa bikin seseorang bertobat."
Rev. Wayne
Pederson, presiden MAC berkata bahwa film 'The Passion' bisa jadi
merupakan sarana penginjilan yang paling kuat yang ada
dipasaran karena "hari yang paling penting dalam sejarah adalah hari
dimana Yesus mati di atas kayu salib untuk menanggung dosa seisi dunia.
'Sengsara Yesus' secara efektif dan kuat mengungkapkan harga mahal
yang harus dibayar oleh Anak Manusia atas ketidak taatan
kita."
Lebih dari 5.000 pendeta dan pemimpin Kristen yang mewakili
lebih dari 80 denominasi dari 43 negara sempat bertatap muka dengan Mel
Gibson serta menyaksikan 'The Passion of The Christ'dalam konferensi
Global Pastors Network (GPN) yang diselenggarakan pada 21 - 23 Januari
2004 di Calvary Assembly, Orlando. GPN merupakan gabungan pelayanan
Kristen yang bekerja sama untuk melatih, memperlengkapi, dan membantu
hamba-hamba Tuhan di seluruh dunia. Pertemuan selama 3 hari tersebut
berpusat pada topik pembahasan "Tujuh langkah menuju pelayanan yang
maksimal" yang dimaksud agar bisa menolong para gembala bekerja lebih
efektif. Pembicara dalam konferensi ini antara lain D. James Kennedy,
pendiri Evangelism Explosion; Reinhard Bonnke, pendiri Christ for All
Nations (Kristus Bagi Segala Bangsa); Kay Arthur, pendiri Precept
Ministries; Jack Graham, presiden Southern Baptist Convention; Bishop
Eddie Long, pastor New Birth Cathedral; Tommy Barnett, penulis dan
pastor; Ted Haggard, presiden National Association of Evangelicals;
Chuck Norris, actor sekaligus juru bicara Max.com; serta Bishop
David Oyedepo of Nigeria. Dr. Erwin Lutzer, pastor Moody Church di
Chicago menambahkan,"Kita yang sering skeptis / tidak percaya ( dengan
apa yang dihasilkan Hollywood ) benar-benar merasa disegarkan dan
diberkati karena bisa menyaksikan film Mel Gibson ini."
"Film
ini tidak malu mengungkapkan kebenaran ", kata pastor Sunday Adelaje dari
Kiev, Ukraina ( dulu bagian dari Uni Soviet )."Saya sudah
berkotbah selama 20 tahun dan tidak pernah melihat kisah tentang
penderitaan dan penebusan yang diceriterakan dengan begitu meyakinkan
seperti yang dilakukan oleh Mel Gibson. Film ini tidak hanya akan merubah
hidup, tetapi juga akan merubah gereja, merubah bangsa dan merubah
dunia!"
"Setiap orang Kristen harus menonton film ini', kata Rick
Joyner" The Passion of The Christ memiliki kuasa untuk membawa perubahan
dalam kekristenan. Ada urapan dan kuasa dalam film ini. Bahkan sebelum
saya menyaksikannya, saya tahu bahwa film ini mempunyai kuasa untuk
mulai merubah kekristenan. Memang kedengarannya terlalu dilebih-lebihkan,
tetapi saya percaya bahwa hal ini akan menjadi kenyataan. Merupakan
doaku yang sungguh-sungguh agar setiap orang Kristen bisa menonton film
ini."
Mari kita berdoa untuk film ini agar tidak dicekal di negara
manapun di dunia ini, karena akan membawa tuaian yang sangat sangat
sangat banyak. Injil akan diberitakan ke seluruh dunia melalui 'The
Passion of
The Christ".(PW)
-------------------------------------------------------------------------- Milis
Archive: http://archive.undip.ac.id - Forum: http://forum.undip.ac.id to
unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #1422 DIPONEGORO
UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id
Muhamad Thohar Arifin, MD Dept of
Neurosurgery, Hiroshima University Japan 1-2-3 Kasumi Minami-ku Hiroshima
Japan 734-8551 81-82-257-5227 fax 81-82-257-5229 home 81-82-264-0502
cell 81-90-6171-6000 [EMAIL PROTECTED] www.talk.to/thohar
or www.thohar.tk
Do you Yahoo!? Get better spam protection with Yahoo!
Mail
|