PR. Pariwisata. Minggu, 16 Maret 2003
Situs Susuru di Ciamis Bisa Jadi Objek Wisata Baru
BUKIT Susuru di Dusun Bunar Desa Kertabumi
Cijeungjing,adalah salah satu dari beberapa sosok
situs lainnya yang terdapat di Ciamis. Menurut warga
setempat, kawasan perbukitan seluas sembilan hektare
itu sudah dinyatakan sebagai situs, sesuai hasil
penelitian tim dari balai arkeologi (Balar) dan tim
dari museum purbakala (Muskala), tahun 1999.
Sebab, dari kawasan perbukitan itu ditemukan sejumlah
benda yang mengendapkan cerita peradaban manusia di
masa lampau, seperti kapak dari batu, 14 butir
manik-manik terbuat dari batu, guci dari bahan
porselen serta beberapa benda lainnya. Benda-benda
temuan itu untuk sementara diamankan di sejumlah rumah
warga setempat. Tak hanya sampai di situ, karena di
lokasi situs terdapat juga batu altar, sumur batu
seberat 20 ton berdiameter 60 sentimeter dengan
kedalaman satu meter. Kemudian, tiga buah goa yang
lokasi antara satu dan lainnya, terpisah dan memiliki
kedalaman bervariasi sekisar enam sampai 20 meter.
Karena lubangnya relatif kecil, jika ingin masuk ke
dalam goa, harus ditempuh dengan cara merangkak.
�Untuk mengamankan lokasi situs, tiga orang penduduk
warga setempat, yakni Eman, Udju, dan Adang ditunjuk
menjadi juru pelihara,� ujar Deni, Kepala Seksi
Sejarah Diparbud Ciamis.
Dari puncak bukit, para pelancong bisa menikmati
panorama alam yang jauh dari kebisingan dan
ingar-bingar suasana kota.
Manakala melempar pandang ke arah selatan, terlihat
jelas kawasan Situs Karangkamulya. Sementara di lembah
bukit, terlihat pertemuan antara Sungai Cileueur dan
Sungai Cimuntur berikut air terjun yang mengeluarkan
suara spesifik, tak pernah terhenti.
Kedua aliran sungai yang mengalir tenang ke hilir itu,
seolah telah menjadi �sahabat karib� sejumlah warga,
terutama yang senang memancing, menjala sampai
memasang perangkap. Karena kedua sungai itu memiliki
ikan yang spesifik, seperti ikan balar, bebeong, dan
jenis ikan lainnya yang rasanya lebih gurih karena
hidup dan berkembang secara alamiah.
Ketua BPD Desa Kertabumi, Otong Iskandar dan Kadus
Desa Kertambumi, Yayan Nuryaman menjelaskan, sejak
dinyatakan sebagai situs tahun �99, perbukitan Susuru
telah menjadi perhatian masyarakat yang datang dari
berbagai tempat, hingga sekarang. Meningkatnya arus
pelancong � terutama para remaja � biasanya terjadi
pada hari libur dan waktu tertentu lainnya. Untuk
memperlancar para pengunjung yang membawa kendaraan
roda empat atau roda dua, mulai dari Desa Kertabumi
menuju arah mulut perbukitan Situs Susuru, badan jalan
sepanjang dua kilometer dan lebar dua setengah meter,
telah diaspal dengan mengerahkan dana swadaya.
Terkecuali dari mulut perbukitan sampai lokasi situs
sepanjang 1,5 kilometer, lebar 2,5 meter baru ditap
batu.
Sejumlah remaja yang tergabung dalam wadah karang
taruna, membuat sejumlah saung peristirahatan bagi
para pelancong melepas lelah. Meningkatnya jumlah
pengunjung telah menjadi lapangan usaha bagi sejumlah
warga dengan berjualan makanan atau minuman. �Seiring
dengan otonomi dan melihat potensi, Situs Susuru
sangat memungkinkan dijadikan kawasan wisata. Demikian
juga perlu dibangun sebentuk museum untuk menyimpan
benda-benda yang selama ini diamankan oleh sejumlah
penduduk,� ujar salah seorang dari remaja tersebut.
Cinta lingkungan
Awal Februari lalu, Bukit Susuru dijadikan lokasi
pengomandoan cinta lingkungan gerakan penghijauan
tahun 2003 se-Kecamatan Cijeungjing. Pada kawasan
bukit itu ditanam sejumlah bibit pohon kayu jati,
mahoni, pinus, angsana, albasia, dan jenis kayu
lainnya serta bibit tanaman duren dan petai.
Pe-nanaman sejumlah bibit pepohonan itu dilakukan
sejumlah pejabat dan warga masyarakat.
Camat Kecamatan Cijeungjing, Drs. Wawan Setiawan
menyebutkan, penanaman sejumlah bibit pohon tersebut
selain sebagai upaya konservasi juga meningkatkan
pendapatan dan kesejahteraan masyarakat dalam beberapa
tahun mendatang dengan menikmati dari hasil tanaman
buah-buahan. Dari 61.000 bibit tanaman buah-buahan dan
kayu tersebut, selain ditanam pada kawasan situs,
sebagian besar ditanam juga pada lahan tertentu milik
masyarakat terutama yang dianggap kritis pada 11 desa
se-Kecamatan Cijeungjing.
Para pengusaha kayu di Keca-matan Cijeungjing sudah
membuat kesepakatan yang berkaitan dengan penebangan
kayu. Kesepakatan itu berisi; sebagai konpensasi dari
setiap pengajuan Surat Izin Tebang (SIT), bila mereka
menebang satu pohon, maka saat itu juga harus menanam
tiga batang pohon pengganti.
�Bahkan atas inisiatif para kepala desa di Kecamatan
Cijeungjing, mereka telah menanam 1.200 batang pohong
mahoni dan petai di pinggir jalan lingkar selatan
mulai dari Desa Bojong sampai Desa Handapherang sejauh
enam kilometer,� ujar Drs. Wawan Setiawan.
Berbicara soal Situs Susuru, ternyata Wawan Setiawan
juga sependapat dengan warga Desa Kertabumi. Menurut
dia, bila melihat kondisi dan potensi kawasan situs
Susuru, sangat memungkinkan dikemas menjadi objek
wisata dengan latar belakang dan nuansa alam. Pada
lokasi itu sangat memungkinkan ditata untuk kegiatan
kemping, panjat tebing, dan aktivitas lainnya bagi
generasi muda.
�Bila harapan itu sudah menjadi kenyataan, di samping
menjadi sumber pendapatan baru bagi Diparbud, juga
akan memperluas lapangan usaha bagi masyarakat melalui
aktivitasnya masing-masing dengan memanfaatkan
perkembangan yang terjadi di tengah-tengah kehidupan
mereka,� tambah Drs. Wawan Setiawan. (Suherman
DS/�Priangan�)***
__________________________________
Do you Yahoo!?
Vote for the stars of Yahoo!'s next ad campaign!
http://advision.webevents.yahoo.com/yahoo/votelifeengine/
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/0EHolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Komunitas UrangSunda --> http://www.UrangSunda.or.id
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/