--- In [email protected], "Yuliadi" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > mairan ah.... > ieu oge dangu dakwah di TV...hilap channel naon saha2na oge hilap. > > awewe disunat, klitoris na dikeureut sakedik supados rasa napsu sex yang berlebihan saat dewasa dapat dikurangi.
Duka Kang, kuring mah ngan neruskeun informasi we, bilih aya nu teu tiasa browsing detik.com. Ieu tambihan informasina, tina detikcom oge: Menkes Diminta Keluarkan Larangan Sunat Perempuan Ramdhan Muhaimin - detikcom Jakarta - Sunat bagi perempuan dinilai bisa merusak fungsi alat kelamin. Menkes Siti Fadilah Supari pun diminta segera mengeluarkan surat edaran larangan sunat bagi perempuan. Demikian rekomendasi yang dihasilkan dalam acara lokakarya bertajuk "Menggunakan HAM untuk kesehatan maternal dan neonatal" di Ruang Leimena, Departemen Kesehatan, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (22/9/2006). Lokakarya yang digelar Depkes dan WHO ini meminta Menkes segera menetapkan kebijakan demedikalisasi sunat perempuan oleh petugas kesehatan dengan meningkatkan status hukum dengan surat edaran dari Dirjen Dinkesmas. Selain itu, Menkes diminta menetapkan kebijakan untuk meniadakan praktek sunat kepada bayi perempuan baru lahir di berbagai rumah sakit dan klinik. Sunat umumnya dilakukan pada bayi yang baru lahir hingga usia 9 tahun. Namun di Gorontalo, sunat perempuan dilakukan pada usia 1 hingga 4 tahun. Sedangkan di Makassar, sunat perempuan dilakukan pada usia 5 hingga 9 tahun. Sunat Perempuan Timbulkan Komplikasi & Psikoseksual Ramdhan Muhaimin - detikcom Jakarta - Sunat umumnya dialami oleh perempuan sejak bayi hingga usia 9 tahun. Sunat menimbulkan komplikasi dari pendarahan hingga kemandulan disfungsi seksual. Tidak hanya itu, sunat bisa menyebabkan trauma seksual. Demikian yang mengemuka dalam acara lokakarya bertajuk "Menggunakan HAM untuk kesehatan maternal dan neonatal" di Ruang Leimena, Departemen Kesehatan, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (22/9/2006). Komplikasi jangka pendek akibat medikalisasi sunat perempuan adalah pendarahan, infeksi yang bisa menimbulkan septikemia, penyakit tetanus dan luka membusuk. Komplikasi jangka panjang adalah kesulitan menstruasi, infeksi saluran kemih, radang panggul kronis, kemandulan disfungsi seksual, kesulitan saat hamil dan bersalin dan risiko tertular HIV. Sunat juga mengakibatkan psikoseksual pada perempuan seperti nyeri saat berhubungan intim dan mengurangi kenikmatan seksual, ketakutan, depresi, dan konflik dalam perkawinan. Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

