--- "Krisnanegara,Yassin"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Punten ngiringan :
> 
> Kuring mah sok ngaraos sababaraha inohong sok
> nyarios yeun maneuh na teh
> urang sunda mun keur butuh urang sunda nu
> lain........misalna mun keur jadi
> terdakwa, rek jadi anggota dewan atawa rek jadi
> calon presiden.....tp mun
> geus jadi...kadang poho deui ka urang sunda nu
> lian..
> 
pami urang silih tulungan teu kengeng ngaharepkeun
nanaon panginten nya, iwalti ikhlas sareng niatna sae.
tah panginten pami tos janten pejabat kan waktosna teh
terbatas, sanes hilap atanapi kumaha..tapi hiji tos
kajebak ku sistim birokrasi anu ribet(karaos ku abdi
nyalira), teras kirang manfaatkuen fasilitas
teknologi...keun ke ku abdi urang diharewosan ka
inohonh2 anu kenal saren abdi suipados ngamanfaatkuen
fasilitas teknologi kanggo silaurahmisareng wargi2
sadaya.


> -----Original Message-----
> From: [email protected]
> [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Behalf Of mj
> Sent: Wednesday, September 27, 2006 12:47 PM
> To: [email protected]
> Subject: [Urang Sunda] (kompas) warga sunda, warga
> dunia
> 
> 
> 
> kompas jawa barat poe ieu, rebo 27 sept 06
> 
> Forum
> Warga Sunda, Warga Dunia
> 
> Oleh Hermawan Aksan
> 
> Siapa sebenarnya yang disebut orang Sunda?
> Pertanyaan ini kembali
> menggelitik setelah Acil Bimbo saparakanca sukses
> mengadakan acara
> Gempungan Urang Sunda di Gasibu, Senin 11 September,
> yang dihadiri ribuan
> warga Sunda dari berbagai kalangan.
> 
> Menurut Acil, Gempungan Urang Sunda merupakan bentuk
> kegelisahan Acil dan
> tokoh masyarakat Sunda lainnya terhadap eksistensi
> Sunda yang saat ini
> terpinggirkan. Tidak hanya di bidang politik, di
> hampir semua bidang,
> masyarakat Sunda seolah tak berdaya meski berada di
> urutan kedua etnis
> terbesar di Indonesia.
> 
> Pada acara puncak, personel grup musik Bimbo ini pun
> berteriak lantang
> menyebutkan tiga poin deklarasi warga Sunda.
> Intinya, ikrar itu untuk
> membangun kebersamaan dalam menjaga Jawa Barat agar
> tetap kondusif.
> 
> Ada dua kata yang kerap dipertukarkan begitu
> saja-bukan hanya terdengar
> pada acara Gempungan Urang Sunda itu-seakan-akan
> memiliki arti yang sama:
> Sunda dan Jawa Barat. Sebab, kenyataannya, tidak
> semua orang Jawa Barat
> adalah orang Sunda. Wong Cerbon dan Dermayu banyak
> yang tidak merasa diri
> mereka orang Sunda.
> 
> Sebaliknya pun begitu, tidak semua orang Sunda
> berada di Jawa Barat.
> Bukankah di wilayah Provinsi Banten berdiam banyak
> orang Sunda? Jangan
> lupa, di bagian barat Provinsi Jawa Tengah, di
> Kabupaten Brebes, dan
> Cilacap terdapat juga masyarakat yang sehari-
> harinya berbicara bahasa
> Sunda, memelihara bermacam seni Sunda (wayang golek,
> calung, jaipongan,
> dan lain-lain), dan merasa diri mereka adalah orang
> Sunda. Kerajaan Sunda
> 
> Sunda sebagai sebuah etnis boleh jadi sudah ada
> sejak zaman prasejarah.
> Berdasarkan data dan penelitian arkeologis, wilayah
> (yang sekarang
> disebut) Jawa Barat (dan Banten) telah dihuni oleh
> masyarakat Sunda secara
> sosial sejak lama sebelum Tarikh Masehi. Situs
> purbakala di Ciampea
> (Bogor), Klapa Dua (Jakarta), dataran tinggi
> Bandung, dan Cangkuang
> (Garut) memberikan bukti dan informasi bahwa lokasi
> lokasi tersebut telah
> ditempati oleh kelompok masyarakat yang memiliki
> sistem kepercayaan,
> organisasi sosial, sistem mata pencarian, pola
> permukiman, dan sebagainya,
> sebagaimana layaknya kehidupan masyarakat manusia
> betapa pun sederhananya.
> 
> Namun, sebagai sebuah wilayah (kerajaan), nama Sunda
> baru muncul pada abad
> ke-7, ketika Tarusbawa, raja terakhir Tarumanagara,
> mengubah nama kerajaan
> itu menjadi Sunda, tahun 669 M. Tak lama setelah
> Tarusbawa mendirikan
> Kerajaan Sunda, maharaja Galuh, Wretikandayun,
> melepaskan diri dan
> membentuk sebuah negara yang berdaulat. Jadi, pada
> saat itu di belahan
> barat Pulau Jawa terdapat dua kerajaan yang
> (relatif) besar, yakni Galuh
> dan Sunda, yang dibatasi Sungai Citarum.
> 
> Sebagai sebuah wilayah kerajaan, Sunda mengalami
> pasang-surut. Pada
> awalnya, kerajaan Sunda hanya meliputi wilayah
> seluas kira-kira separuh
> Jawa Barat, yakni dari Ujung Kulon hingga Citarum.
> Ketika Sunda dan Galuh
> bersatu, wilayahnya pernah mencapai Banyumas dan
> Brebes. Kerajaan Sunda
> mengalami kemunduran setelah Sri Baduga meninggal.
> Para penggantinya
> (Surwisesa dan seterusnya) gagal mempertahankan
> kejayaan Sunda. Kerajaan
> ini pun makin lama makin surut, hingga berakhir pada
> masa Ragamulya
> Suryakancana tahun 1579 M. Titi mangsa inilah yang
> kita kenal sebagai saat
> runtagna Pajajaran.
> 
> Sebagai sebuah wilayah administratif, Jawa Barat
> merupakan provinsi yang
> pertama dibentuk di wilayah Indonesia (Staatblad
> Nomor: 378). Provinsi
> Jabar dibentuk berdasarkan UU Nomor 11 Tahun 1950
> tentang Pembentukan
> Provinsi Jawa Barat. Toh, 50 tahun kemudian dengan
> lahirnya UU Nomor 23
> Tahun 2000 tentang Provinsi Banten, wilayah
> administrasi pembantu gubernur
> wilayah I Banten resmi ditetapkan menjadi Provinsi
> Banten, yang meliputi
> Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten
> Lebak, Kabupaten/Kota
> Tangerang, dan Kota Cilegon.
> 
> Bisa disimpulkan, sekali lagi bahwa Sunda tidak sama
> dengan Jawa Barat dan
> Jawa Barat tidak sama dengan Sunda. Sebagai sebuah
> etnis, warga Sunda bisa
> berada di mana saja, di Jakarta, Jawa Tengah,
> Sumatera Utara, Papua,
> bahkan Eropa, Amerika Serikat, dan lain-lain. Warga
> Sunda adalah warga
> dunia. Sebagai sebuah wilayah, Tatar Sunda juga
> berbeda dengan Jawa Barat.
> Untuk menentukannya pun lebih sulit lagi, dan
> rasanya tak relevan lagi
> menentukan wilayah yang disebut Tatar Sunda secara
> administratif. Siapa
> orang Sunda?
> 
> Jadi, siapa sebenarnya yang disebut orang Sunda?
> Pendapat HR Hidayat
> Suryalaga, inohong yang tak perlu diragukan lagi
> kesundaannya, menarik
> untuk dicermati, kemudian diresapi dan
> diimplementasikan. Menurut Hidayat,
> siapa pun Anda yang memenuhi salah satu saja dari
> empat kriteria berikut:
> pertama, merasa diri menjadi orang Sunda; kedua,
> orang lain menyebut Anda
> orang Sunda; ketiga, ayah dan ibu Anda orang Sunda
> asli; dan keempat,
> tingkah laku dan cara berpikir Anda sehari-hari
> persis orang Sunda
> meskipun orangtua Anda bukan Sunda, maka Anda adalah
> orang Sunda.
> 
> Bila kita memakai kriteria ini, jelaslah siapa yang
> disebut orang Sunda.
> Namun, kriteria ini pun menimbulkan pertanyaan.
> Misalnya, jika seseorang
> merasa diri orang Sunda, dan orang lain menyebut
> dirinya Sunda, serta
> orangtuanya Sunda asli, tetapi ternyata ia
> bertingkah laku yang tak sesuai
> dengan orang Sunda (misalnya, melakukan korupsi),
> pantaskah ia disebut
> orang Sunda?
> 
> Dalam kaitan ini, patut digarisbawahi orasi Jajang
> Cahyana, seorang yang
> diperkenalkan sebagai tukang becak, pada acara
> Gempungan Urang Sunda di
> Gasibu, dua pekan lalu. "Naha enya urang Sunda nu
> ayeuna jareneng teh
> nyaah ka rayat leutik? Naha enya urang Sunda nu aya
> di dieu malire ka
> jalma leutik siga kuring? Buktina, kuring nu cicing
> di pasisian kungsi
> nandangan lapar dua poe euweuh nu malire. Kuring
> ngalaman 
=== message truncated ===


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke