Tapi urang oge kedah peranten kulantaran sifat kaleuleuwihi ieu ..loba
jelema anu jadi hirup..kulantaran aya "economics share" dina kaperluan
warter.....pek anu dagang ..voucher ponsel...CD bajakan..VCD porno..bajakan
deui...pasar HP Second dimana2..Hp anyar dimana2..loba toko anu hirup
kulantaran loba jelema anu ngiridit make KC....loba pramuniaga boga gawe....

Coba lamun prak2an gandhi dipraktekkeun...moal aya jelema nu bisa
usaha....tong jajan..nyieun sorangan wae...rikrik...tong boga
pembantu...gawekeun sorangan..jrrd.

Anu bakal parareh : Tukang bubur, tukang sayur nguriling, tukang kridit,
tukang koan eceran, tukang mie ayam, kurir surat, percetakan unangan,
bengsin eceran, oli eeceran, tukang roko, pabrik roko , kabeh pagawena.
jrrd, jrrd.


On 4/1/08, irpan rispandi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   kuring mah lain rek menyoroti kesuksesan india nyieun mobil murah.
>
> tapi kuring hayang menyoroti "gandhi engineering".
>
> Gandhi *engineering* --> Sebuah mantra berisi semangat yang memunculkan
> sikap mental penolakan terhadap segala sesuatu yang berlebih-lebihan.
>
> ceuk kuring mah, ieu (hanteu kaleuleuwihi) mangrupakeun salahsahiji obat
> mujarab pikeun bangsa indonesia.
> - bayangkeun lamun pejabat hanteu kaleuleuwihi, manehna moal jadi
> koruptor.
> - bayangkeun lamun karyawan swasta hateu kaleuleuwihi, manehna moal boga
> HP sapuluh, kartu kredit salosin, daftar KTA (Kredit Tanpa Agunan) dimamana,
> anu akhirna bonyok diteunggeulan debt kolektor.
> - bayangkeun lamun pengusaha HPH hanteu kaleuleuwihi, manehna moal
> ngadaharan leuweung, rahayat moal kabanjiran.
> - bayangkeun lamun urang sunda hanteu kaleuleuwihi, manehna moal nepi ka
> poho di temah wadi, inget kana purwa daksi, menta hampura ka gusti, moal
> ngagegedekeun gengsi.
>
> cik baraya, heup ah, ulah kaleuleuwihi.......
>
> ______________________________________________
>
> http://gatra.com/artikel.php?id=111598
>
> Mobil Murah dari India
>
> Revolusi harga terjadi di mana-mana. Ongkos naik pesawat terbang, yang
> dulu Rp 1 juta lebih, kini terjun hingga Rp 100.000-an. Lalu laptop yang
> dulu Rp 18 jutaan kini bisa didapat dengan harga Rp 2 jutaan. Dalam dunia
> otomotif hal tersebut berjalan lambat sekali. Namun, tak lama lagi akan
> keluar mobil dengan harga berkisar pada Rp 23 jutaan.
>
> Sponsor mobil murah tersebut adalah Tata, perusahaan otomotif asal India.
> Semua paham bahwa dalam dunia otomotif, mengurangi pengeluaran produksi,
> menghemat bahan, dan menyederhanakan desain merupakan hal yang tabu serta
> jarang disentuh. Semua kendala tersebut seperti diterabas Tata yang
> mengenalkan produk mobil murahnya, Kamis pekan lalu.
>
> Mobil bermesin belakang tersebut, menurut para analis, harganya sekitar Rp
> 28 juta. Masih yang paling murah di muka bumi. Namun, masih belum terungkap
> bagaimana mobil buatan Tata tersebut diproduksi. Tentu, hal tersebut sebuah
> inovasi besar, bagaimana dengan ongkos perakitan murah, lingkar kemudi
> dipasang, lampu depan ditaruh, *speedometer* analog yang kurang akurat
> dibandingkan dengan digital dipakai, dan sejumlah ornamen dipasang.
>
> Apa pun bentuknya, mobil tersebut merupakan sebuah kemenangan. Bukan dalam
> arti penemuan besar, melainkan sebuah filosofi mesin baru yang muncul dari
> sebuah dunia berkembang. Para pakar industri memandang, filosofi tersebut
> akan mengubah cara pembuatan mobil di berbagai tempat dibuat. Seperti Jepang
> yang mengenalkan *kaban* atau "tepat waktu" dan *kaizen* alias
> pengembangan berkelanjutan, maka Tata mengekspor ke seluruh dunia apa yang
> disebut dengan "mesin Gandhi" atau Gandhi *engineering*.
>
> Sebuah mantra berisi semangat yang memunculkan sikap mental penolakan
> terhadap segala sesuatu yang berlebih-lebihan. Daryl Rolley, kepala
> operasional Ariba untuk Amerika Utara dan Asia, seperti dikutip oleh 
> *International
> Herald Tribune*, Rabu pekan lalu menyatakan mantra itu secara mendasar
> akan membuang segala bentuk pemborosan di industri mobil. Ariba merupakan
> pemasok suku cadang untuk Tata, dan juga BMW dan Toyota.
>
> "Dalam lima sampai 10 tahun ke depan, seluruh industri mobil akan memutar
> dan berbalik arah," kata Rolley. Mobil dengan biaya murah bakal memberi
> dampak global. Manuver Tata yang pernah diumumkan pada 2004 tersebut telah
> menginspirasi dua rivalnya untuk merancang sendiri mobil murah. Mereka
> adalah aliansi Prancis-Jepang Renault-Nissan dan *joint venture*India-Jepang 
> Maruti Suzuki.
>
> Memang, sejauh ini belum digambarkan apakah mobil tersebut dilengkapi
> teknologi standar keselamatan dan pengurangan emisi gas buang, sehingga
> dapat melaju di jalan negara-negara Barat. "Mobil Rakyat" demikian sebutan
> untuk mobil murah selalu dirahasiakan. Itulah yang ada pada Beetle milik
> Volkswagen dan Model T milik Ford. Dua produsen mobil itu menyimpannya
> rapat-rapat dan menolak detail bagaimana membuatnya. Mereka pun membuat nota
> kesepakatan secara hukum dengan para pemasok komponennya untuk tidak
> membeberkan rahasianya.
>
> Sejumlah orang yang pernah melihat mobil buatan Tata tersebut bisa
> melukiskan mobil murah tersebut. Bentuknya mini dan kecil dengan empat pintu
> samping. Di dalamnya terdapat kursi untuk empat penumpang plus pengemudi.
> Bagian depannya pendek sedangkan belakangnya sedikit besar untuk menaruh
> mesin. Mobil tersebut nampak didisain untuk mengurangi hambatan angin.
>
> "Itu sebuah mobil mungil yang bagus," kata A.K. Chaturvedi, wakil presiden
> untuk pengembangan bisnis Lumax Industries, pemasok di Delhi yang
> mengembangkan lampu depan dan lampu interior mobil. Ketika dibuat mobil
> tersebut selalu diawali dengan pertanyaan: apakah komponen-komponen tersebut
> sungguh dibutuhkan. Misalnya, empat cakram rem. Apakah cukup jika
> menggunakan tiga saja. Dan seterusnya.
>
> Model yang dikeluarkan pada Kamis pekan lalu itu, seperti dilansir oleh
> Tata dan pemasoknya, tampak tanpa dilengkapi dengan radio, *power steering
> *, *power window*, serta AC, dan hanya sebuah ada satu *wiper* untuk kaca
> depan. *Tachometer* tak ada, dan cukup dengan speedometer analog. Pembuat
> mobil rakyat tersebut jelas melakukan pemangkasan gede-gedean.
>
> "Maka saja masih saja dapat melaju pada 65 ataupun 75, bukankah begitu?"
> kata Ashok Taneja, salah satu pemasok untuk Tata, menggambarkan mobil yang
> tidak dilengkapi dengan alat pengukur kecepatan berpresisi tinggi. Metode
> penghematan yang dilakukan itu ternyata memunculkan pertanyaan mengenai
> implikasi yang besar terhadap aspek keselamatan dan daya tahan mobil.
>
> Untuk menghemat US$ 10 saja, ahli mesin Tata mendisain ulang suspensi
> untuk mengurangi penggerak lampu jauh dan dekat. Jadi lampu jauh dan dekat,
> menurut Chaturvedi, sangat tergantung pada beban berat yang mengisi mobil.
> Disain ulang dilakukan juga terhadap batang kemudi dan rangka mobil. Pada
> intinya, mobil tersebut dalam jangka panjang juga bakal hemat perawatan
> tanpa mengorbankan kualitas.
>
> Contohnya, Tata memilih pelek yang sangat kuat sehingga mobil bisa dipacu
> hingga 70 kilometer per jam lebih. Jika dipacu terlampau berlebihan maka
> bisa tergerus dan rusak, serta mengurangi umur komponen mobil tersebut, toh
> tidak mengancam keamanan pengemudi dan penumpang mobil. "Bila saya butuh
> perak, mengapa harus menanamkan emas," kata Taneja untuk menyingkirkan
> segala sesuatu yang tidak diperlukan.
>
> Penghematan signifikan yang dilakukan oleh Tata adalah pada bobot mobil,
> sehingga cukup memakai mesin yang lebih murah. Harga mesin kurang-lebih
> hanya US$ 700, dan dibuat oleh perusahaan Bosch asal Jerman. Kapasitas mesin
> adalah 600 sampai 650 cc dengan tenaga kurang lebih 30 hingga 35 tenaga
> kuda. Mesin yang cukup bertenaga untuk harga sebesar itu.
>
> Untuk transmisi pun Tata menggunakan transmisi terbaru yang lebih murah
> dan sederhana. Untuk menghemat dan memangkas alur komunikasi dalam pembelian
> suku cadang dari para pemasok, Tata mengandalkan pembelian komponen secara
> lewat internet hingga 30% sampai 40%. Pertanyaan berat bagi Tata adalah
> mengenai persoalan keselamatan dan batasan emisi gas buang.
>
> Soal itu, Tata memiliki jawaban sendiri. Bahwa negara itu kini tengah
> menghadapi permintaan mobil yang besar, namun belum mencukupinya. India pun
> akan selalu menyesuaiakan diri dengan regulasi yang ada pada negara-negara
> maju. Yang jelas, menurut pejabat Tata, mobil tersebut nantinya akan
> memenuhi semua norma-norma India.
>
> Soal perubahan norma tersebut tentu akan mempengaruhi harga mobil,
> pasalnya India juga berubah. Menurut Anumita Roychowdhury dari Pusat Sains
> dan Lingkungan di New Delhi, kota-kota besar di India pada April 2010 nanti
> akan memberlakukan Euro IV untuk standar emisi pada kendaraan bermotor.
> Standar juga ditekankan pada fitur-fitur keselamatan mobil.
>
> Kewajiban seperti *airbags*, rem anti-penguncian, dan tes bodi terhadap
> benturan juga akan diterapkan kemudian. Semua perubahan tersebut tentu bakal
> memberi konsekuensi pada harga mobil murah buatan Tata. Dan harga tersebut
> akan melambung sedikit tidak seperti perkiraan awal. Misalnya untuk harga
> *laptop* murah yang dirancang US$ 100, terbukti di pasar dijual dengan
> banderol US$ 200.
>
> Apa pun serangan atas kelemahan mobil murah itu, manuver Tata tersebut
> menantang dunia untuk membuat mobil makin terjangkau kelas menengah ke
> bawah. Selain itu, kebutuhan akan mobil ber-cc kecil menjadi keharusan di
> tengah harga minyak yang akan terus melambung. Tata telah memulai apa yang
> tidak mungkin, menjadi mungkin. Seperti tahun 1980-an ketika Jepang hadir
> dengan mobil-mobil massal yang lebih murah dan hemat.
>
> *G.A. Guritno*
> [*Internasional*, *Gatra* Nomor 10 Beredar Kamis, 17 Januari 2008]
> 
>

Kirim email ke