Bener..bener prihatin...tah anu sok ngagum2 urang Arab teh ...kumaha
komentarna kana nu kieu...hoyong terang.....Sigana ari jelema syarap mah aya
dimamana nya ? Kumaha kaum fundamentalis Islam anu aya di Indo rek naggapan
anu kieu.? Ah..meueun eta urang Arab teh keur hilaf.......

On 5/22/08, Waluya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Harga minyak atah apeng-apengan, nu boga minyak atah "sarurak" da duitna
>
> tambah loba, komo Arab Saudina mah. Sigana mah duitna teu kawadahan. Ngan
> hanjakal pisan, kalakuan kanu miskin, pangpangna ka TKW kacida pisan. Aya
> dunungan nyiksa TKW asal Indonesia, tepi ka ramona baruruk diamputasi. Eh
> malah dibebaskeun ku pangadilan. Tungungna LSM HAM Dunya turut campur,
> saperti dibejakeun dina detikcom:
>
> 22/05/2008 11:53 WIB
> Penyiksaan TKW Miyati di Saudi Sedot Perhatian LSM HAM Dunia
>
> Fitraya Ramadhanny - detikcom
>
> Riyadh - Penyiksaan TKW di Arab Saudi ikut menjadi keprihatinan dunia
> internasional. Human Rights Watch (HRW) menuntut pemerintah Arab Saudi
> membatalkan keputusan pengadilan yang mencabut hukuman terhadap majikan
> Nour
> Miyati, seorang TKW asal Indonesia.
>
> Nour Miyati disiksa majikannya sampai harus diamputasi jari-jari kaki dan
> tangannya karena membusuk. Mirisnya, Nour hanya diberikan kompensasi 2.500
> riyal atau sekitar Rp 6,2 juta. HRW yang berbasis di New York, AS, meminta
> pengadilan banding untuk menuntut hukuman penjara dan kompensasi yang layak
>
> untuk Nour.
>
> Pengadilan memutus majikan pria Nour tidak bersalah. Sementara majikan
> perempuannya dihukum 35 kali cambuk. Namun belakangan, semua hukuman untuk
> majikan Nour, dibatalkan.
>
> "Ini bisa memberi preseden bagi para majikan TKW, kalau mereka bisa
> menyiksa
> tanpa harus takut dihukum," kata peneliti senior Divisi Hak Perempuan HRW,
> Nisha Varia, dalam rilis kepada detikcom, Kamis (22/5/2008).
>
> Nour kepada HRW mengaku dipukuli majikannya setiap hari. Dia bekerja
> seharian tanpa dibayar. Mereka menahan paspor Nour, memukulinya sampai
> rontok gigi. Nour mencoba kabur namun ketahuan.
>
> Akibatnya fatal, Nour dikurung tanpa makanan. Dia dibawa ke rumah sakit
> Riyadh pada Maret 2005 karena pembusukan jari kaki dan tangan, kurang gizi,
>
> dan luka-luka fisik. Namun karena terlambat dibawa ke rumah sakit,
> jari-jarinya terpaksa diamputasi.
>
> "Nour Miyati tidak hanya menderita akibat penyiksaan oleh majikannya, tapi
> juga dari proses peradilan yang tidak berpihak selama 3 tahun ini," kata
> Varia.
>
> Nour malah dituntut memberi kesaksian palsu dan divonis 79 cambukan pada
> April 2006. Riset HRW menunjukkan banyak TKW yang justru malah balik
> diadili
> oleh pengadilan dengan tuduhan mencuri, menyantet, atau berzina.
>
> "TKW sering diambangkan oleh pengadilan sementara mereka juga dihentikan
> gajinya. TKW sungguh tidak ada harganya dalam sistem hukum Arab Saudi,"
> pungkasnya.
>
> Sekitar 1,5 juta perempuan Indonesia, Sri Langka, Filipina dan lain-lain
> bekerja sebagai TKW di Arab Saudi. Setiap tahun pemerintah Arab Saudi
> menerima ribuan laporan eksploitasi buruh migran ini. Namun, hanya sedikit
> saja kasus yang bisa diselesaikan dengan baik di pengadilan. ( fay / nrl )
>
> 
>

Kirim email ke