Bener euy nu digebugan ku FPI teh Kiai Maman ti Majalengka, saperti 
disebutkeun Siaran Pers Koalisi Perempuan Indonesia untuk Keadilan dan 
Demokrasi dihandap ieu :


Pernyataan Sikap
Koalisi Perempuan Indonesia
Untuk Keadilan dan Demokrasi

"Mengutuk Cara-cara dan Pelaku Kekerasan"

Minggu 1 Juni 2008, merupakan hari kelabu bagi bangsa Indonesia. Pasalnya,
sebanyak 500-an orang massa yang tergabung dalam Aliansi Kebangsaan untuk
Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) yang tengah mempersiapkan acara
Apel Akbar di lapangan Monas dalam rangka memperingati kelahiran Pancasila,
tiba-tiba dikejutkan dengan serangan membabi-buta yang dilakukan sekelompok
massa dari FPI (Front "Pembela" Islam).

Seperti yang sudah sering terjadi, massa FPI menyerang massa AKKBB-yang saat
itu lebih banyak perempuan dan anak-dengan cara-cara kekerasan sambil
meneriakkan kalimat "Allahu Akbar" yang bagi umat Islam sangat disakralkan.
Ironisnya, massa FPI juga menyerang dan merusak tanpa tedeng aling-aling.

Setidaknya sampai pernyataan ini dibuat, sebanyak 14 (empat belas) orang
terluka dan menjadi korban pengeroyokan dari masaa FPI. Selain massa
perempuan yang trauma, di antara para korban pengeroyokan dan terluka adalah
pimpinan Ponpes Al-Mizan, KH. Maman Imanul Haq Faqih dari Majalengka karena
berusaha melindungi sebagian santriwatinya dari amukan massa FPI yang
membawa bambu runcing dan botol minuman.

Dari rasa solidaritas dan komitmen untuk tetap konsisten dalam mengawal
kedamaian, anti kekerasan dan menegakkan supremasi hukum, maka Koalisi
Perempuan Indonesia sebagai organisasi massa dan gerakan dengan ini
menyatakan sikap dan menuntut:
1. Mengutuk cara-cara dan pelaku kekerasan atas nama apapun
2. Mendesak pihak Kepolisian untuk menangkap dan mengadili para pelaku
kekerasan sampai tuntas.
3. Menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk menghentikan
kekerasan dan lebih mengedepankan perdebatan yang sehat dalam menyelesaikan
perselisihan.


Jakarta, 1 Juni 2008

Kirim email ke