Oh lebet Ahmadiah mah aya bai'at? Panginten atuh cara lebetna oge tos benten sareng lebet Agama Islam. Mungkin aki tams mah Islamna turunan kitu? Cing kumaha tah hukumna bai'at? asa teu aya di Agama Islam mah? Cing bantos ah ka balarea anu aruninga, hatur nuhun.
--- On Mon, 6/16/08, YADI supriadi wendy <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: YADI supriadi wendy <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Re: [Urang Sunda] fwd: Jika Ahmadiyah Sesat To: [email protected] Date: Monday, June 16, 2008, 12:24 AM Abu Kasya wrote: Kang Yadi teh penganut Ahmadiyah ? Ieu teh pembelaan atawa naon kang? kang solihin, kuring ge sarua jeung akkbb, teu panuju aya pihak-pihak nu katideresa kulantaran jalma rea nu mergasa. ibaratna kuring keur jalan-jalan di taman ningali aya budak leutik keur digebugan ku hiji lalaki nu jangkung badag. sanajan kuring lain bapana atawa lanceukna eta budak leutik, asana teh moal henteu, kuring bakal nyoba ngabela eta budak. sok sanajan sihoreng eta budak teh sasab teu nyaho jalan ka balik. [punten mun analogi kuring salah]. minimal kuring simpati ka ahmadiyah - loba batur kuring urang ahmadiyah - jadi teu nyalahan mun kuring oge geus meunang info ti jinisna nu beda jeung info-info nu sumebar dina media. numatak kuring sok nyebut, kade bilih fitnah. conto ieu pikeun babagi, kumaha sabenerna syarat asup ka jemaat ahmadiyah teh. mun sapuk jeung kuring: dimana mahiwalna ari ahmadiyah? SYARAT-SYARAT BAI'AT DALAM JEMA'AT AHMADIYAH Orang yang bai'at berjanji dengan hati yang jujur bahwa : 1. Di masa yang akan datang hingga masuk ke dalam kubur senantiasa akan menjauhi syirik. 2. Akan senantiasa menghindarkan diri dari segala corak bohong, zina, pandangan birahi terhadap bukan muhrim, perbuatan fasiq, kejahatan, aniaya, khianat, mengadakan huru-hara, dan memberontak serta tidak akan dikalahkan oleh hawa nafsunya meskipun bagaimana juga dorongan terhadapnya. 3. Akan senantiasa mendirikan shalat lima waktu semata-mata karena mengikuti perintah Allah Ta'ala dan Rasul-Nya (Nabi Muhammad saw), dan dengan sekuat tenaga akan senantiasa mendirikan shalat Tahajud, dan mengirim salawat kepada Junjungannya Yang Mulia Rasulullah Muhammad s.a.w dan memohon ampun dari kesalahan dan mohon perlindungan dari dosa; akan ingat setiap saat kepada nikmat-nikmat Allah, lalu mensyukurinya dengan hati tulus, serta memuji dan menjunjung-Nya dengan hati yang penuh kecintaan. 4. Tidak akan mendatangkan kesusahan apa pun yang tidak pada tempatnya terhadap makhluk Allah umumnya dan kaum Muslimin khususnya karena dorongan hawa nafsunya, biar dengan lisan atau dengan tangan atau dengan cara apa pun juga. 5. Akan tetap setia terhadap Allah Ta'ala baik dalam segala keadaan susah ataupun senang, dalam duka atau suka, nikmat atau musibah; pendeknya, akan rela atas keputusan Allah Ta'ala. Dan senantiasa akan bersedia menerima segala kehinaan dan kesusahan di jalan Allah. Tidak akan memalingkan mukanya dari Allah Ta'ala ketika ditimpa suatu musibah, bahkan akan terus melangkah ke muka. 6. Akan berhenti dari adat yang buruk dan dari menuruti hawa nafsu, dan benar-benar akan menjunjung tinggi perintah Al-Qur'an Suci di atas dirinya. Firman Allah dan sabda Rasul-Nya (Nabi Muhammad saw)itu akan menjadi pedoman baginya dalam tiap langkahnya. 7. Meninggalkan takabur, sombong; akan hidup dengan merendahkan diri, beradat lemah-lembut, berbudi pekerti yang halus, dan sopan-santun. 8. Akan menghargai agama, kehormatan agama dan mencintai Islam lebih dari pada jiwanya, hatanya, anak-ananknya, dan dari segala yang dicintainya. 9. Akan selamanya menaruh belas kasih terhadap makhluk Allah umumnya, dan akan sejauh mungkin mendatangkan faedah kepada umat manusia dengan kekuatan dan nikmat yang dianugerahkan Allah Ta'ala kepadanya. 10. Akan mengikat tali persaudaraan dengan hamba ini semata-mata karena Allah dengan pengakuan taat dalam hal makruf (segala hal yang baik) dan akan berdiri di atas perjanjian ini hingga mautnya, dan menjunjung tinggi ikatan perjanjian ini melebihi ikatan duniawi, baik ikatan keluarga, ikatan persahabatan ataupun ikatan kerja.

