He..he.., bener euy mang ucup, kaalaman ku kuring :
mesin cuci rujad, atuh ngagesruk jiga jaman baheula deui. saencanna mah ari 
indit2an teh kuring teu kudu mawa jimat "jubah betmen", tah ayeunamah etateh 
nomer hiji, da embung ari muriang alatan kahujanan mah.(untung pisan ti beh 
ditu keneh geus taki2  nyicil "pespa". emh nuhun sakadang "pespa", nyata 
benerna kaputusan kuring waktu harita kuring nolak saran si ambu sangkan kuring 
 miceun anjeun ka leuwi gajah "tpa anu longsor tea geuning". he..he... rejeki), 
jst.
kitu kacaritakeunana....
Tapi najan kitu kuring tibaheula oge boga pamadegan  jadi jalma "pang 
beungharna, pang bagjana" sa jagat raya, jadi cindeknamah kuring sapuk pisan 
kana judul tulisan mang ucup "Miskin teh wiwirang anu pang wirang-wirangna".
kulantaran kitu nepi ka kiwari, kuring tetep boga kayakinan yen kuring teh 
jalma "pang beungharna, pang bagjana". he..he...he.. barade bagja 
(putra kang kumi + ceu empup anu cikal oge "BAGJA" jenenganana).

salam kabagjaan
sonirosa
www.bolotot.com

  ----- Original Message ----- 

  From: Narayana Adipranata 
  To: [email protected] 
  Sent: Sunday, January 18, 2009 8:33 AM
  Subject: Bls: [Urang Sunda] Miskin itu Aib yang Sangat Memalukan !



  Ari ceuk Islam mah naon wae nu nimpa ka diri urang salaku jalmu nu mu'min teh 
ALUS. Kunaon sababna?
  Sabab mun ditimpa kamiskinan jalma nu mu'min mah SABAR. Aria ngaranan sabar 
teh pan meunang ganjaran ti Alloh. Mun dibere kaleuwihan dunya urang mu'min mah 
SYUKURAN. Ari syukuran teh meunang ganjaran oge ti Alloh. Duka ari ceuk Mang 
Ucup mah....beda "ideologi" sanes nya sareng Islam mang Ucup mah!!!

  Cag ah...




------------------------------------------------------------------------------
  Dari: mangucup88 <[email protected]>
  Kepada: [email protected]
  Terkirim: Kamis, 8 Januari, 2009 00:57:55
  Topik: [Urang Sunda] Miskin itu Aib yang Sangat Memalukan !


  Momok yang paling menakutkan di tahun 2009 ini bukannya kuntilanak
  atau setan gondoruwo sejenis, melainkan takut jadi miskin. Masalahnya
  jadi wong kere alias wong miskin itu sangat memalukan dan merupakan
  aib yang paling besar; lebih memalukan daripada penyakit AIDS.
  Penyakit ada obatnya tapi jatuh miskin tidak ada obatnya. Loe boleh
  nungging dari pagi s/d malam, bahkan berdoa tanpa diputus oleh kata
  Amin, bahkan melakukan demo sampai pintu sorga sekalipun jangan harap
  akan digubris, kalho sudah ketiban jatuh miskin tidak ada pilihan lain
  selainnya N'rimo!

  Berdasarkan laporan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo)
  Jusuf Wanandi di akhir tahun ini saja secara diam-diam sudah ratusan
  ribu orang terkena PHK dan trend pasti akan meningkat hingga jutaan
  buruh. Mereka yang terkena PHK berarti satu langkah sudah memasuki
  jurang pintu kemiskinan.

  Kemiskinan ini tidak datang secara tiba-tiba, melainkan secara
  bertahap. Diawali dengan tidak adanya pemasukan uang. Barang-barang
  mewah yang ada dirumah mulai di lego satu demi satu. Kendaraan pribadi
  roda empat pun akan diganti jadi roda dua; setelah itu menurun jadi
  kaki dua alias naik angkot ato ojek. Anak yang tadinya duduk di
  sekolah international maupun national plus, terpaksa harus pindah ke
  Sekolah SD Inpres. Pekerjaan rumah tangga pun terpaksa harus dilakukan
  sendiri tanpa adanya pembantu lagi. Apakah hal ini; tidak akan jadi
  gunjingan dan cibiran orang sekampung tuh ?

  Suami yang biasanya setiap pagi dijemput oleh supir perusahaan,
  diganti oleh tukang ojek yang jemput sang istri untuk mengantar
  belanja kepasar tradisionil bukannya di Mall atau Carefour lagi.
  Apabila dahulu kita butuh sesuatu tinggal gesek saja Credit Card, maka
  sekarang tinggal menunggu waktunya saja kapan kita digasak oleh sang
  Debt Collector.

  Rasa momok ketakutan seperti tersebut diatas bukan hanya dimiliki oleh
  kaum buruh kecil saja, bahkan konglomerat super kaya sekalipun
  merasakan hal yang serupa. Misalnya Mr Merckle konglomerat yang pernah
  memiliki predikat sebagai orang terkaya no 34 di kolong langit ini dan
  memiliki harta kekayaan 110 triliun Rp dan termasuk orang nomor lima
  terkaya di Jerman, Senin kemarin melakukan bunuh diri dengan cara
  menabrakkan diri ke kereta api yang tengah berjalan. Walaupun usianya
  sudah mencapai 74 tahun yang seyogiyanya harus bisa lebih arif,
  ternyata tidaklah demikian. Masalahnya ia takut harus menanggung Aib
  sebagai Wong Miskin, padahal berdasarkan Bank Dunia, orang baru bisa
  dinilai sebagai wong miskin apabila penghasilan Anda dibawah satu AS$
  per hari.

  Walaupun demikian percayalah bahwa kemiskinan itu bukanlah sesuatu hal
  yang perlu ditakutkan dan juga bukanlah suatu aib yang memalukan.
  Buktinya banyak penganut agama seperti Hindu, Budha maupun Katolik
  yang khusus menjalankan kaul atau ikrar untuk jadi wong miskin. Mereka
  merasa bangga dan bahagia memilih kehidupan jadi wong miskin. Begitu
  juga mereka yang menganut filsafah hidup Kynismus yang merasa bahagia
  bisa hidup seperti anjing jalanan, kata Kynis diserap dari bahasa
  Yunani = Anjing.

  Apakah kalau mang Ucup ini wong kere, tidak akan ada orang yang
  bersedia mengenal diri saya lagi ? Saya lebih mengutamakan naik Ojek
  daripada Taxi, bahkan lebih senang makan di Warteg kaki lima daripada
  di restoran. 

  Orang yang hanya menilai diri kita dari segi materi saja, bukanlah
  seorang sahabat yang baik. Harga diri anda maupun saya; tidak bisa
  dinilai dari harta yang kita miliki, melainkan dari jiwa yang kita
  miliki, tanpa adanya jiwa di dalam tubuh anda, berarti anda "No Body"
  tulen, karena sudah Koit. Maka dari itulah barang yang paling berharga
  yang dimiliki oleh setiap orang di dunia ini adalah "kehidupan", oleh
  sebab itulah pula mang Ucup setiap hari mengucapkan terima kasih
  kepada Sang Pencipta dimana saya masih diberikan kesempatan untuk bisa
  hidup sehari lebih lama lagi di dunia ini.

  Mr Merckle melakukan bunuh diri, karena sudah putus asa, dan merasa
  jalan hidupnya sudah bener2 mentok total, karena dari pihak Bank tidak
  mau membantu memberikan kredit lagi. Ia bukan saja sudah tidak percaya
  kepada Bank tetapi juga kepada Sang Pencipta sekalipun; ia sudah tidak
  percaya lagi, hal inilah yang membuat dia jadi nekad melakukan
  tindakan bunuh diri ! 

  Apakah tindakan dia itu benar ? SALAH TOTAL, buktinya sehari saja
  setelah ia melakukan bunuh diri; terjadi Mukjizat dimana pihak Bank
  akhirnya bersedia mengucurkan kredit lagi untuk membantu membangkitkan
  group usahanya. Hanya sayangnya bagi Mr Merckle; berita ini sudah
  terlambat! Maka dari itulah di dalam kehidupan ini jangan
  sekali-sekali mengucapkan kata "Tak Mungkin", sebab selama kita masih
  hidup selama itu pula masih ada jalan. 

  Segelap apapun malam ini, pasti akan selalu diakhiri oleh sinar
  matahari dipagi hari! Hanya pada umumnya kita tidak mengetahui jam
  berapa sekarang ini, dan berapa jam lagi saya harus nunggu sehingga
  bisa melihat sinar paginya matahari? Bersabarlah sejenak sambil
  menyanyikan lagu: "Morning Has Broken" dari Cat Steven. Matahari pasti
  akan terbit untuk menghilangkan kegelapan dan menyinari hidup anda lagi.

  Bagi mereka yang tidak merasa malu untuk bersahabat dengan mang Ucup
  silahkan Add di Facebook

  Mang Ucup
  Email: mang.ucup<at> gmail.com





------------------------------------------------------------------------------
  Berbagi foto Flickr dengan teman di dalam Messenger.
  Jelajahi Yahoo! Messenger yang serba baru sekarang! 

   

Kirim email ke