Jaipongan benten sareng tarian-tarian Sunda klasik. Dina tari klasik
mah hampir teu aya gitek/geol/goyang erotis cara dina jaipongan.
Mekarna jaipongan taun 70-an, dikawitan ku tepak kendangna Dr. Gugum
Gumbira.

Salam,
Dian.

>
> JAIPONG DILARANG
>
> Matdon Penyair
> Hari ini jam 15:52
> Kawan-kawan sebangsa dan setanah air…
> Akhirnya kekhawatiran yang selama ini menggelayuti warga Jawa Barat
> khususnya seniman terjadi juga, Gubernur Jawa Barat asal Partai
> Keadilan Sejehtra itu secara syah telah melarang seni tari jaipongan
> dan bajidoran dipentaskan di bumi pertiwi parahyangan.
>
> Informasi ini saya dapatkan darai rekan wartawan Galamedia Bandung
> Kiki Kurnia via sms, tak percaya dengan sms saya telpon kesana kemari,
> berbagai narasumber dan lain-lain. Akhirnya salah seorang staff
> Disbudpar Jawa Barat (enggan disebut namanya) mengakui hal itu.
>
> "Gubernur Jabar telah melarang tari tradisional yang mengandung unsur
> 3G yakni, geol, gitek dan goyang, didalamnya adalah jaipongan dan
> bajidoran, abdi ge teu ngartos naha gubernur teh bet kitu nya…" ujar
> staff disbudpar itu.
>
> "Dalam beberapa kali ceramah di kampus Unisba dan UPI bandung, si
> gubernur selalu bilang bahwa seni itu harus islami, tidak boleh ada
> unsur goyangnya, ini kacau!!" ujar Edi, wartawan Republika Bandung.
>
> Ini persoalan serius kawan, persoalan budaya yang patut dipertahankan.
> Tradisi budaya warisan nenek moyang yang luhur itu, masa harus dijajah
> oleh kepentingan sekelompok manusia. Kita semua pasti beragama
> (seperti gubernur yang islami itu…). Susah kalau kacamata agama
> dikaitkan dengan budaya dalam hal ini jaipongan dan bajidoran.
>
> Jika anda setuju bahwa Gubernur Jawa Barat harus dilawan, kalau perlu
> kita lengserkan.
> Maka tulislah komentar anda dibawah ini, tidak usah banyak banyak, dan
> jangan ada kata kata
>

Kirim email ke