ti galamedia poe ieu Keluarnya Instruksi Gubernur tentang 3G Seniman Tari Jaipongan Kecewa MARTADINATA,(GM)- Kalangan koreografer dan seniman tari jaipongan resah dengan keluarnya instruksi Gubernur Jabar tentang 3G (gitek, geol, goyang) dalam seni tari tersebut. Mereka kecewa dengan instruksi yang sudah dikeluarkan Gubernur tersebut.
Menurut salah seorang koreografer jaipongan, Datam Ali Topan, instruksi Gubernur tersebut tidak bijaksana. "Pasalnya, esensi dan nilai seni tari jaipongan berada dalam 3G tersebut," ujar Datam yang ditemui "GM" di Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar, Jln. L.L.R.E. Martadinata Bandung, Kamis (5/2). Dikatakan Datam, seni tari jaipongan tidak bisa disamakan dengan seni tari tradisional Sunda lainnya, seperti tari klasik. Menurutnya, jika seni tari jaipongan dikurangi unsur 3G-nya, lama-kelamaan seni tari jaipongan akan hilang. Seni tari jaipongan merupakan salah satu seni yang telah menjadi ciri khas warga Jabar. "Nama Jabar banyak dikenal masyarakat luar Jabar dan luar negeri dari seni tari jaipongan. Bagaimana nantinya jika seni jaipongan sampai hilang?" ujarnya. Hal yang sama diungkapkan seniman lainnya, Mas Nanu Munajar. Menurutnya, instruksi Gubernur yang dilimpahkan ke Kepala Disparbud Jabar bukan saja tidak bijaksana, tetapi juga tidak berdasar. "Gubernur hanya melihat dari sisi agamanya saja, sehingga seni tari jaipongan dianggap seni yang mengundang berahi seseorang," ujarnya. Menurutnya, jika unsur 3G dalam seni tari jaipongan dilarang Gubernur, itu sama saja dengan seni tari jaipongan dilarang mentas. Ia mengatakan, seni tari jaipongan merupakan hasil kreativitas seniman tari jaipongan. "Jika hal itu benar-benar dilaksanakan, itu sama halnya dengan memasung kreativitas seniman," ujarnya. Salah seorang seniman tari jaipongan, Gondo menambahkan, unsur 3G dalam jaipongan tidak bisa dihilangkan begitu saja, sebab nilai estetikanya di sana. Menurutnya, untuk menonton atau melihat seni jaipongan, harus dihilangkan pikiran-pikiran kotor atau ngeres. "Jadi tergantung kitanya jika kita melihat seni tari jaipongan," tandas Gondo yang dalam waktu dekat akan memperlihatkan karya terbarunya di hadapan Gubernur. Undang dialog Sementara itu, Kadisparbud, H. Herdiwan yang ditemui secara terpisah mengatakan, instruksi Gubernur itu baru secara lisan disampaikan kepadanya. Namun, instruksi tersebut harus disampaikan kepada para seniman dan budayawan. "Pemerintah hanya merasa risih dengan apa yang ditampilkan dalam seni jaipongan yang mengandung unsur 3G, dan hal itu ditonton banyak orang. Itulah yang menjadi masalah," ujarnya. Diakui Herdiwan, pihaknya telah menanyakan hal ini dengan sejumlah seniman lainnya. Umumnya, katanya, para seniman tidak keberatan unsur 3G dikurangi dan kostumnya lebih tertutup. "Dalam dialog nanti, kami pun akan mengundang para akademisi dan para seniman lainnya, termasuk Gubernur sendiri," kata Herdiwan. (B.81)** On Fri, Feb 6, 2009 at 8:31 AM, H Surtiwa <[email protected]> wrote: > Bongan sorangan atuh milih tokoh PKS. Pan PKS mah jelmaan ti IM anu garis > politikna jelast sebagey gerakan Islamist. pak Gubernur jelas nhajalankeum > misi PKS. Ari soal Budaya mah kumanehna pasti bakal di transformasi kana > pandangan Islami garis Kera. ceuk Ulama ASWAJA pan gerakan islamis anu > dianut ku PKS sareng HT teh nenek moyangna gerakan Mutazilah tapi > implemaetasi gerakanna Khawarij ( Cobi toongan di Salafy Indonesia, > Salafiyun, Al-manhaj,jrrd) > > > On 2/5/09, Dena <[email protected]> wrote: >> >> Uing bieu meunang imel ti babaturan di Bandung kieu unina! >> Mangga, kanu parantos milih HADE wilujeng angkat kana jaipongan >> heuheuheu..... >> Cing kumaha tah akhirna polah para seniman Sunda mun geus kieu? >> >> Dess >> >> JAIPONG DILARANG >> >> Matdon Penyair >> Hari ini jam 15:52 >> Kawan-kawan sebangsa dan setanah air… >> Akhirnya kekhawatiran yang selama ini menggelayuti warga Jawa Barat >> khususnya seniman terjadi juga, Gubernur Jawa Barat asal Partai >> Keadilan Sejehtra itu secara syah telah melarang seni tari jaipongan >> dan bajidoran dipentaskan di bumi pertiwi parahyangan. >> >> Informasi ini saya dapatkan darai rekan wartawan Galamedia Bandung >> Kiki Kurnia via sms, tak percaya dengan sms saya telpon kesana kemari, >> berbagai narasumber dan lain-lain. Akhirnya salah seorang staff >> Disbudpar Jawa Barat (enggan disebut namanya) mengakui hal itu. >> >> "Gubernur Jabar telah melarang tari tradisional yang mengandung unsur >> 3G yakni, geol, gitek dan goyang, didalamnya adalah jaipongan dan >> bajidoran, abdi ge teu ngartos naha gubernur teh bet kitu nya…" ujar >> staff disbudpar itu. >> >> "Dalam beberapa kali ceramah di kampus Unisba dan UPI bandung, si >> gubernur selalu bilang bahwa seni itu harus islami, tidak boleh ada >> unsur goyangnya, ini kacau!!" ujar Edi, wartawan Republika Bandung. >> >> Ini persoalan serius kawan, persoalan budaya yang patut dipertahankan. >> Tradisi budaya warisan nenek moyang yang luhur itu, masa harus dijajah >> oleh kepentingan sekelompok manusia. Kita semua pasti beragama >> (seperti gubernur yang islami itu…). Susah kalau kacamata agama >> dikaitkan dengan budaya dalam hal ini jaipongan dan bajidoran. >> >> Jika anda setuju bahwa Gubernur Jawa Barat harus dilawan, kalau perlu >> kita lengserkan. >> Maka tulislah komentar anda dibawah ini, tidak usah banyak banyak, dan >> jangan ada kata kata >> > > ------------------------------------ Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

