wah pak toto punya ide bagus tuh mas rahman, tampunggg... ntar malem
rembugin bareng pak rudi, kalo bisa buka puasa di sana  --- In
[email protected], "Toto Rahayu" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> puasa-puasa kesana enak kali ya...buka di kampung 99 terus sholat
taroweh di Masjid Kubah Emas terus malemnya dengerin campur sari di
kampung 99 sambil minum copi....
> Ayo diatur kapan waktunya.....
>  
> 
>  
> ________________________________
> 
> From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of M ALI MASHUDI
> Sent: Tuesday, September 16, 2008 8:48 AM
> To: [email protected]
> Subject: [Wismamas] Re: kampung 99
> 
> 
> 
> dugem liat live music makan pisgor+kupi, sambil pura2nya kita mengerti
> lagu yang mereka bawakan... lutu deh aku request campursari mereka
> nggak bisa..ha..ha...--- In [email protected]
<mailto:wismamas%40yahoogroups.com> , AyahRavi
> <balige75@> wrote:
> >
> > Kami (blok C) dulu udah pernah kesini Pak..
> > Survei waktu mau camping (2 tahun yg lalu)...
> > Emang mantep tenan..deket dengan rumah kita...masup liwat depan
> mesjid Kubah Mas...
> > Pak Rudi masih kok contact2an..kebetulan ownernya temen sekolah pak
> Rudi...
> > Â 
> > Pak Wisnu juga udah pernah kan.>??
> > Dugem dimari hehhehehehe
> > Â 
> > Salam,
> > C2/3
> > 
> > 
> > Â 
> > 
> > --- On Mon, 9/15/08, wisnu sambhoro <wisnu@> wrote:
> > 
> > From: wisnu sambhoro <wisnu@>
> > Subject: [Wismamas] kampung 99
> > To: [email protected] <mailto:wismamas%40yahoogroups.com> 
> > Date: Monday, September 15, 2008, 5:06 AM
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > Eddy Djamaluddin Suaidy, Pencetus Kampung 99 Pepohonan 
> > 
> > Hidup Berkelompok, Penuhi Kebutuhan secara Mandiri 
> > 
> > Awalnya Kampung 99 Pepohonan atau disebut Kampung Rusa adalah tempat
> hunian pribadi. Ada sepuluh keluarga yang hidup berkelompok dengan
> mempraktikkan Alquran dan hadis di sana. Tak disangka, kampung
> berkonsep back to nature itu kini menjadi jujukan wisata alam.
> > 
> > FAROUK ARNAZ, Depok, Jawa Barat 
> > 
> > Tak sulit mencapai Kampung 99 Pepohonan yang secara administratif
> berada di Jl KH Muhasan II, Meruyung, Limo, Depok, atau seberang
> Masjid Kubah Mas Dian Al Mahri. Kampung yang terletak pada koordinat
> bumi di S 6.3856553� dan E 106.767293� atau sekitar 25 kilometer
> selatan pusat kota Jakarta itu berada pada ketinggian 60 meter dari
> permukaan air laut. Di sana angin menerbangkan wangi harum rumput.
> > 
> > Luasnya 5 hektare persegi. Di utara yang letaknya lebih tinggi
> terdapat sungai kecil yang merupakan daerah aliran sungai (DAS),
> sedangkan di selatan (di bawah) mengalir Sungai Pesanggrahan. Aliran
> dari DAS itu disalurkan ke beberapa selokan kecil mengelilingi Kampung
> 99 dan menimbulkan bunyi gemericik.
> > 
> > Di barat dan timur terdapat perkampungan penduduk yang telah lama
> ada. Tak ada pagar eksklusif yang membatasi penghuni Kampung 99 dengan
> dunia luar. ''Siapa pun boleh datang ke sini. Sekadar menginap atau
> bahkan tinggal menetap jika memang satu visi dan misi,'' kata Edi
> Djamaludin Suaidy yang akrab disapa Abi saat ditemui pada Sabtu lalu
> (13/9).
> > 
> > Ayah tiga anak kelahiran Jogjakarta 58 tahun lalu itu adalah tetua
> kampung. Dialah yang pertama mencetuskan konsep hidup bersama. ''Hidup
> itu kan teorinya dari (surat) Al Fatihah sampai An-nas, sedangkan
> praktiknya dari (ayat) iqra sampai dengan malam ya'lam. Ada wahyu,
> tempat, dan kegiatan. Inilah scope kecil yang kami lakukan di sini,"
> kata lulusan arkeologi Universitas Indonesia itu.
> > 
> > Pada 1989, setelah tiga tahun mundur dari PT Jasa Marga, tempatnya
> bekerja, dan asyik menjalankan hobi merawat dan jual beli kendaraan
> antik, Edi pun memutuskan membeli 500 meter tanah di kawasan Jl KH
> Muhasan II itu. Itulah cikal bakal Kampung 99. ''Saya juga ingin
> meneruskan perjuangan abi (ayah) saya, mendiang H M. Saleh Suadiy,"
> tambahnya. 
> > 
> > Ayahnya, asli Padang, berpulang pada 1976 setelah malang melintang
> di dunia pendidikan agama. ''Saya terkenang cerita ayah saat hidup di
> madrasah Al Islah, Bangkalan, Madura,'' imbuhnya. Dari Madura pula,
> ibu Edi, Siti Muryati, berasal.
> > 
> > Konsep keluarga besar yang memenuhi kebutuhan bersama-sama dan
> gotong royong itulah yang dikembangkan Edi di Kampung 99. Sepuluh
> keluarga yang hidup bersama dengan total 70 orang warga itu bukan
> hanya saudara sekandung. Tapi, ada adik ipar, keponakan, teman kampung
> ayahnya dulu, hingga orang lain yang benar-benar tak ada hubungan
> darah dengannya. Kesepuluh keluarga itu hidup di rumah masing-masing
> yang saling berdekatan. Rumah-rumah itu dibangun dengan kayu dan gaya
> yang alamiah. 
> > 
> > Mereka secara maksimal mencukupi kebutuhan sendiri. Misalnya,
> menanam padi dan sayur organik, berkebun buah-buahan, beternak kambing
> dan sapi, serta perikanan. ''Untuk memasak, kami tidak menggunakan
> gas, tapi dengan kayu yang kami dapatkan dari ranting yang hanyut di
> sungai,'' tambahnya. 
> > 
> > Selain memenuhi kebutuhan sendiri, mereka melakukan pembagian kerja.
> Misalnya, ada yang kebagian memasak untuk ke sepuluh keluarga, ada
> yang kebagian mencuci pakaian, hingga ada yang kebagian merawat hewan
> dan tanaman. ''Dengan cara ini, kami bisa hidup hemat. Dalam sehari,
> sekitar 60 kilogram beras yang dimasak,'' tambahnya.
> > 
> > Lalu, bagaimana jika timbul masalah di antara warga? Umi Santi
> -setiap suami di sana disebut abi dan istri disebut umi- menjawab,
> ''Di komunitas ini ada yang namanya forum. Itulah pertemuan tertinggi
> yang digelar setiap dua pekan untuk memutuskan apa pun secara
> bersama-sama. '' 
> > 
> > Umi Santi adalah keponakan Edi yang awalnya tidak tinggal di sana.
> ''Setelah tahu enaknya tinggal di sini, udara bersih, dan anak-anak
> bisa bermain, kami putuskan pindah ke sini,'' kata Umi Santi, yang
> sebelumnya menjadi dosen.
> > 
> > Konsep hidup bersama di tempat yang menarik itulah yang akhirnya
> memancing orang luar untuk ikut merasakan. Itu dimulai pada 2005, saat
> secara kebetulan seorang kepala TK di bilangan Cilandak, Jakarta
> Selatan, mampir ketika paman Umi Santi menggelar pesta pernikahan.
> ''Bapak kepala sekolah itu lalu mengajak anak TK-nya untuk outbound di
> sini. Sejak itu, kami juga membuka diri untuk berbagi dengan sesama,''
> tambahnya. Rumah-rumah milik keluarga itu pun mulai disewakan.
> > 
> > Kini berbagai kegiatan digelar untuk anak-anak di sana. Misalnya,
> berjalan-jalan mengenal tumbuh-tumbuhan, menanam pohon, memanen padi
> dan sayur, memberi makan rusa dan ternak (kambing, domba, sapi,
> kerbau), menangkap ikan, memandikan kerbau, dan membajak sawah.
> Sesuatu yang tidak mungkin dilakukan anak-anak kota di belantara hutan
> beton Jakarta. 
> > 
> > Nama Kampung 99 Pepohonan diambil dari banyaknya pohon jati putih
> (gmelina arborea) yang ditanam anak-anak. Pemasukan pun mengalir.
> > 
> > ''Hingga akhirnya, banyak yang berhenti dari aktivitas semula dan
> berkosentrasi untuk hidup di sini. Contohnya, Aisyah (manajer
> restoran, Red). Dia dulu dubber,'' sambung Abi. 
> > 
> > Pemasukan pun didistribusikan dengan persentase yang telah disetujui
> bersama oleh seluruh anggota keluarga setelah dikurangi pengeluaran,
> seperti biaya listrik sekitar Rp 4 juta per bulan. Jika satu anggota
> keluarga ada pengeluaran khusus, seperti melahirkan atau hendak
> menyekolahkan anak, persentase itu ditambah dan anggota keluarga yang
> lain juga tidak berkeberatan. Semua dibicarakan bersama secara
> demokratis tanpa otokrasi.
> > 
> > Bagi Abi, apa yang dilakukan itu bukan untuk mengisi akhir masa tua,
> tapi justru sebagai hadiah bagi anak cucunya. ''Ini bukan sok pamer.
> Tapi, kami semua sanggup melakukan karena dimulai dari tekad. Dari
> yang hanya ndelok (melihat sekilas) menjadi niteni (mencermati) . Juga
> dari kemauan dari semua kepala keluarga di sini untuk berhenti
> merokok,'' tegasnya. Asap rokok menjadi barang langka yang sulit
> ditemui di sana. 
> > 
> > Tekad itu kini berwujud aset miliaran rupiah dan akan terus
> berkembang. Apalagi, pemerintah setempat telah memasukkan kampung itu
> sebagai kawasan wisata dan membuka kantor dinas pariwisatanya di sana.
> (nw)
> > 
> > ----- Original Message ----- 
> > From: Suparman 
> > To: [EMAIL PROTECTED] s.com 
> > Sent: Monday, September 15, 2008 2:38 PM
> > Subject: [Wismamas] Hemat BBM
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > Info
> > 
> > Silahkan baca2 http://www.akashu. info
> > Benar2 terbukti
> > 
> > Suparman
> > B3-18
> > 
> > 
> > __________ NOD32 3440 (20080913) Information __________
> > 
> > This message was checked by NOD32 antivirus system.
> > http://www.eset. com
> >
>


Kirim email ke