Karena saya terlalu banyak minum air seni macam ente Pedje ?

Pedje <[EMAIL PROTECTED]> menulis:          Bung Sapru, Anda kayaknya 
kejengkolan nih. Masa yang
protes tokoh masyarakat Jagakarsa, eh, penjelasannya
Anda paparkan di sini. Kumaha euy? Kalau memang mau
bagi-bagi ilmu, bikin dong studi komparasi antara satu
gerakan pemikiran dan gerakan pemikiran yang lain.
Bukan cuma membahas satu gerakan pemikiran. Itu
namanya indoktrinasi, yang ujung-ujungnya malah
kontraproduktif, pembodohan umat. Dari semua tulisan
yang Anda posting kecenderungannya seperti itu,
terutama ketika memposting pendapat seorang ulama Arab
soal Hizbullah, yang dikatakan Hizbusyaiton. Bagaimana
caranya melakukan konfirmasi dengan ulama Arab
tersebut bahwa pendapat itu benar dari dia, sementara
komentarnya sudah ada di ruang publik milis ini? 

Salam,

Pedje

--- SP Saprudin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Pada malam Senin tgl. 3 September 2006, saya
> mendapat undangan dari satu Ketua DKM di Jagakarasa.
> Isi undangan adalah mengharapkan kesediaan saya
> untuk memberikan kultum di salah satu Mushola dalam
> rangka peresmian pembukana Pesantren Kilat selama
> bulan suci Ramadhan. 
> 
> Dalam materi yang saya bawakan berkaitan dengan
> banyaknya amaliah-amaliah yang dilakukan ummat Islam
> dengan menisbatkan kepada Sunnah Rasulallah. Dalam
> pemaparan yg sangat panjang lebar, diakhir kultum
> saya dicerca oleh salah seorang tokoh masyarakat.
> Katanya apa yang saya bawakan merupakan ajaran
> Wahabi !!! Saya sebetulnya tidak berpijak disalah
> satu mazhab. Semua imam mazhab adalah Imam
> Ahlussunah Wal Jamaah. Jadi saya tidak bertaqlid
> dengan salah satu pemahaman, tapi saya berpijak di
> atas manhaj pemahaman Kulafaurrasyidin, Tabiin,
> Tabiut Tabiin dan Ulama-ulama yang sejalan dengan
> mereka. 
> 
> Astagfirullah !!! 
> Apa sih itu wahabi ? Sebetulnya saya kurang
> mengerti tentang Wahabi. Namun saya hanya mengetahui
> latar belakang Wahabi itu.
> Sebagai bahan konfirmasi terhadap mereka-mereka
> yang mengaku berpijak di atas Assunah dan Al Qur'an,
> namun dalam kesehariannya mereka bertolak belakang.
> Bahkan menuduh orang yang mencoba untuk menegakkan
> Assunah dan Al Qur'an, malah dicap dengan sebutan
> yang aneh-aneh. Biasanya orang macam itu ibarat tong
> kosong bunyinya nyaring. Tidak tahu apa-apa tentang
> sesuatu, tapi kalau bicara lagaknya kayak orang
> mengerti. Orang merasa pinter tapi keblinger, orang
> merasa alim padahal goblok dan bodoh.
> 
> Lewat milis wongbanten ini, saya ingin mencoba
> untuk menjelaskan apa itu Wahabi. Kelompok Wahabi 
> bukanlah kelompok baru dalam menyatakan salahnya
> acara-acara bid’ah semacam ini. (Wahabi
> dinisbahkan kepada pengikut seorang hamba Allah,
> Abdul Wahhab, yakni Syekh Muhammad bin Abdul Wahhab
> rahimahullah, red)
> 
> Akidah Wahabi dilandaskan pada :
> a. Berpegang teguh kepada kitab Allah.
> b. Berpegang teguh kepada Sunnah Rasulullah.
> c. Berjalan pada garis ajaran Rasul Shallallahu
> ‘alaihi wassalam dan garis ajaran Khulafa’
> Rasyidin setelah beliau serta para Tabi’in dan
> d. Meniti jejak para ulama’ al-Salaf al-Sholih,
> para imam terkemuka dalam Islam, yaitu para ahli
> fiqih dan taqwa.
> 
> Inilah landasan Akidah Wahhabi dalam hal
> Ma’rifatullah dan Itsbatush Shifah (penetapan
> sifat-sifat ke-Maha Sempurnaan dan ke-Maha Agungan
> Allah ) yang diturunkan oleh al-Qur’an dan tertera
> dalam hadits-hadits shahih serta yang dipegang teguh
> oleh para sahabat Rasul- Shalallahu ‘alaihi
> wassalam-. Wahabi menetapkan, mengimani dan menerima
> apa adanya sifat-sifat Allah itu :
> - Tanpa tahrif (mengubahnya)
> - Tanpa ta’thil (meniadakan ma’nanya)
> - Tanpa takyif(mempertanyakan bagaimana atau
> mengandaikannya), dan
> - Tanpa tamtsil (menyerupakan dengan sifat-sifat
> Makhluk).
> Wahabi berpegang pada dasar-dasar aqidah yang dianut
> oleh para ahlul ‘ilmi wat-taqwa generasi
> pendahulu(salaf) dan para imam umat ini yaitu para
> tabi’in dan pengikut setia mereka, mereka
> mengimani bahwa dasar dan fondasi iman adalah : 
> 
> شهادة أن لا إله إلا الله وأن
> مØ&shy;مداً رسول الله 
> Artinya: Kesaksian bahwa tidak ada Ilah yang berhak
> disembah kecuali Allah dan sesungguhnya Muhammad
> adalah utusan Allah. 
> 
> Syahadat ini adalah dasar iman, ia harus mengandung
> ilmu (pengertian dan keyakinan), amal(tindakan) dan
> pernyataan lesan, sebagaimana hal itu telah menjadi
> ijma’ umat Islam.
> 
> Kandungan arti syahadat ini adalah :
> a. Kewajiban beribadah (mengabdi) kepada Allah
> semata, tiada sekutu bagi-Nya, dan
> b. Bara’ah (berlepas diri) dari penyembah kepada
> selain Allah, apapun dan siapapun dia.
> Inilah hikmah (Inti tujuan ) diciptakannya Jin dan
> Manusia. Untuk tujuan ini pula para Rasul diutus dan
> kitab-kitab Ilahi diturunkan.
> 
> Syahadat ini juga mengandung :
> a. Puncak (klimaks) rasa rendah dan rasa cita kepada
> Allah semata, dan
> b. Puncak (klimaks) rasa taat dan pengagungan
> kepada-Nya.
> 
> Inilah din al-Islam (agama Islam) yang Allah tidak
> akan menerima agama apapun selainnya baik itu dari
> kaum-kaum terdahulu maupun dari kaum-kaum yang
> datang kemudian. Karena seluruh nabi berpegang
> kepada dien al-Islam ini dan merekapun diutus untuk
> menyeru menuju al-Islam , dan menuju apa yang
> dikandung oleh makna al-Islam itu, yaitu al-istislam
> (berserah diri) kepada Allah semata.
> 
> Maka orang yang berserah diri kepada Allah dan
> kepada selain-Nya, atau memanjatkan do’a kepada
> Allah dan kepada selain-Nya ia adalah musyrik, dan
> barang siapa yang tidak berserah diri kepada-Nya, ia
> berarti mustakbir, angkuh dan enggan menyembah-Nya.
> 
> Allah Ta’ala berfirman :
> ]وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي
> كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ
> اُعْبُدُوا اللَّهَ
> وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ
> [سورة النØ&shy;ل الآية : 36
> Artinya : “Dan sesungguhnya kami telah mengutus ke
> kalangan masing-masing umat seorang rasul untuk
> menyeru “Sembahlah (beribadahlah) kepada Allah dan
> jauhilah thoghut”.
> 
> Akidah Wahabi berasaskan pada pewujudan syahadat
> (kesaksian) bahwa Muhammad adalah Rasul Allah,
> dengan konsekwensi menolak segala aneka bid’ah dan
> khurafat serta segala yang bertentangan dengan
> syari’at yang dibawa Rasulullah, Muhammad Saw.
> Inilah aqidah yang diyakini, dianut dan didakwahkan
> oleh syekh Muhammad ibn Abdul Wahhab
> –rahimahullah-. Barang siapa yang menisbatkan
> (melekatkan) kepada beliau aqidah lain yang
> bertentangan dengan aqidah di atas , berarti ia
> telah melakukan kedustaan dan berbuat suatu dosa
> yang nyata serta menyatakan suatu hal yang ia tidak
> memiliki ilmu tentang hal itu, yang kelak akan
> dibalas oleh Allah sebagaimana layaknya ancaman
> kepada para perekayasa kedustaan dan fitnah.
> 
> Syekh Muhammad bin Abdul Wahhab telah memaparkan
> sejumlah tulisan tetang fiqh (dalam madzhab Imam
> Ahmad ibn hanbal).Beliau juga menulis beberapa
> bahasan dan kajian yang memiliki kekhasan dalam
> penyuguhan, dan karya-karya tulis yang bagus seputar
> Kalimatul-Ikhlas wat-Tauhid(لا إله إلا
> الله) dan arti syahadat (kesaksian)
> terhadap(لاإله إلا الله) serta tentang
> kandungan makna kalimah syahadat itu, yang
> diturunkan oleh al-Qur’an, as-Sunnah dan ijma’,
> yang tersimpul dalam dua hal :
> a. Pernyataan bahwa selain Allah tidak berhak untuk
> disembah dan dipertuhankan.
> b. Penetapan bahwa hanya Allah semata yang berhak
> disembah dan dipertuhankan. Penyembah
> (ibadah\ubudiah) kepada Allah ini wajib dilakukan
> semurni-murninya dan sesempurna-sempurnanya,
> terbebas dari unsur syirik (penyekutuan) baik yang
> kecil maupun yang besar, baik yang nyata maupun yang
> samar.
> 
> Orang mengetahui karangan-karangan Syaikh Muhammad
> ibn Abdul Wahhab dan data-data akurat tentang
> pikiran, dakwah dan jejak perjuangan beliau, serta
> mengetahui aqidah yang dipegang oleh kawan
> seperjuangan dan murid-murid beliau, nyatalah
> baginya bahwa Syeikh adalah sosok yang konsisten
> pada aqidah pemurnian tauhid dan perjuangan membasmi
> bid’ah dan khurafat. Dan itulah garis para
> as-Salaf as-Shaleh dan para imam terkemuka.
> 
> Mereka hanyalah menentang dan tidak mentolerir ulah
> para pendukung aqidah sesat yang mengadakan aneka
> bid’ah dan khurafat serta peringatan hari-hari
> besar bid’ah. Pengadaan dan penyelenggaraan
> pertemuan untuk acara-acara bid’ah itu adalah
> termasuk hal-hal yang tidak diizinkan dan tidak
> dibenarkan oleh Allah dan Rasul-Nya Shalallahu
> ‘alaihi wassalam. Para ulama’ dan penguasa Saudi
> mencegah hal itu karena ia adalah termasuk
> amalan-amalan baru yang diada-adakan, sedangkan
> setiap amalan-amalan baru seluruh umat Islam
> diperintah mengikuti As-Sunnah, bukan diperintah
> mengada-adakan bid’ah , Karena agama Islam adalah
> sempurna dan cukup apa yang disyari’atkan Allah
> dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wassalam dan apa
> yang diterima sebagai ajaran as-Sunnah oleh
> Ahlussunnah wal Jama’ah, yaitu para sahabat,
> Tabi’in dan orang-orang yang mengikuti garis
> mereka.
> 
> Pelarangan terhadap penyelenggaraan maulid, hal-hal
> yang mengandung sesuatu yang melampaui batas dalam
> agama (ghuluw) atau mengandung kemusyrikan dan yang
> serupa bukanlah tindakan yang non-Islami atau
> penghinaan terhadap Rasulullah shallallahu 'alaihi
> wassalam. Akan tetapi itu justru suatu ketaatan
> kepada beliau dan pelaksanaan perintah beliau. Dalam
> kaitan ini beliau Shalallahu ‘alaihi wassalam
> bersabda 
=== message truncated ===

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


         


Saprudin
                
---------------------------------
Apakah Anda Yahoo!?
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

[Non-text portions of this message have been removed]



Tetap Semangat Mencintai Banten! 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke