Kalau mau mencari siapa yang benar atau salah..bukan kita yang menentukan kang..
  kepala boleh panas akan tetapi hati tetap dingin..bukan begitu..
  Kita jangan terjebak oleh jargon2 atau propaganda-proganda yang bisa 
membingungkan apalagi yang bisa membuat perselisihan..yang tanpa bisa kita 
filter atau telaah kebenarannya...
  Jangan sampai juga kita terjebak dalam perseteruan tanpa ujung pangkal..
  semua atau segala pertentangan maupun perselisihan adalah wajar..
  karena isi kepala setiap orang berbeda-beda..
  bagai mana bisa kita mendoktrin isi kepala seseorang agar sepaham atau 
sejalan dengan isi kepala kita..
  Yang diperlukan adalah keluhuran hati dan kedalaman jiwa
  ketika kita menerima atau mendapatkan informasi yang nota bene tidak sejalan 
dengan faham kita...
   
  SSSSaalllllllllaaammmmmmmmmm........!!!!!
  ya2t
   
  Pedje <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia tercantum arti
"indoktrinasi", yakni 'pemberian ajaran secara
mendalam (tanpa kritik) atau penggemblengan mengenai
suatu paham atau doktrin tertentu dengan melihat suatu
kebenaran dari arah tertentu saja'. Setuju dengan arti
ini? Bisa dibayangkan kan, apa jadinya kalau orang
terus-menerus diarahkan pandangannya hanya ke satu
sisi saja? Lama-kelamaan, orang itu akan tenggleng,
seperti tiga orang buta di hadapan gajah dalam lakon
Rashomon. Kalau cuma lehernya yang tenggleng sih
enggak apa-apa. Tapi kalau otaknya yang tenggleng,
bagaimana? Apa itu bukan pembodohan namanya?

Yang suka mencela itu siapa? Saya hanya mengkritisi.
Sebenarnya, kalau dilihat dari postingan-postingan
Anda yang lalu, Bung Sapru, justru Andalah orang yang
suka mencela, meski kadang secara tidak langsung. Coba
baca lagi postingan-postingan Anda yang lalu. Seolah
hanya "pendapat" Anda-lah yang benar dan tak jarang
dalam postingan itu Anda mengejek pendapat/pemahaman
yang berbeda dari pemahaman Anda. 

Bung Sapru, berpendapat boleh saja. Itu hak Anda.
Tapi, bila kemudian muncul kesan bahwa Anda mengklaim
pendapat Anda yang paling benar, Anda mestinya bisa
bersikap adil dengan memaparkan pendapat-pendapat yang
berbeda dari pendapat Anda secara proporsional.
Bukankah bersikap adil lebih dekat kepada takwa? 

Misalnya soal Wahabi itu. Anda boleh saja memuji
pemahaman Wahabi soal ajaran Islam. Tapi, alangkah
adilnya bila Anda juga memaparkan pemahaman-pemahaman
yang mencoba mengkritisi pemahaman Wahabi atau malah
menentangnya. Bukankah tidak ada yang sempurna selain
Allah? 

Salam,

Pedje

--- SP Saprudin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Ok, sebelumnya saya mohon maaf. 
> Apa yang kamu maksud pedje dengan indoktrinasi.
> Pembodohan yang macam mana ? 
> Kamu itu orang yang cuman pandai menyela, tapi
> tidak memberikan suatu pemikiran yang kata kamu
> mengarah kepada studi komparatif. Kalau itu yang
> kamu inginkan, coba berikan suatu tanggapan tentang
> hal ini, agar tidak kontradiktif.

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


         

                                
---------------------------------
Get your own web address for just $1.99/1st yr. We'll help. Yahoo! Small 
Business.

[Non-text portions of this message have been removed]



Tetap Semangat Mencintai Banten! 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke