Oret-oret Memetakan kekuatan & Kelemahan dari calon2 yang ada. Analisa dari 
rakyat biasa.
1. Atut and the partner,

Strengthen :
1. Boleh juga Atut and the gank sukses melobi 6 partai. Gak Tanggung2 Golkar 
dan PDIP, 2 partai besar "Jadul"  (jaman dulu) dengan suara bulet mendukung. 
Sisanya, partai "ecek2" yang belum tentu lolos ke pemilu 2009. entah iming2 apa 
yang ditawarkan  ke pentolan partai tersebut. Saya tidak mau menyinggung 
bagaimana dan dengan apa ia bisa melobi. Biar saja, toh kenyataannya memang 
seperti itu. Jika mesin politik ke 6 partai ini bekerja dengan sempurna, 
kemenangan sudah ada dalam genggaman.
2. itu dari jalur politik, kekuatan lainnya adalah Posisi birokrat yang ia 
sandang sbg Plt. Tim media Atut tahu betul memanfaatkan pos-pos yang sifatnya 
layanan publik. Walaupun 'bermain' agak vulgar dengan menempelkan setiap foto 
di setiap iklan layanan masyarakat yang tanpa pandang bulu apa isi iklan 
tersebut. sebenarnya lucu juga sih saat kita lihat iklan PIN, NARKOBA, dll 
fotonya itu-itu juga. Tapi sudahlah gak perlu dibahas. wasting time!. 
3. Selanjutnya adalah Kekuatan jalur tradisional kejawaraan. Kentalnya budaya 
ewuh pakewuh di lini ini menjadikan lini andalan bagi kubu Atut.  sebagai putri 
dari tokoh 'besar' seni beladiri, lini ini cukup efektif saat menjelang 
pencoblosan. Di daerah pelosok, Jawara cukup berperan memberikan andil dalam 
pemenangan suara apalagi jika Jawara plus kepala desa. Sempurna sudah. 
4. Berikutnya adalah, para mitra bisnis yang saat ini sudah menikmati hubungan 
simbiosis mutualisme dengan kekuasaan Atut. Mereka pun tentu ikut berperan 
menjadi mesin politik. Siapa yang gak takut kehilangan tender lima tahun ke 
depan. Yang nilainya cukup bikin ngiler. 
5. Juga tidak ketinggalan, dijalur internal pemerintahan. Katakanlah ini 
operasi sembunyi2, tapi perubahan struktur di pemprov kemarin memang 
menimbulkan tanda tanya oleh berbagai pihak. Ada indikasi sebagai bekal 
pertarungan untuk Pilkadal. Fungsi mereka tidak perlu dibahas disini.
6. Keberadaan Atut dibeberapa organisasi juga ia manfaatkan untuk mendongkrak 
popularitas serta membangun image. Misalnya Sebagai ketua BNN propinsi Banten 
yang iklannya saat ini santer di berbagai radio. 'begitulah pesan ibu ratu 
chosiyah, sya lala lala" begitu kira-kira bunyi salah satu lirik dangdutnya. 
7. Tinggal sisanya, majlis taklim para ibu yang di'bom'. Seperti kang Boyke 
bilang, "sudah turun sekarang mah, dari 15 rb ke 5 rb". He3x 

Jadi jika melihat kekuatan Atut dan Masduki, kalau melihat syarat sah nya mah 
sudah terpenuhi untuk meraih kembali posisi Banten 1. Tinggal kita lihat saja 
nanti.

Weakness :
1. Kuatnya 'power' Atut and the gank dalam melobi jajaran pimpinan partai 
politik sedikit banyak menimbulkan friksi di dalam internal partai tersebut. 
Misalnya, Golkar Cilegon yang kecewa berat dengan hasil keputusan Golkar 
Banten. Belum lagi Rakerdasus PDIP yang berhasil mementahkan aspirasi sebagian 
kader grass root PDIP yang berharap Mbak Icha naik. Friksi tadi berpotensi 
melahirkan aksi penggembosan di kantong-kantong suara masing2 partai. Bukan hal 
tidak mungkin, mereka menikam dari belakang. Kasarnya, jibeh, mati siji, mati 
kabeh. Gue kecewa, lo juga mesti kecewa.
Untuk parpol ecek2 pendukung, biasanya mereka tidak all out terjun. 
"kesepakatan" serta "tanda jadi" sudah cukup menghibur bagi mereka. Masalah 
pendukungnya memilih atau tidak, itu urusan nanti. Paling tinggal berkelit, 
"kan dari awal juga udah nyaho, pendukung partai gue sedikit. ya udah emang 
segitu dapetnya". begitu kira-kira.
2. Kelemahan lainnya, Sekalipun Atut gencar memasang spanduk PIN, NARKOBA, 
Iklan PemProv di koran lokal namun bahasanya tidak masuk ke hati. Whats up? 
Tanyakan saja pada hati nurani. Semua hanya bahasa hambar. mestinya tim media 
Atut lebih cerdas dalam menyampaikan 'goal'nya. Secara demografis juga Atut 
mungkin bisa menguasai masyarakat kampung, pelosok, pesisir, terutama daerah 
yang kuat kultur tradisionalnya. Untuk basis perkotaan yang educated. masih 
tanda tanya besar. Padahal untuk memenangkan Pilkadal Banten, mestinya target 
masyarakat perkotaanlah yang jumlah penduduknya significant.
3.Pencitraan. betapapun gencarnya Atut membangun imej, Namun ia sulit lepas 
dari bayang-bayang sang '*** father'.  Everybody know that she is the puppet. 
thats all. pencitraan inilah yang menjadi bumerang untuk kampanye Atut di 
daerah perkotaan yang notabene well educated dan melek alias baca koran. 
4. Gencarnya Atut mempromosikan diri jauh-jauh hari tentu menguras banyak 
energi. Bisa saja energi itu habis dan 'tendangannya' tidak sekuat semestinya. 
Saat detik-detik akhir masa kampanye Pilkadal, pasangan calon lain mencuri 
kesempatan. Habislah impian. Maklum, Indonesia rakyatnya mudah terkena amnesia. 
Kemarin bilang iya, besok bisa jadi tidak. 
5. Kelemahan lainnya. Barisan Sakit Hati beraksi. Bisa jadi ia orang dalam 
sendiri yang sudah muak diperlakukan tidak sesuai dengan kehendak hatinya. Atau 
ia juga dari sekitar lingkaran kekuasaan, para pebisnis yang dirugikan, dll. 
Mereka akan mengambil bagian. Moment pilkadal adalah saat yang tepat bagi 
mereka untuk beraksi. Ini asumsi saya.
6. Selama ini Atut kurang menyentuh dunia mahasiswa. Padahal dunia itulah yang 
energinya seperti batere energizer. Mungkin saja ada satu-dua pendukung Atut 
tapi mungkin itu hanya materi oriented saja. Kiprah para aktivis kampus bisa 
menjadi peluru yang berdesingan menembus barikade kantong suara Atut. Akibatnya 
kebocoran lagi deh. Mestinya, Atut juga membina lini ini karena lumayan efektif 
untuk dijadikan 'peluru'.
7. Jalur tradisional kejawaraan sudah lama mengalami keretakan. Ada istilah 
pendekar 'hitam' dan 'putih'. beberapa tokoh jawara di Lebak dan labuan bahkan 
bersebrangan dengan her father. Tapi karena mereka 'the real' jawara, mereka 
memilih untuk diam dan menghindari konflik. Namun, mereka pun ikut bergerak dan 
memberikan pengaruh terutama untuk jalur saudara seperguruan. 

Untuk alim ulama sengaja saya tidak menyinggung. Sebagai penghormatan serta 
salam takzim saya kepada para ulama. 
Walhasil, kekuatan yang ada memang tidak bisa terlepas dari kekurangan. Namanya 
juga orat-oret dari rakyat kecil. Salah mah wajar yah.Apalagi saya lagi belajar 
menulis loh!

JK
next, Try-Ben!













Tetap Semangat Mencintai Banten! 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke