Ada selentingan mampir ke kuping saya barusan, jatah gubernur Jakarta dan Banten periode mendatang dipegang PD dan PDIP karena PKS sudah diberi jatah di Depok. Kalau PDIP ngambil jatah di Banten, artinya PD yang dapat jatah di Jakarta, begitu pula sebaliknya. Soal mekanisme pemilihan langsung, kata selentingan itu lagi, bisa diakalin oleh para politikus busuk yang sudah kenyang pengalaman. Ah, mudah-mudahan saja selentingan itu tidak benar.
Salam, Pedje --- Risyaf Ristiawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > wah ternyata orang Banten pinter-pinter ya. ada > pemerhati masalah politik. wah hebring euy........ > > > sony harseno <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > orat-oret nya menarik bung jaya. > > saya menyangka metode pilkada di seluruh daerah di > indonesia nampaknya sudah seragam. cuma, kadang, > saya > melihat penyakit generalisasi (copy paste) yang akut > dalam memetakan atau setidaknya mengetahui kondisi > daerah yang sangat beragam itu. memanfaatkan koalisi > partai memang efektif. analisis jaya sangat familier > dengan metode yang pernah saya ikuti di tim sukses. > Ada tiga hal yang menarik > 1. adanya koalisi partai besar > 2. sistem masyarakat patronklien (bukan feodal!) > 3. konservatisme sistem > > ketiga hal itulah yang membuat saya semakin yakin > bahwa pilkada atau sistem regulasi dalam prosedural > demokrasi hanya untuk mengukuhkan secara formal > dominasi kelas (penguasa). sehingga pilkada semata > hanya dilihat sebagai upaya filter bagi kelas > dominan > yang tidak lagi produktif dalam mempertahankan > dominasi kekuasaan. saya pikir, ini proses yang > alamiah. cuma sekarang lebih canggih > selubungnya.maka > tak heran, keretakan atau friksi internal selalu ada > yang berkaitan dengan perebutan akses terhadap > surplus > produksi. selubungnya bisa perdebatan ideologis, > dst, > yang berupaya mencitrakan bahwa konflik yang terjadi > ditataran yang sangat subtantif. yah, bisa jadi > malah > kebalikannya. tapi saya melihat problem partai besar > dengan sistem internal yang tidak berbasis kader, ya > seperti itu tidak jauh dari urusan duit. jarang > sekali > keretakan besar di partai besar yang berbasis > ekonomi > bersumber pada hal yang ilmiah. kecuali jika budaya > ilmiah menjadi nafas partai. tapi saya meragukannya > juga. tengoklah media palmerah, itu saja untuk > ukuran > media yang perdebatan ilmiah sudah menjadi nafasnya, > kebijakan redaksinya tetap kalah kok dgn kepentingan > bos-bosnya. > > terlepas dari itu, saya ingin mengajak anda untuk > melihat arti penting dari koalisi partai besar ini. > pertama, saya tetap yakin bahwa pilkada gubernur ini > tidak memiliki signifikansi dibanding pilkada > bupati. > syaratnya telah terpenuhi bahwa perimbangan kelas > dominan telah tercapai, hal ini ditandai dengan > bagi-bagi kue berlangsung mulus di tiap2 kabupaten. > maka, saya melihat posisi gubernur hanya sebagai > operator politik wilayah. bukan distributor, sekali > lagi hanya sekadar operator!!! mengapa tidak > distributor? karena perimbangan telah tercapai itu > tadi. serang dikuasai golkar, pandeglang pdip, dst. > masalahnya, saling hubung kepentingan ekonomi elit > melintasi batas-batas kabupaten, sehingga butuh > operator, dan kekuasaan operator tidaklah penting. > operator harus menghubungi "pemilik saham" lain > untuk > menditribusikannya. > > kedua, saya sepakat dengan jaya ada kemungkinan > friksi > internal di dalam partai-partai tersebut. celaka > jika > friksi itu berakibat pada penggerogotan basis > surplus > dan massa partai. sepengetahuan saya, tim sukses > biasanya sudah mempunyai kalkulasi awal (seharusnya > sdh akurat) 6 bln sebelum pilkada dilaksanakan. > apalagi kalo incumbent nyalon lagi, data itu gampang > dicari. setidaknya, dalam hitungan politik, kedua > partai mempunyai problem yang sama, yakni semakin > terancamnya arus surplus mereka dengan hadirnya > pemain2 baru diluar kubu kedua partai yg berdampak > larinya massa partai atas kekecewaan dengan > distribusi > sosial-ekonomi selama ini. ini masih asumsi saya, > tapi > hadirnya deklarasi cilangkahan bisa menjadi penanda > ada "pemain" baru! > > satu pertanyaan lagi yang menarik saya adalah apakah > atut hanya boneka bapaknya? menurut saya bukan, > maksudnya bukan boneka bapaknya, tapi bonekanya > kapitalisme..hehehehe. > > mudah2an saya keliru! sekadar intipan yang dangkal > dari seorang juru potret komersil seperti saya. yang > selalu menunggu dengan harap musim kawin > datang.semoga > menjadi kewajaran jikalau intipin saya keliru. > > sound! > > --- gongmedia cakrawala <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: > > > Selamat jadi pemerhati politik, Jack La mota. para > > buruh pabrik kayk Jack ini, saya pikir bisa > > meningkatkan produktivitas. bagi saya, siapa pun > > gubenurnya, yang penting milisnya wongbanten. > > hehehe, nggak nyambung. > > > > saya sendiri melihat pasangan Bony Tryana dan Soni > > Harseno perlu diusung untuk pilkadal 2016. Secar > > historis, Bony Tryna tidak ada hubungannya dengan > > Tryana Syamun dan Soni Harseno tidak ada > hubungannya > > dengan merek televisi. Jadi, mereka terbebas dari > > syakwasangka sebagai antek kapitalisme. > > > > Hanya saja, dari semua para cagub, mereka tidak > > serius menangani perpustakaan dan ekonomo > > kebudayaan. Hehehe.... > > > > semoga kita tidak sedang kena radang hati. > > gg > > > > Jaya Komarudin <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Oret-oret Memetakan kekuatan & Kelemahan dari > > calon2 yang ada. Analisa dari rakyat biasa. > > 1. Atut and the partner, > > > > Strengthen : > > 1. Boleh juga Atut and the gank sukses melobi 6 > > partai. Gak Tanggung2 Golkar dan PDIP, 2 partai > > besar "Jadul" (jaman dulu) dengan suara bulet > > mendukung. Sisanya, partai "ecek2" yang belum > tentu > > lolos ke pemilu 2009. entah iming2 apa yang > > ditawarkan ke pentolan partai tersebut. Saya tidak > > mau menyinggung bagaimana dan dengan apa ia bisa > > melobi. Biar saja, toh kenyataannya memang seperti > > itu. Jika mesin politik ke 6 partai ini bekerja > > dengan sempurna, kemenangan sudah ada dalam > > genggaman. > > 2. itu dari jalur politik, kekuatan lainnya adalah > > Posisi birokrat yang ia sandang sbg Plt. Tim media > > Atut tahu betul memanfaatkan pos-pos yang sifatnya > > layanan publik. Walaupun 'bermain' agak vulgar > > dengan menempelkan setiap foto di setiap iklan > > layanan masyarakat yang tanpa pandang bulu apa isi > > iklan tersebut. sebenarnya lucu juga sih saat kita > > lihat iklan PIN, NARKOBA, dll fotonya itu-itu > juga. > > Tapi sudahlah gak perlu dibahas. wasting time!. > > 3. Selanjutnya adalah Kekuatan jalur tradisional > > kejawaraan. Kentalnya budaya ewuh pakewuh di lini > > ini menjadikan lini andalan bagi kubu Atut. > sebagai > > putri dari tokoh 'besar' seni beladiri, lini ini > > cukup efektif saat menjelang pencoblosan. Di > daerah > > pelosok, Jawara cukup berperan memberikan andil > > dalam pemenangan suara apalagi jika Jawara plus > > kepala desa. Sempurna sudah. > > 4. Berikutnya adalah, para mitra bisnis yang saat > > ini sudah menikmati hubungan simbiosis mutualisme > > dengan kekuasaan Atut. Mereka pun tentu ikut > > berperan menjadi mesin politik. Siapa yang gak > takut > > kehilangan tender lima tahun ke depan. Yang > nilainya > > cukup bikin ngiler. > > 5. Juga tidak ketinggalan, dijalur internal > > pemerintahan. Katakanlah ini operasi sembunyi2, > tapi > > perubahan struktur di pemprov kemarin memang > > menimbulkan tanda tanya oleh berbagai pihak. Ada > > indikasi sebagai bekal pertarungan untuk Pilkadal. > > Fungsi mereka tidak perlu dibahas disini. > > 6. Keberadaan Atut dibeberapa organisasi juga ia > > manfaatkan untuk mendongkrak popularitas serta > > membangun image. Misalnya Sebagai ketua BNN > propinsi > > Banten yang iklannya saat ini santer di berbagai > > radio. 'begitulah pesan ibu ratu chosiyah, sya > lala > > lala" begitu kira-kira bunyi salah satu lirik > > dangdutnya. > > 7. Tinggal sisanya, majlis taklim para ibu yang > > di'bom'. Seperti kang Boyke bilang, "sudah turun > > sekarang mah, dari 15 rb ke 5 rb". He3x > > > > Jadi jika melihat kekuatan Atut dan Masduki, kalau > > melihat syarat sah nya mah sudah terpenuhi untuk > > meraih kembali posisi Banten 1. Tinggal kita lihat > > saja nanti. > > > === message truncated === __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com Tetap Semangat Mencintai Banten! Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
