Assalamu'alaikum Pak Lili Romli, Analisa SWOT yang dikemukakan Kang Jaya Kamarudin memang cukup menarik, sampai-sampai akan dipakai bahan disertasi Doktor oleh Pak lili yang selain bekerja di LIPI juga menjadi Sekretaris Umum PATI Banten....( Ketuanya Dirut saya,..heheheh ) Tapi yang harus dicermati Pak Lili adalah istilah "JAWARA" di Banten sangat jauh berbeda dengan "PREMAN" yang ada sekarang. Mohon dibedakan. Hal ini perlu diingatkan karena menyangkut nama baik Banten. Selamat Beribadah, Salam sono. /dedidj
--- Lili Romli <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Kepada Yth. Pak Jaya Kamarudin dan Teman2 di milis > wongbanten > > Ass.wr.wb. > > Salam kenal. Saya Lili Romli, saya bekerja di LIPI. > Saya sedang melakukan penelitian tentang Jawara dan > Kekuasaan di Banten untuk disertasi doktor saya di > UI. > Saya tertarik sekali dengan analisa Pak Jaya tentang > peran Jawara dalam pilkada. Kalo boleh saya pingin > tahu lebih jauh tentang peran Jawara di Banten. > Untuk > lebih jelasnya pertanyaan saya adalah: > > 1. Sejauhmana hegemoni kelompok Jawara di Banten, > baik > dalam bidang politik (birokrasi, partai, DPRD) > maupun > ekonomi (penguasaan proyek-proyek)? > > 2. Siapakah jawara-jawara yang masuk dalam kelompok > Tb. Chasan Sochib? > > 3. Siapakah partai-partai dan anggota DPRD yang > masuk > jaring Tb. Chasan Sochib? > > 4. Apakah Jawara di Banten bersatu dalam barisan Tb. > Chasan Sochib, bila tidak siapakah tokoh-tokohnya > dan > mengapa mereka menentang Chasan Sochib? > > Saya akan senang sekali apabila Pak Jaya dan > teman-teman yang tahu tentang informasi tersebut > dapat > membantunya. Insya Allah nama teman-teman akan saya > rahasiakan. Ini murni untuk akademis. Karena > sifatnya > pribadi, saya mohon dikirim langsung ke email saya: > [EMAIL PROTECTED] Terima kasih, > > Wassalam, > > Lili Romli > Pusat Penelitian Politik LIPI > Gd Widya Graha Lt XI > Jl. Gatot Subroto No. 10 > Jakarta > Telp. 021-5207118 > Hp. 08129040830 > email: [EMAIL PROTECTED] > > > --- Jaya Komarudin <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: > > > Oret-oret Memetakan kekuatan & Kelemahan dari > calon2 > > yang ada. Analisa dari rakyat biasa. > > 1. Atut and the partner, > > > > Strengthen : > > 1. Boleh juga Atut and the gank sukses melobi 6 > > partai. Gak Tanggung2 Golkar dan PDIP, 2 partai > > besar "Jadul" (jaman dulu) dengan suara bulet > > mendukung. Sisanya, partai "ecek2" yang belum > tentu > > lolos ke pemilu 2009. entah iming2 apa yang > > ditawarkan ke pentolan partai tersebut. Saya > tidak > > mau menyinggung bagaimana dan dengan apa ia bisa > > melobi. Biar saja, toh kenyataannya memang seperti > > itu. Jika mesin politik ke 6 partai ini bekerja > > dengan sempurna, kemenangan sudah ada dalam > > genggaman. > > 2. itu dari jalur politik, kekuatan lainnya adalah > > Posisi birokrat yang ia sandang sbg Plt. Tim media > > Atut tahu betul memanfaatkan pos-pos yang sifatnya > > layanan publik. Walaupun 'bermain' agak vulgar > > dengan menempelkan setiap foto di setiap iklan > > layanan masyarakat yang tanpa pandang bulu apa isi > > iklan tersebut. sebenarnya lucu juga sih saat kita > > lihat iklan PIN, NARKOBA, dll fotonya itu-itu > juga. > > Tapi sudahlah gak perlu dibahas. wasting time!. > > 3. Selanjutnya adalah Kekuatan jalur tradisional > > kejawaraan. Kentalnya budaya ewuh pakewuh di lini > > ini menjadikan lini andalan bagi kubu Atut. > sebagai > > putri dari tokoh 'besar' seni beladiri, lini ini > > cukup efektif saat menjelang pencoblosan. Di > daerah > > pelosok, Jawara cukup berperan memberikan andil > > dalam pemenangan suara apalagi jika Jawara plus > > kepala desa. Sempurna sudah. > > 4. Berikutnya adalah, para mitra bisnis yang saat > > ini sudah menikmati hubungan simbiosis mutualisme > > dengan kekuasaan Atut. Mereka pun tentu ikut > > berperan menjadi mesin politik. Siapa yang gak > takut > > kehilangan tender lima tahun ke depan. Yang > nilainya > > cukup bikin ngiler. > > 5. Juga tidak ketinggalan, dijalur internal > > pemerintahan. Katakanlah ini operasi sembunyi2, > tapi > > perubahan struktur di pemprov kemarin memang > > menimbulkan tanda tanya oleh berbagai pihak. Ada > > indikasi sebagai bekal pertarungan untuk Pilkadal. > > Fungsi mereka tidak perlu dibahas disini. > > 6. Keberadaan Atut dibeberapa organisasi juga ia > > manfaatkan untuk mendongkrak popularitas serta > > membangun image. Misalnya Sebagai ketua BNN > propinsi > > Banten yang iklannya saat ini santer di berbagai > > radio. 'begitulah pesan ibu ratu chosiyah, sya > lala > > lala" begitu kira-kira bunyi salah satu lirik > > dangdutnya. > > 7. Tinggal sisanya, majlis taklim para ibu yang > > di'bom'. Seperti kang Boyke bilang, "sudah turun > > sekarang mah, dari 15 rb ke 5 rb". He3x > > > > Jadi jika melihat kekuatan Atut dan Masduki, kalau > > melihat syarat sah nya mah sudah terpenuhi untuk > > meraih kembali posisi Banten 1. Tinggal kita lihat > > saja nanti. > > > > Weakness : > > 1. Kuatnya 'power' Atut and the gank dalam melobi > > jajaran pimpinan partai politik sedikit banyak > > menimbulkan friksi di dalam internal partai > > tersebut. Misalnya, Golkar Cilegon yang kecewa > berat > > dengan hasil keputusan Golkar Banten. Belum lagi > > Rakerdasus PDIP yang berhasil mementahkan aspirasi > > sebagian kader grass root PDIP yang berharap Mbak > > Icha naik. Friksi tadi berpotensi melahirkan aksi > > penggembosan di kantong-kantong suara masing2 > > partai. Bukan hal tidak mungkin, mereka menikam > dari > > belakang. Kasarnya, jibeh, mati siji, mati kabeh. > > Gue kecewa, lo juga mesti kecewa. > > Untuk parpol ecek2 pendukung, biasanya mereka > tidak > > all out terjun. "kesepakatan" serta "tanda jadi" > > sudah cukup menghibur bagi mereka. Masalah > > pendukungnya memilih atau tidak, itu urusan nanti. > > Paling tinggal berkelit, "kan dari awal juga udah > > nyaho, pendukung partai gue sedikit. ya udah emang > > segitu dapetnya". begitu kira-kira. > > 2. Kelemahan lainnya, Sekalipun Atut gencar > memasang > > spanduk PIN, NARKOBA, Iklan PemProv di koran lokal > > namun bahasanya tidak masuk ke hati. Whats up? > > Tanyakan saja pada hati nurani. Semua hanya bahasa > > hambar. mestinya tim media Atut lebih cerdas dalam > > menyampaikan 'goal'nya. Secara demografis juga > Atut > > mungkin bisa menguasai masyarakat kampung, > pelosok, > > pesisir, terutama daerah yang kuat kultur > > tradisionalnya. Untuk basis perkotaan yang > educated. > > masih tanda tanya besar. Padahal untuk memenangkan > > Pilkadal Banten, mestinya target masyarakat > > perkotaanlah yang jumlah penduduknya significant. > > 3.Pencitraan. betapapun gencarnya Atut membangun > > imej, Namun ia sulit lepas dari bayang-bayang sang > > '*** father'. Everybody know that she is the > > puppet. thats all. pencitraan inilah yang menjadi > > bumerang untuk kampanye Atut di daerah perkotaan > > yang notabene well educated dan melek alias baca > > koran. > > 4. Gencarnya Atut mempromosikan diri jauh-jauh > hari > > tentu menguras banyak energi. Bisa saja energi itu > > habis dan 'tendangannya' tidak sekuat semestinya. > > Saat detik-detik akhir masa kampanye Pilkadal, > > pasangan calon lain mencuri kesempatan. Habislah > > impian. Maklum, Indonesia rakyatnya mudah terkena > > amnesia. Kemarin bilang iya, besok bisa jadi > tidak. > > 5. Kelemahan lainnya. Barisan Sakit Hati beraksi. > > Bisa jadi ia orang dalam sendiri yang sudah muak > > diperlakukan tidak sesuai dengan kehendak hatinya. > > Atau ia juga dari sekitar lingkaran kekuasaan, > para > > pebisnis yang dirugikan, dll. Mereka akan > mengambil > > bagian. Moment pilkadal adalah saat yang tepat > bagi > > mereka untuk beraksi. Ini asumsi saya. > > 6. Selama ini Atut kurang menyentuh dunia > mahasiswa. > > Padahal dunia itulah yang energinya seperti batere > > energizer. Mungkin saja ada satu-dua pendukung > Atut > > tapi mungkin itu hanya materi oriented saja. > Kiprah > === message truncated === __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com Tetap Semangat Mencintai Banten! Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/wongbanten/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
