Kang  Ferizal dan  keluarga wongbantenku,
saya dulu kuliah  disekolah kedinasan, 100%  mahasiswa nya jadi PNS walaupun 
banyak juga yang   resign dari PNS dengan  mengikuti aturan tertentu,pola ajar  
  sama percis ma kampus2 biasa ,ospek nya cuman dengerin ceramah / presentasi  
di dalam ruangan
tugas ospek nya  dulu suruh  ngeresume  acara dialog  di indosiar yang host nya 
 wimar witeolar dan syahrir   tahun 98an dulu ama  suruh catet  sari berita 
radio RRI jam  3 atau 4  dini hari, nyatetin  harga sayur mayur gitu  tuuh .
ga ada seragam, tiap awal taun ajaran  baru kita incer senior2 untuk  ambil 
text book warisan  sekaligus incer catatan2  kuliah dia, biar  kuliah cespleng 
n ga DO. pokonamah beda pisan ma IPDN mungkin mirip kali  sekolah kedinasna di 
jerman itu hehehehe :D.
 
segitulaah info sekolah kedinasan  yang dulu pernah saya singgahi 
oh..yaaa.. lokasinya juga secara geografis  masih di Banten, tapi wongbanten  
dikit  banget yang kuliah disitu, mungkin  punya cukup dana buat kuliah kali  
jadi ga cari yang gratisan kayak saya hehehe.


wassalam 
ahmad hilmi

 
 
----- Original Message ----
From: Ferizal Ramli <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Friday, April 20, 2007 4:06:48 AM
Subject: [WongBanten] Pendidikan Kedinasan ala Jerman Humanis

http://www.jurnalna sional.com/ new2/?KR= JURNAS&NID= 27017

 Pendidikan Kedinasan ala Jerman Humanis
  Hamburg
 Jumat, 20 April 2007
 JERMAN
 adalah negara yang dikenal di seluruh dunia memiliki angkatan
 bersenjata dan warga yang paling disiplin. Tetapi justru
 sistem pendidikan kedinasan di Jerman, baik itu pendidikan militer,
 polisi maupun pendidikan Beamten (Pegawai Negeri Sipil) menerapkan
 nilai-nilai humanis. Tidak ada kekerasan disana. Nuansa akademis lebih
 terasa daripada nuansa militeristis.

 Ini seolah menegasikan apa
 yang disebut-sebut para pembela praktek kekerasan di sekolah praja
 seperti IPDN di Indonesia. Seolah-olah kekerasan itu menjadi metode
 yang sah untuk mendidik para prajanya agar kelak menjadi birokrat yang
 disiplin. Padahal itu sama sekali tidak benar. Mau bukti ? Tengoklah
 kehidupan di kampus Universität Bundeswehr (Ubw) - universitas Militer,
 di Jerman.

 Apa yang ada disana bertolak belakang frontal dengan
 apa yang terjadi di IPDN. Kampus universitas Ubw di Hamburg begitu
 terbuka untuk umum. Di depan pintu masuk kampus tidak ada pos "jaga
 monyet", pos yang biasa ada pada kampus akademi militer kita. Siapapun
 memiliki akses bebas masuk ke dalam kampus UBw. 

 Tidak ada
 mahasiswa yang memakai seragam militer meskipun para mahasiswanya
 jelas-jelas adalah para kadet, calon perwira Bundeswehr (angkatan
 bersenjata Jerman). Ritual memberi hormat dari mahasiswa yunior kepada
 mahasiswa senior ketika mereka berpapasan juga tidak terlihat. Semuanya
 terkesan normal seperti kehidupan normal di kampus umum. 

 Lebih
 menarik lagi, Ubw juga menerima mahasiswa umum dari kalangan sipil
 biasa untuk studi disana. Kurikulum di UBw mirip dengan kurikulum
 universitas. Program studi yang ditawarkan seperti layaknya universitas
 umum semisal teknik sipil, elektro, mesin, informatik, ilmu pendidikan,
 ilmu sosial dan ekonomi serta bisnis administrasi. UBw bukan mendidik
 tenaga terlatih tapi mendidik intelektual pemikir. 

 Program
 yang ditawarkan dari Program Diplom (Diplom di Jerman selevel Master,
 ---red.) sampai Program Post Doktoral. Kurikulumnya berorientasi pada
 pendidikan dengan riset sebagai roh dari kehidupan kampusnya. Tidak
 mengherankan untuk kegiatan riset ini UBw tercatat menjalin kerja sama
 dengan berbagai perusahaan multinasional seperti Deutsche
 Forschungsgemeinsch aft (DFG) atau lembaga riset Jerman,
 DaimlerChrysler, Bosch, Deutsche Telekom, dsb. 

 Bagi Jerman,
 meskipun sebuah universitas militer, universitas tetaplah tempat untuk
 menempa mahasiswanya menjadi berilmu. Sedangkan untuk menempa prajurit
 perang yang terlatih biasanya dilakukan di kesatuan tempurnya
 masing-masing. Tidak heran dalam sejarah berdirinya UBw di Hamburg
 hampir seluruh rektornya bergelar professor doktor, bukan seorang mayor
 jenderal. 

 Pendidikan khusus yang bersifat kedinasan selain UBw
 terdapat juga di Polizeiakademie (akademi kepolisian) dan Hochschule
 für Polizei (sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian). Di institusi pendidikan
 kepolisian ini kajian-kajian ilmu komprehensif dikembangkan. Riset
 interdisiplin ilmu kepolisian seperti sejarah, sosialogi, politik,
 hukum, ilmu administrasi dan kriminalogi merupakan kajian utamanya. 

 Yang
 menarik dari pendidikan kepolisian ini adalah dikembangkannya
 penelitian tentang metode hermeneutika ilmu kepolisian. Masalah-masalah
 kriminal dikritisi kembali menggunakan metode hermeneutika. Prinsipnya,
 untuk menginterprestasika n suatu kejadian kriminal, seorang polisi
 tidak lagi bersandar pada deskripsi atau penilaian subyektifnya yang
 dipaparkan oleh saksi, tapi didasarkan pada mencari tahu apa yang
 diyakini oleh si pelaku atas perbuatannya tersebut. 

 Tentu saja
 kajian-kajian riset inovatif seperti ini hanya bisa dilakukan pada
 institusi pendidikan yang menitikberatkan kajian ilmu sebagai visi
 utamanya. Tanpa itu semua, akademi kepolisian tidak lebih dari pada
 tempat untuk mencetak perwira-perwira yang jago tembak saja.  

 Sedangkan
 untuk mendidik Beamten, para pemimpin PNS/birokrat, biasanya dilakukan
 di DHV Speyer. Mahasiswa yang studi di DHV ini biasanya telah lulus
 universitas dan melakukan studi lanjut dididik untuk menjadi pemimpin
 di birokrasi. Oleh karena itu, di DHV Speyer penelitian untuk level
 Doktoral dan Post Doktoral mendapat porsi yang besar. Sedangkan untuk
 posisi Beamten level bawah pendidikannya cukup dilakukan oleh
 Berufausbildung, semacam lembaga pelatihan yang terbuka untuk umum.  

 Jerman
 memang berbeda dari Indonesia. Institusi pendidikan kedinasan di Jerman
 menempatkan pengembangan ilmu sebagai nafas hidupnya, bukan disiplin
 kekerasan ala IPDN. Tapi kita semua tahu bahwa militer, polisi dan
 Beamten Jerman terkenal dengan disiplin mati dan taat akan hukum.
 Teringat kembali dengan tulisan Nietzsche, filosof Jerman, bahwa
 keberhasilan pendidikan itu terletak dari kekuatan untuk mentransfer
 pengetahuan dengan kasih sayang secara terus-menerus. Bukan dengan
 kekerasan.

 (Ferizal Ramli)

 ____________ _________ _________ _________ _________ __
 Do You Yahoo!?
 Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail. yahoo.com 

 [Non-text portions of this message have been removed]



  <!--  #ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:arial, helvetica, clean, 
sans-serif;} #ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;} #ygrp-mlmsg 
select, input, textarea {font:99% arial, helvetica, clean, sans-serif;} 
#ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;} #ygrp-mlmsg * 
{line-height:1.22em;} #ygrp-text{ font-family:Georgia; } #ygrp-text p{ margin:0 
0 1em 0;} #ygrp-tpmsgs{ font-family:Arial; clear:both;} #ygrp-vitnav{ 
padding-top:10px;font-family:Verdana;font-size:77%;margin:0;} #ygrp-vitnav a{ 
padding:0 1px;} #ygrp-actbar{ clear:both;margin:25px 
0;white-space:nowrap;color:#666;text-align:right;} #ygrp-actbar .left{ 
float:left;white-space:nowrap;} .bld{font-weight:bold;} #ygrp-grft{ 
font-family:Verdana;font-size:77%;padding:15px 0;} #ygrp-ft{ 
font-family:verdana;font-size:77%;border-top:1px solid #666; padding:5px 0; } 
#ygrp-mlmsg #logo{ padding-bottom:10px;}  #ygrp-vital{ 
background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;padding:2px 0 8px 8px;} #ygrp-vital
 #vithd{ 
font-size:77%;font-family:Verdana;font-weight:bold;color:#333;text-transform:uppercase;}
 #ygrp-vital ul{ padding:0;margin:2px 0;} #ygrp-vital ul li{ 
list-style-type:none;clear:both;border:1px solid #e0ecee; } #ygrp-vital ul li 
.ct{ 
font-weight:bold;color:#ff7900;float:right;width:2em;text-align:right;padding-right:.5em;}
 #ygrp-vital ul li .cat{ font-weight:bold;} #ygrp-vital a { 
text-decoration:none;}  #ygrp-vital a:hover{ text-decoration:underline;}  
#ygrp-sponsor #hd{ color:#999;font-size:77%;} #ygrp-sponsor #ov{ padding:6px 
13px;background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;} #ygrp-sponsor #ov ul{ 
padding:0 0 0 8px;margin:0;} #ygrp-sponsor #ov li{ 
list-style-type:square;padding:6px 0;font-size:77%;} #ygrp-sponsor #ov li a{ 
text-decoration:none;font-size:130%;} #ygrp-sponsor #nc { 
background-color:#eee;margin-bottom:20px;padding:0 8px;} #ygrp-sponsor .ad{ 
padding:8px 0;} #ygrp-sponsor .ad #hd1{
 
font-family:Arial;font-weight:bold;color:#628c2a;font-size:100%;line-height:122%;}
 #ygrp-sponsor .ad a{ text-decoration:none;} #ygrp-sponsor .ad a:hover{ 
text-decoration:underline;} #ygrp-sponsor .ad p{ margin:0;} o {font-size:0;} 
.MsoNormal { margin:0 0 0 0;} #ygrp-text tt{ font-size:120%;} 
blockquote{margin:0 0 0 4px;} .replbq {margin:4;} --> 


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke