Bahkan di Masjidil Haram perempuan biasa menyusun shaf-shafnya sendiri, 
meskipun tanpa hijab. Begitu juga di Madinah. Tapi penyekat atau hijab 
sebagaimana di Tanah Air, saya tidak begitu jelas betul melihatnya di tahun 
1999. Sebab waktu itu saya salat tidak jauh dari perempuan-perempuan yang 
membuat shafnya sendiri. Poin saya sebenarnya adalah apa yang terjadi di 
sekitar Ka'bah dan Masjidil Haram, ketika laki-laki dan perempuan, merupakan 
simbul toleransi dan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan. Jadi alasan 
sementara orang bahwa laki-laki dan perempuan harus dipisahkan karena perempuan 
punya potensi menggoda hasrat seksual (baik suara maupun geraknya) merupakan 
alasan yang absurd. Hampir setiap hari kita bertemu dengan orang-orang 
"setengah telanjang" di pinggir jalan atau tempat kerjaan, kita biasa saja, 
tapi begitu masuk masjid, mengapa kita ingin "mengkarantina" perempuan? Apakah 
mereka sudah berubah menjadi makhluk yang harus diwaspadai ketika masuk rumah 
Tuhan?
 Apa bedanya ketika muslimah-muslimah yang salehah itu berada di kamar  lab 
atau ruang kuliah atau stadion? Saya khawatir di balik gembar-gembor 
"memberlakukan syariat islam" ada tendensi untuk mengkerangkeng perempuan. 
Bahkan di Saudi hal ini sepenuhnya tidak efektif. Seorang teman yang mendapat 
undangan dari pemerintah Arab Saudi, punya kesempatan berkunjung ke kantor 
surat kabar terbesar di sana melihat para pekerja perempuannya begitu berada di 
kantor pada menanggalkan tutup kepala mereka. Bagi saya Arab Saudi dan 
Wahabisme-nya merupakan sebuah ironi di dunia Islam. Sebuah negara yang 
undang-undangnya berdasarkan pada agama dan mendakwahkan dirinya sebagai negara 
yang menjalankan syariat Islam, tapi justru jauh dari nilai-nilai keislaman 
yang sejati, bahkan membiarkan dirinya menjadi budak paling depan dari 
kepentingan kapitalisme dunia (Amerika). Agama pun lumpuh karena pemahamannya 
sudah didominasi  para penguasa dan ulama-rezimis. Ibn Taimiyah memang masih
 diagungkan, tapi praktis pemikiran-pemikirannya yang brilian itu dibekukan dan 
diberhalakan.        

Imamul Muttakin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:          diskusi yg menarik sekali,
terima kasih atas komentar-komentarnya,
wawasan sy pun semakin terbuka karenanya...

sedikit berkomentar,
mengenai paragraf:

...Meski demikian, ada hal yang amat berharga di negeri yang berfaham amat 
puritan itu: perempuan dan laki-laki boleh masuk keluar masjid baik di Masjidil 
haram maupun Masjid Nabawi tanpa pembatas alias hijab seperti di masjid-masjid 
di Nusantara atau masjid-masjid di negara sekulaer. Bahkan di beberapa tempat 
tentu di banten masjid laki-laki dan tempat sembahyang dipisah sama sekali 
dalam bangunan yang berbeda. Keanehan ini juga tampak misalnya di kantor PKS 
yang memisahkan ruang laki-laki dan perempuan...

menurut pengalaman sy, memang di masjidil harom tidak ada hijab antara 
laki-laki dan perempuan. tetapi di masjid nabawi ada hijab. disitu lokasi 
shaf-shaf laki-laki dan wanita terpisah dimana shaf wanita disediakan di bagian 
belakang masjid. bahkan di roudhoh pun ada hijab antara laki-laki dan wanita.
setidaknya itu yg sy lihat pada tahun 2003 lalu, mungkin sekarang ada perubahan 
ya?

CMIIW

salam,


| ibnu thohir albantani
| teknik elektro ITB
| [EMAIL PROTECTED]

--- In [email protected], "a.suryana sudrajat" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> 1. Saya kira kita harus berusaha lebih keras dan tekun lagi untuk memahami 
> apakah organisasi-organisasi Islam seperti Muhammadiyah, Al-Irsyad atau 
> Persis memperoleh pengaruh besar dari doktrin Wahabi. Bukankah Muhammadiyah, 
> seperti diungkapkan Deliar Noer (Gerakan Modern Islam...), banyak dipengaruhi 
> oleh gerakan pembaruannya Abduh dan Rasyid Ridha? Apakah kedua pembaru dari 
> Mesir ini punya geneologi intelektual dengan Muhammad ibn Abdil Wahab? 
> Mungkin ada bagian tertentu dari ajaran purifikasi yang mempengaruhi KH Ahmad 
> Dahlan, tapi apakah beliau bisa disebut penganut Wahabi? Apalagi jika kita 
> mengikuti pemikiran tokoh2 Muhammadiyah sekarang seperti Syafii Maarif, Amin 
> Abdullah, Haedar Nashir, anak-anak JIMM, klaim bahwa Muhammadiyah itu Wahabi 
> akan terasa seperti panggang jauh dari api. Ini sama halnya mengatakan bahwa 
> Nurcholish Madjid pengikut Ibn Taimiyah, meskipun beliau dalam beberapa hal 
> sangat dipengaruhi oleh Ibn Taimiyah. Ibn Taimiyah yang hidupnya menderita
> karena disiksa penguasa ini adalah ilham bagi gerakan dalam modernisme Islam. 
> 
> 2. Dalam pada itu kita tidak bisa membayangkan NU seperti di tahun 1920-an. 
> Benar mereka punya doktrin Aswaja yang bersumber pada faham teologinya 
> Al-Asy'ari dan Al-Maturidi dan berpegang pada mazhab yang empat (dalam 
> berfikih). Benar kitab Ihya dari Al-Ghazali juga masih dipelajari di 
> pesantren-pesantren NU. Tapi, lihatlah organisasi ini sekarang sedang 
> memasuki sebuah fase yang melampaui modernismenya Abduh dan Rasyid Ridha. 
> Metode pengambilan hukum yang diintrodusir kalangan NU, yang berkaitan dengan 
> isu jender dan reproduksi, misalnya, sudah jauh lebih kaya sekarang. Bahkan 
> metode tarjih yang dipegang oleh sebagian kalangan Muhammadiyah terasa tidak 
> memadai lagi. Karena itu pada zaman kepengurusan Syafii Maarif nama Majlis 
> Tarjih diubah menjadi Majlis tarjih dan Pengembangan Pemikiran Islam.
> 
> 3. Oleh karena itu, ketika hal pengaruh-mempengaruhi sudah semakin lazim 
> sekarang ini sehingga batas-batas identitas pun semakin kabur, beragama 
> secara berkotak-kotak atawa ber-firqah-firqah menjadi tidak relevan, apalagi 
> saling sesat-menyesatkan.
> 
> 4. Kalaupun ada kritik yang harus dialamatkan kepada Wahabisme sebagaimana 
> yang dipraktekkan oleh rezim Arab Saudi sekarang ini adalah karena 
> puritanismenya menjurus pada intoleransi terhadap berbagai pemikiran 
> keislaman, ahistoris dalam memahami agama, berpikir formalistis, dan terkesan 
> anti-ilmu pengetahuan, yang memang mensyaratkan kebebasan berpikir. Meski 
> demikian, ada hal yang amat berharga di negeri yang berfaham amat puritan 
> itu: perempuan dan laki-laki boleh masuk keluar masjid baik di Masjidil haram 
> maupun Masjid Nabawi tanpa pembatas alias hijab seperti di masjid-masjid di 
> Nusantara atau masjid-masjid di negara sekulaer. Bahkan di beberapa tempat 
> tentu di banten masjid laki-laki dan tempat sembahyang dipisah sama sekali 
> dalam bangunan yang berbeda. Keanehan ini juga tampak misalnya di kantor PKS 
> yang memisahkan ruang laki-laki dan perempuan. 
> 
> 5. Kepada moderator, mohon cek tanggapan balik saya mengenai Al-Qiyadah yang 
> sampai sekarang belum dimuat, karena ada beberapa hal yang harus saya 
> klarifikasi. Jika moderator merasa perlu untuk menyensornya, saya ga mo 
> ikutan lagi di milis ini.
> 
> 6. Terima kasih. 
> 
> ucu jauhar [EMAIL PROTECTED] wrote:
> Oow Wahabi tuh muhammadiyah, persis, Al irsyad ma
> salafi. Trus sekarang dibilang sesat?
> Sedangkan NU ga sesat. Tapi NU kan sering
> bermusyawarah, bermupakat ama muhammadiyah, persis, Al
> Irsyad ma salafi. Orang yang bermufakat ma yang sesat,
> berarti ikut sesat dong.
> Jah.. jadi orang isLam di Endonesa sesat semua dunKz.
> Tapi sesesat-sesatnya orang sesat, masih lebih ga
> sesat orang sesat.
> Tulisan ga sesat di masyarakat sesat, bakal disebut
> tulisan sesat.
> he he he.. rasanya tulisan itu nyang sesat. ha ha ha.
> 
> Sesat aja ko repOt.
> Herannya ko nyang ngirim tulisan sesat naMana kayak
> orang sesat. George dan Tigore << ga da tuh di kamus
> bahasa arab =)) =)) =)) wakakakakakaka.
> 
> --- SP Saprudin [EMAIL PROTECTED] wrote:
> 
> > Assalamualaikum wr. wb.
> > 
> > Dulur-dulur, barangkali adanya aliran baru seperti
> > LIA
> > EDAN dan al qiyadah al Islamiyah akibat banyaknya
> > perbedaan pendapat diantara ulama-ulama ahlussunnah
> > wal jamaah. Akibat banyak faham dan pendapat Ulama
> > mengakibatkan sebagian orang muslim lari mencari
> > alternatif keyakinan yaitu faham yang menurut mereka
> > tidak akan mendatangkan konflik. Tapi jadi
> > keblinger....
> > Ini menurut analisa saya.....mudah-mudahan benar.
> > 
> > Kembali ke masalah WA HABI (kebetulan ua saya
> > namanya
> > Habibi, jadi kalau manggil dia dengan sebut Wa
> > Habi).
> > 
> > Kelompok Wahabi selalu menamakan dirinya Salafi
> > adalah
> > pemahaman Islam yang berpegang kepada al Qur'an dan
> > Assunnah dengan merujuk pemahaman pada Sahabat,
> > Tabi'in dan Tabi'it Tabi'in dalam hal pemahaman dan
> > pengamalan Islam.
> > 
> > Wahabi menisbatkan kepada pemahaman Imam Ahmad Bin
> > Hambal, Ibnu Taimiyah dan pelopor wahabi adalah
> > Muhammad bin Abu Wahab.
> > Wahabi adalah Ahlussunah Waljamaah yang menolak
> > ta'wil
> > menetapkan asm'a dan shifat Allah menurut al Qur'an
> > dan Sunnah dan menolak tahrif, ta'thil, takyif dan
> > tamtsil.
> > 
> > Wahabi berkembang ke Indonesia, ajarannya diamalkan
> > oleh beberapa organisasi diantaranya Muhammadiyah,
> > Persis, Al-Irsyad dan lainnya. Kelompok wahabi
> > muncul
> > kepermukaan dengan sebutan Salafi.
> > 
> > Di Indonesia ada dua versi Ahlussunnah wal jamaah
> > yaitu :
> > 1. Ahlussunnah wal jamaah versi Asy'ariyah yang
> > dipelopori oleh Imam Al Ghazali di Indonesia eksis
> > dengan NU yang dimotori GUS PUR eh salah GUS DUR
> > 
> > 2. Ahlussunnah wal jamaah versi Wahabi/Salafi yang
> > dipelopori oleh Imam Ibn Taimiyaah dan Muhammad bin
> > ABu Wahab.
> > 
> > Perlu kita ketahui, jika wahabi dikatakan sesat oleh
> > sekelompok orang, lantas bagaimana dengan Al Qur'an
> > dan Terjemahannya yang dicetak oleh Kerjaan Arab
> > Saudi
> > atas perjanjian dengan Departemen Agama R.I. dimasa
> > KH. Munawir Sjadzali MA sekitar thn. 1978 adalah
> > terjemahan menurut pemahaman Wahabi/Salaf. Al Qur'an
> > terjemahan versi Wahabi/Salaf telah beredar luas di
> > masyarakat sampai sekarang ini termasuk di kalangan
> > NU.
> > 
> > Kumaha atuh????
> > 
> > 
> > 
> > SP Saprudin
> > 
> > 
> > 
> >
> ________________________________________________________
> > 
> > Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di
> > di bidang Anda! Kunjungi Yahoo! Answers saat ini
> > juga di http://id.answers.yahoo.com/
> > 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> ---------------------------------
> Get easy, one-click access to your favorites. Make Yahoo! your homepage.
>


                         

       
---------------------------------
Be a better sports nut! Let your teams follow you with Yahoo Mobile. Try it now.

Kirim email ke