Yth. Pak A. Suryana
Apa yang Pak SUryana kemukakan di milist ini berkaitan
dengan faham al qiyadah al islamiyah, maka saya
teringat salah satu hadits yang diriwayatkan al Bazar
yang artinya kurang lebih berbunyi begini :
"Rasulallah Saw. bersabda : 'dunia ini dibagi dalam
lima zaman. yang pertama adalah zaman nubuwah yaitu
zaman dimana Allah Swt. mengutus para nabi dan rasul.
yang kedua zaman khulafaur rasyidin yaitu zaman Abu
Bakar Ra., Umar Ra., Ustman Ra. Ali Ra. dan Hasa Ra.
Setelah itu adalah zaman al Mulk yaitu zamannya
kerjaan-kerjaan islam dimulai dari pemerintahan
Muawiyah Ra. Selanjutnya adalah zaman Jababiro (zaman
kebebasan) yaitu zaman dimana berlaku kehidupan yang
bebas dari manusia di muka bumi dan akan tertutup
dengan zaman Khilafah ala minhajul nubuwah yaitu zaman
kembalinya kejayaan ummat Islam yang dibangun cara
kenabian.
Melihat penomena sekarang ini, maka sekarang masuk
pada transisi zaman jababiroh dan zaman khilafah al
minhajul nubuwah yaitu zaman kebebasan. Dimana kita
melihat berbagai ragam cara dan metode pemahaman mulai
dari masalah globalisasi, emansipasi, kesetaraan
gender, demokrasi, sampai dengan masalah fluralisme
agama yang intinya manusia ingin bebas tanpa ikatan
dari agama.
Maka kalau ada kelompok orang yang berusaha
menyelesaikan bermacam persoalan ummat diluar cara
kenabian, maka tidak akan termasuk dalam zaman yang
dijanjikan oleh Rasulallah Saw., bahkan masuk dalam
zaman jababiroh alias KEBABLASAN. Semisal pemahan yang
dicetuskan oleh kelompok al qiyadah al islamiyah hanya
akan menambah daftar penyimpangan agama dalam
perjalanan sejarah.
Pak A. Suryana, bukan saya menyerang pendapat yang
aNda kemukakan, saya hargai bahkan apa yang
dikemukakan oleh Pak. Suryana, dapat menambah wawasan
pemahaman saya secara luas.
Terima kasih.
--- "a.suryana sudrajat" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Bung Saprudin, Risyaf, Hasyim, dan peminat kajian
> agama lainnya...saya kira sudah saatnya kita
> mengemukakan hal-hal yang lebih substantif sebagai
> imbangan dari kecenderungan yang suka main-main
> alias tidak serius dalam berpikir. Suatu saat, kalau
> Allah memberi umur panjang pada kita, mungkin ada
> baiknya kita inventarisir lagi topik-topik yang
> bertalian dengan agama untuk kemudian kita bukukan.
> Oleh karena moderator malas mengecek tulisan saya
> yang berkaitan dengan al-qiyadah, maka saya kirim
> ulang tulisan tersebut.
> --------------------
>
> Perkara Al-Qiyadah dan Seterusnya
>
> 1. Kalau ada teman yang dibuat lieur atau
> apalah, itu jelas karena kebodohan saya dalam
> menyampaikan buah pikiran mengenai topik yang
> sedang dibicarakan. Saya sendiri sering dibuat
> pusing tujuh keliling ketika mengikuti sebuah
> wacana tertentu, dan ini pun jelas akibat kebodohan
> saya yang saya kira bisa diatasi jika saya cukup
> punya referensi atawa rujukan sehubungan dengan
> topik yang dibicarakan. Atas kedua kebodohan ini
> saya kira tidak ada jalan lain kecuali banyak
> belajar. Termasuk kepada saudara-saudaraku Saprudin
> dan Risyaf, yang punya semangat keagamaan (ghirah)
> yang luar biasa itu.
> 2. Sejak awal posisi saya jelas: menolak
> doktrin-doktrin tertentu dari Al-Qiyadah. Yang sudah
> saya kemukakan mengenai bab wahyu dan kenabian dan
> segala konsekwensinya itu.
> 3. Benar, ulama waratsatul anbiyaa dan
> karena itu mereka selayaknya bereaksi terhadap
> berbagai yang mereka yakini menyimpang dari akidah.
> Tapi apakah dibenarkan kalau mereka memprovokasi
> penguasa (istilah Risyaf kerjasama antara ulama dan
> umaro) untuk menangkap orang-orang yang dianggap
> menyimpang dari ajaran Islam itu. Apakah orang-orang
> Islam yang mengidap penyakit TBC (takhayul, bidah
> dan khurafat, istilah saudara-saudara kita dari
> Muhammadiyah) seperti memberi sesajen, memandikan
> keris di malam Jumat, dating ke dukun dalam rangka
> pilkada atau ingin naik pangkat atau biar
> dagangannya laris, perlu dilaporkan kepada polisi
> lantaran tindakan mereka dianggap jahat kepada
> Allah karena telah menyekutukan-Nya? Itulah yang
> saya maksudkan bahwa ini merupakan bagian dari
> problem atau masalah dakwah. Oleh karena itu, jika
> kita memandang fenomena al-qiyadah sebagai problem
> dakwah, kita akan menyikapinya bukan dengan
> pendekatan keamanan, seperti rezim Orde Baru dulu
> yang tidak bersesuai faham dengan mereka. Melainkan
> dengan udu bilhikmah wal mauidzatul hasanah.
> Masalahnya banyak orang-orang yang kecewa bahwa para
> ulama kita hanya sedikit yang bisa dijadikan
> mauidzah hasanah.
> 4. Saya kira baik Bung Saprudin maupun Bung
> Risyaf menginsafi benar tentang yang disebut hablum
> minallah dan hablum minannaas. Hemat saya, sejauh
> yang menyangkut hubungan vertikal, meskipun bisa
> saja perbuatan seseorang dikatakan bermaksiat kepada
> Allah (misalnya meninggalkan salat satau puasa atau
> bahkan melakukan TBC), kita tidak bisa menyebutnya
> sebagai kejahatan. Bahkan kita/Negara wajib
> melindungi jika mereka diserang dengan alasan telah
> melanggar hak-hak Allah tadi. Bukankah hak manusia
> harus didahulukan daripada hak Allah? Lain halnya
> yang berkaitan dengan hablum minnnaas, misalnya
> menghina/merendahkan martabat seseorang, dengan
> tindakan atau perbuatan, mennguasai hak orang lain,
> menyerang atau menghilangkan nyawa orang lain tanpa
> hak, jelas itu merupakan kejahatan. Jika
> perbuatan-perbuatan itu dilakukan dalam skala massif
> malah bisa disebut sebagai kejahatan kemanusiaan
> (crime against humanities) dan itu termasuk
> kabair alias dosa-dosa besar.
> 5. Mudah-mudahan keterangan ini cukup
> menjelaskan posisi saya mengenai apa yang disebut
> ajaran sesat oleh berbagai fatwa ulama kita itu.
> Akhirnya, saya kira saya tidak pantas (tidak perlu
> bahkan) tersinggung sehubungan serangan atau bahkan
> kecaman terhadap pendapat saya. Sebab saya percaya:
> dengan kritik, ilmu pengetahuan bisa berkembang.
> Dan dengan kritik pula kita, mudah-mudahan, menjadi
> dewasa. Wallahul muwafiq.
>
>
>
>
>
>
> SP Saprudin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Thanks pak A. Suryana, ini tulisan yang
> bisa saya
> fahami.
> Di faragraph terakhir, saya baca tulisan anda, ada
> tulisan apa lagi mengenai al qiyadah al islamiyah???
>
> --- "a.suryana sudrajat" <[EMAIL PROTECTED]>
> wrote:
>
> > 1. Saya kira kita harus berusaha lebih keras dan
> > tekun lagi untuk memahami apakah
> > organisasi-organisasi Islam seperti Muhammadiyah,
> > Al-Irsyad atau Persis memperoleh pengaruh besar
> dari
> > doktrin Wahabi. Bukankah Muhammadiyah, seperti
> > diungkapkan Deliar Noer (Gerakan Modern Islam...),
> > banyak dipengaruhi oleh gerakan pembaruannya Abduh
> > dan Rasyid Ridha? Apakah kedua pembaru dari Mesir
> > ini punya geneologi intelektual dengan Muhammad
> ibn
> > Abdil Wahab? Mungkin ada bagian tertentu dari
> ajaran
> > purifikasi yang mempengaruhi KH Ahmad Dahlan, tapi
> > apakah beliau bisa disebut penganut Wahabi?
> Apalagi
> > jika kita mengikuti pemikiran tokoh2 Muhammadiyah
> > sekarang seperti Syafii Maarif, Amin Abdullah,
> > Haedar Nashir, anak-anak JIMM, klaim bahwa
> > Muhammadiyah itu Wahabi akan terasa seperti
> panggang
> > jauh dari api. Ini sama halnya mengatakan bahwa
> > Nurcholish Madjid pengikut Ibn Taimiyah, meskipun
> > beliau dalam beberapa hal sangat dipengaruhi oleh
> > Ibn Taimiyah. Ibn Taimiyah yang hidupnya menderita
> > karena disiksa penguasa ini adalah ilham bagi
> > gerakan dalam modernisme Islam.
> >
> > 2. Dalam pada itu kita tidak bisa membayangkan NU
> > seperti di tahun 1920-an. Benar mereka punya
> doktrin
> > Aswaja yang bersumber pada faham teologinya
> > Al-Asy'ari dan Al-Maturidi dan berpegang pada
> mazhab
> > yang empat (dalam berfikih). Benar kitab Ihya dari
> > Al-Ghazali juga masih dipelajari di
> > pesantren-pesantren NU. Tapi, lihatlah organisasi
> > ini sekarang sedang memasuki sebuah fase yang
> > melampaui modernismenya Abduh dan Rasyid Ridha.
> > Metode pengambilan hukum yang diintrodusir
> kalangan
> > NU, yang berkaitan dengan isu jender dan
> reproduksi,
> > misalnya, sudah jauh lebih kaya sekarang. Bahkan
> > metode tarjih yang dipegang oleh sebagian kalangan
>
> > Muhammadiyah terasa tidak memadai lagi. Karena itu
> > pada zaman kepengurusan Syafii Maarif nama Majlis
> > Tarjih diubah menjadi Majlis tarjih dan
> Pengembangan
> > Pemikiran Islam.
> >
> > 3. Oleh karena itu, ketika hal
> > pengaruh-mempengaruhi sudah semakin lazim sekarang
> > ini sehingga batas-batas identitas pun semakin
> > kabur, beragama secara berkotak-kotak atawa
> > ber-firqah-firqah menjadi tidak relevan, apalagi
> > saling sesat-menyesatkan.
> >
> > 4. Kalaupun ada kritik yang harus dialamatkan
> > kepada Wahabisme sebagaimana yang dipraktekkan
> oleh
> > rezim Arab Saudi sekarang ini adalah karena
> > puritanismenya menjurus pada intoleransi terhadap
> > berbagai pemikiran keislaman, ahistoris dalam
> > memahami agama, berpikir formalistis, dan terkesan
> > anti-ilmu pengetahuan, yang memang mensyaratkan
> > kebebasan berpikir. Meski demikian, ada hal yang
> > amat berharga di negeri yang berfaham amat puritan
> > itu: perempuan dan laki-laki boleh masuk keluar
> > masjid baik di Masjidil haram maupun Masjid Nabawi
> > tanpa pembatas alias hijab seperti di
> masjid-masjid
> > di Nusantara atau masjid-masjid di negara
> sekulaer.
> > Bahkan di beberapa tempat tentu di banten masjid
> > laki-laki dan tempat sembahyang dipisah sama
> sekali
> > dalam bangunan yang berbeda. Keanehan ini juga
> > tampak misalnya di kantor PKS yang memisahkan
> ruang
> > laki-laki dan perempuan.
> >
> > 5. Kepada moderator, mohon cek tanggapan balik
> > saya mengenai Al-Qiyadah yang sampai sekarang
> belum
> > dimuat, karena ada beberapa hal yang harus saya
> > klarifikasi. Jika moderator merasa perlu untuk
> > menyensornya, saya ga mo ikutan lagi di milis ini.
> >
> > 6. Terima kasih.
> >
> > ucu jauhar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Oow Wahabi tuh muhammadiyah, persis, Al
> > irsyad ma
> > salafi. Trus sekarang dibilang sesat?
> > Sedangkan NU ga sesat. Tapi NU kan sering
> > bermusyawarah, bermupakat ama muhammadiyah,
> persis,
>
=== message truncated ===
SP Saprudin
________________________________________________________
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/