Thanks pak A. Suryana, ini tulisan yang bisa saya
fahami.
Di faragraph terakhir, saya baca tulisan anda, ada
tulisan apa lagi mengenai al qiyadah al islamiyah???


--- "a.suryana sudrajat" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> 1. Saya kira kita harus berusaha lebih keras dan
> tekun lagi untuk memahami apakah
> organisasi-organisasi Islam seperti Muhammadiyah,
> Al-Irsyad atau Persis memperoleh pengaruh besar dari
> doktrin Wahabi. Bukankah Muhammadiyah, seperti
> diungkapkan Deliar Noer (Gerakan Modern Islam...),
> banyak dipengaruhi oleh gerakan pembaruannya Abduh
> dan Rasyid Ridha? Apakah kedua pembaru dari Mesir
> ini punya geneologi intelektual dengan Muhammad ibn
> Abdil Wahab? Mungkin ada bagian tertentu dari ajaran
> purifikasi yang mempengaruhi KH Ahmad Dahlan, tapi
> apakah beliau bisa disebut penganut Wahabi? Apalagi
> jika kita mengikuti pemikiran tokoh2 Muhammadiyah
> sekarang seperti Syafii Maarif, Amin Abdullah,
> Haedar Nashir, anak-anak JIMM, klaim bahwa
> Muhammadiyah itu Wahabi akan terasa seperti panggang
> jauh dari api. Ini sama halnya mengatakan bahwa
> Nurcholish Madjid pengikut Ibn Taimiyah, meskipun
> beliau dalam beberapa hal sangat dipengaruhi oleh
> Ibn Taimiyah. Ibn Taimiyah yang hidupnya menderita
>  karena disiksa penguasa ini adalah ilham bagi
> gerakan dalam modernisme Islam. 
>    
>   2. Dalam pada itu kita tidak bisa membayangkan NU
> seperti di tahun 1920-an. Benar mereka punya doktrin
> Aswaja yang bersumber pada faham teologinya
> Al-Asy'ari dan Al-Maturidi dan berpegang pada mazhab
> yang empat (dalam berfikih). Benar kitab  Ihya dari
> Al-Ghazali juga masih dipelajari di
> pesantren-pesantren NU. Tapi, lihatlah organisasi
> ini sekarang sedang memasuki sebuah fase yang
> melampaui modernismenya Abduh dan Rasyid Ridha.
> Metode pengambilan hukum yang diintrodusir kalangan
> NU, yang berkaitan dengan isu jender dan reproduksi,
> misalnya, sudah jauh lebih kaya sekarang. Bahkan
> metode tarjih yang dipegang oleh sebagian kalangan 
> Muhammadiyah terasa tidak memadai lagi. Karena itu
> pada zaman kepengurusan Syafii Maarif nama Majlis
> Tarjih diubah menjadi Majlis tarjih dan Pengembangan
> Pemikiran Islam.
>    
>   3. Oleh karena itu, ketika hal
> pengaruh-mempengaruhi sudah semakin lazim sekarang
> ini sehingga batas-batas identitas pun semakin
> kabur, beragama secara berkotak-kotak atawa
> ber-firqah-firqah menjadi tidak relevan, apalagi
> saling sesat-menyesatkan.
>    
>   4. Kalaupun ada kritik yang harus dialamatkan
> kepada Wahabisme sebagaimana yang dipraktekkan oleh
> rezim Arab Saudi sekarang ini adalah karena
> puritanismenya menjurus pada intoleransi terhadap
> berbagai pemikiran keislaman, ahistoris dalam
> memahami agama, berpikir formalistis, dan terkesan
> anti-ilmu pengetahuan, yang memang mensyaratkan
> kebebasan berpikir. Meski demikian, ada hal yang
> amat berharga di negeri yang berfaham amat puritan
> itu: perempuan dan laki-laki boleh masuk keluar
> masjid baik di Masjidil haram maupun Masjid Nabawi
> tanpa pembatas alias hijab seperti di masjid-masjid
> di Nusantara atau masjid-masjid di negara sekulaer.
> Bahkan di beberapa tempat tentu di banten masjid
> laki-laki dan tempat sembahyang dipisah sama sekali
> dalam bangunan yang berbeda. Keanehan ini juga
> tampak misalnya di kantor PKS yang memisahkan ruang
> laki-laki dan perempuan.  
>    
>   5. Kepada moderator, mohon cek tanggapan balik
> saya mengenai Al-Qiyadah yang sampai sekarang belum
> dimuat, karena ada beberapa hal yang harus saya
> klarifikasi. Jika moderator merasa perlu untuk
> menyensornya, saya ga mo ikutan lagi di milis ini.
>    
>   6. Terima kasih.          
> 
> ucu jauhar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>           Oow Wahabi tuh muhammadiyah, persis, Al
> irsyad ma
> salafi. Trus sekarang dibilang sesat?
> Sedangkan NU ga sesat. Tapi NU kan sering
> bermusyawarah, bermupakat ama muhammadiyah, persis,
> Al
> Irsyad ma salafi. Orang yang bermufakat ma yang
> sesat,
> berarti ikut sesat dong.
> Jah.. jadi orang isLam di Endonesa sesat semua
> dunKz.
> Tapi sesesat-sesatnya orang sesat, masih lebih ga
> sesat orang sesat.
> Tulisan ga sesat di masyarakat sesat, bakal disebut
> tulisan sesat.
> he he he.. rasanya tulisan itu nyang sesat. ha ha
> ha.
> 
> Sesat aja ko repOt.
> Herannya ko nyang ngirim tulisan sesat naMana kayak
> orang sesat. George dan Tigore << ga da tuh di kamus
> bahasa arab =)) =)) =)) wakakakakakaka.
> 
> --- SP Saprudin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > Assalamualaikum wr. wb.
> > 
> > Dulur-dulur, barangkali adanya aliran baru seperti
> > LIA
> > EDAN dan al qiyadah al Islamiyah akibat banyaknya
> > perbedaan pendapat diantara ulama-ulama
> ahlussunnah
> > wal jamaah. Akibat banyak faham dan pendapat Ulama
> > mengakibatkan sebagian orang muslim lari mencari
> > alternatif keyakinan yaitu faham yang menurut
> mereka
> > tidak akan mendatangkan konflik. Tapi jadi
> > keblinger....
> > Ini menurut analisa saya.....mudah-mudahan benar.
> > 
> > Kembali ke masalah WA HABI (kebetulan ua saya
> > namanya
> > Habibi, jadi kalau manggil dia dengan sebut Wa
> > Habi).
> > 
> > Kelompok Wahabi selalu menamakan dirinya Salafi
> > adalah
> > pemahaman Islam yang berpegang kepada al Qur'an
> dan
> > Assunnah dengan merujuk pemahaman pada Sahabat,
> > Tabi'in dan Tabi'it Tabi'in dalam hal pemahaman
> dan
> > pengamalan Islam.
> > 
> > Wahabi menisbatkan kepada pemahaman Imam Ahmad Bin
> > Hambal, Ibnu Taimiyah dan pelopor wahabi adalah
> > Muhammad bin Abu Wahab.
> > Wahabi adalah Ahlussunah Waljamaah yang menolak
> > ta'wil
> > menetapkan asm'a dan shifat Allah menurut al
> Qur'an
> > dan Sunnah dan menolak tahrif, ta'thil, takyif dan
> > tamtsil.
> > 
> > Wahabi berkembang ke Indonesia, ajarannya
> diamalkan
> > oleh beberapa organisasi diantaranya Muhammadiyah,
> > Persis, Al-Irsyad dan lainnya. Kelompok wahabi
> > muncul
> > kepermukaan dengan sebutan Salafi.
> > 
> > Di Indonesia ada dua versi Ahlussunnah wal jamaah
> > yaitu :
> > 1. Ahlussunnah wal jamaah versi Asy'ariyah yang
> > dipelopori oleh Imam Al Ghazali di Indonesia eksis
> > dengan NU yang dimotori GUS PUR eh salah GUS DUR
> > 
> > 2. Ahlussunnah wal jamaah versi Wahabi/Salafi yang
> > dipelopori oleh Imam Ibn Taimiyaah dan Muhammad
> bin
> > ABu Wahab.
> > 
> > Perlu kita ketahui, jika wahabi dikatakan sesat
> oleh
> > sekelompok orang, lantas bagaimana dengan Al
> Qur'an
> > dan Terjemahannya yang dicetak oleh Kerjaan Arab
> > Saudi
> > atas perjanjian dengan Departemen Agama R.I.
> dimasa
> > KH. Munawir Sjadzali MA sekitar thn. 1978 adalah
> > terjemahan menurut pemahaman Wahabi/Salaf. Al
> Qur'an
> > terjemahan versi Wahabi/Salaf telah beredar luas
> di
> > masyarakat sampai sekarang ini termasuk di
> kalangan
> > NU.
> > 
> > Kumaha atuh????
> > 
> > 
> > 
> > SP Saprudin
> > 
> > 
> > 
> >
>
________________________________________________________
> > 
> > Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan,
> di
> > di bidang Anda! Kunjungi Yahoo! Answers saat ini
> > juga di http://id.answers.yahoo.com/
> > 
> 
> 
> 
>                          
> 
>        
> ---------------------------------
> Get easy, one-click access to your favorites.  Make
> Yahoo! your homepage.


SP Saprudin


      ________________________________________________________ 
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi 
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/

Kirim email ke