kebanyakan jaringan atau group "radar" punya kecenderungan dekat dengan 
kekuasaan. sebab, mereka sangat tergantung untuk setoran kepada "pusat", boss 
mereka, yang mengharuskan keuntungan minimal 1 miliar setaon, mislanya kasus di 
mojokerto. pimpinan sebuah radar, di manapun daerahnya, jika tidak mencapai 
target, akan digeser, atau disingkirkan.
radar solo ketika pilkada walkot solo, punya kedekatan dengan caalon walkot, 
jowo widodo, yang keduanya saya kenal, calon walkot itu maupun pimrednya. 
dengan kedekatan itu, makanya radar bisa mendapatkan kontrak iklan. radar juga 
nggak bisa menampung opini atau tulisan kritis tentang perusahaan yang memasang 
iklan pada radar. jadi, jangan harap ada tulsian kritis bisa masuk ke radar 
yang merupakan koran-koran "bonsai" dari jawa pos grup. bagi dachlan iskan, 
apapun dikerjakan, dihalalkan, asalkan dapat dokap.
hhd.
--- On Thu, 11/13/08, doelha <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: doelha <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [WongBanten] Re: Kritik Untuk Radar Banten
To: [email protected]
Date: Thursday, November 13, 2008, 8:04 AM










    
            salam,

radar banten memang harus kita kritik. saya mau masuk ke persoalan

kolom opini (gagaan) di radar banten. saya ingat betul masa-masa

menikmati opini di radar banten. Tulisan-tulisan kritis dan polemik

kerap muncul disana. Opini radar banten juga wadah bagi penulis

lokal(akademisi, praktisi, jurnalis, dll) untuk menulis persoalan

lokal dengan tajam. di masa itu, kolom opini radar banten berkualitas

dan cukup berpengaruh. sebagai contoh polemik soal "ilmuwan grass

root" atau "pks-airin" yang amat menggairahkan (please jangan dipotong

airin menggairahkan ya :> ). Namun sudah beberapa bulan ini, saya

lebih sering menemukan nama-nama luar banten yang menulis opini di

radar banten. Persoalannya adalah apakah betul mereka mengirimkan ke

radar banten untuk dimuat di radar banten? atau radar banten asal

comot dari jaringan jawa pos? apakah diperbolehkan tulisan yang sudah

dimuat di jawapos kemarin dimuat hari ini? Apakah ada hubungannya

dengan naiknya honor jadi 75ribu rupiah?

pertanyaan lain, tidak adakah penulis lokal yang mengirimkan tulisan

lagi ke radar banten? hmm saya gak punya data pasti, tapi beberapa

kawan yang lama menjadi penulis opini radar banten mengeluhkan

sulitnya tulisannya dimuat di kolom opini di radar banten, terutama

tulisan-tulisan yang kritis terhadap pemerintah daerah.

hmm, saya pikir sudah dua topik kritik buat radar. mana nih orang

radar, kang malik, pak wid, atau yang lain ????????

oh ya, kritik saya insyaAllah membangun kan? 



Salam,



doelha




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke