waduuuuuh, ujung tombak segala. okelah kalo ente cocok sama radar. tapi, ngukur semuanya dari radar banten, repot en capek deeeh. hhd.
--- On Thu, 11/13/08, doelha <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: doelha <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [WongBanten] Re: Kritik Untuk Radar Banten To: [email protected] Date: Thursday, November 13, 2008, 9:55 PM Akang2 semua, radar banten bagaimanapun pernah menjadi ujung tombak dari berbagai gagasan kritis dan bernas para penulis lokal. Positioningnya jelas, radar banten media lokal yang (dicitrakan) independen, (terkesan) berani dan (sepertinya) berpengaruh ketika itu. Apalagi dalam konteks hegemoni kelompok kekerasan di banten, bagi saya radar banten amat berani. Ketika baca radar banten saya selalu menanti tulisan2 di kolom opini (gagasan). Jadi kemudian ketika tulisan yang muncul rektor ITS (beberapa kali), pengamat politik nasional atau anggota dpr yang tulisannya sudah saya baca kemarin di jawa pos atau indo pos, saya merasa ada yang hilang. saya rindu perdebatan-perdebat an panas di radar banten. polemik semacam itu, dalam bentuk adu wacana dan gagasan ciri masyarakat cerdas, bukan dengan adu golok. ketika "wadah" itu hilang saya jadi sedih. bagi saya, radar banten pun sebetulnya kehilangan positioning di belantara media di banten. hmm mungkin perlu ada pertemuan "penulis radar banten" dengan pengambil kebijakan di radar banten, semodel acara penulis kompas yang cukup sering dilaksakan. gimana kang agus? kang gong? akang2 yang lain? salam doelha
