Hello Gank!

On Thu, 25 Oct 2001 at 14:35:50 GMT +0700 (which was 25/10/2001 14:35)
"Bambang Subianto"=[BS] wrote to [EMAIL PROTECTED] :

>> Kalau  melihat  ke  UUD  45, tugas pokok Negara adalah mensejahterakan
>> rakyat. Apapun layak dilakukan oleh Negara untuk mencapai tujuan itu.
>> Presiden  adalah  Kepala Negara dan sekaligus kepala Pemerintahan, dan
>> dalam menjalankan pemerintahanan dibantu oleh menteri-2x.
>>
>> Pertanyaannya   :   apakah  kabinet itu memang sebaiknya perlu di bagi
>> ada  yg  orientasinya  "mengatur"  (govern)  dan  ada  yg orientasinya
>> "mensejahterakan  rakyat"  atau  memang  menjadi  tugas  semua anggota
>> kabinet mengurus keduanya ?
>>
> 1.  Pendapat  saya  :  tugasnya,  atau  lebih  tepat misinya, ya itu
> "mensejahterakan  rakyat".  Mengenai  "mengatur" tidak tepat disebut
> sebagai  tugas.  "mengatur"  adalah tindakan, langkah atau keputusan
> yang seharusnya dilakukan untuk mencapai sasaran yang ditugaskan.

Ada  yg  rancu  disini,  khususnya mengenai Departemen Teknis dg semua
BUMN-nya   (Pertamina   contohnya),   mereka  itu  mengatur  regulasi
dibidangnya masing-2x atau ikut "bermain" ?

Saya  berpendapat  (ini mungkin juga menjawab posting rekan Sodik dari
Milis  Pertamina),  kalau toh ikut bermain sebatas "services"nya saja,
bukan  hardware,  dg  demikian  dia  bisa mentriger business di bidang
teknis  yg  digelutinya.
Contoh  saja : untuk Pertamina bisa generate Oil Distribution Services
atau  tempat  penimbunan  sementara dg harga yg sangat kompetitif, shg
perusahaan explorasi minyak sekecil apapun bisa ikut bersaing.

> 2.  Sayangnya,  kecenderungan  yang bisa diamati adalah : "mengatur"
> itu  menjadi  tidak  atau  sulit dilihat kaitannya dengan pencapaian
> sasaran.  Bisa  karena kurang paham caranya, bisa karena memang yang
> dianggap  sebagai  tugas  adalah  "mengatur" itu per-se.

Apakah dalam hal ini JukLak (petunjuk pelaksanaan) tidak membantu ?

> Kalau  sudah  begitu  lalu  menjadi  : mengatur buat apa atawa untuk
> siapa.  Katanya  di  Indonesia  ini  yang  penting  "sinten" (siapa)
> dan/atau "pinten" (berapa (duit)).

Okay,  katakan  itu "budaya lama" yg buruk dan perlu diubah. Nah kalau
mau mengubah mulainya dari mana ?

-- 
Salam,
- Syafril -

Old Ekek Never Die, They Just Regenerates!
YON-1 ITB <RET> A-7911664
#...Moderator and Fellow [EMAIL PROTECTED] List Member...#

Thought of The Day :
***Semakin besar org itu semakin bsr pula kesulitan-2x nya dan semakin
besar pula tanggung jawabnya.



-- 
--[YONSATU - ITB]----------------------------------------------------------
Online archive : <http://yonsatu.mahawarman.net>
Moderators     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Unsubscribe    : <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Vacation       : <mailto:[EMAIL PROTECTED]?BODY=vacation%20yonsatu>
1 Mail/day     : <mailto:[EMAIL PROTECTED]?BODY=set%20yonsatu%20digest>

Kirim email ke