8<--  
Temu akbar HANATA 2004, 3-4 Januari 2004 di Ciater      
Pendaftaran di Milis Anggota, atau SMS ke 0815-9500-697   
-->8 
  
   

> -----Original Message-----
> From: Syafril Hermansyah [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Wednesday, December 10, 2003 2:00 PM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: [yonsatu] Re: Buku Pemberantasan Korupsi
>
>
> 8<--
> Temu akbar HANATA 2004, 3-4 Januari 2004 di Ciater
> Pendaftaran di Milis Anggota, atau SMS ke 0815-9500-697
> -->8
>
>    On Wed, 10 Dec 2003 12:52:18 +0100
> Made Mahardika wrote:
>
> > Menurut saya, kalau
> > memang jenis kerjaan memungkinkan, di satu hari kita bisa produktif
> > lebih dari 8 jam. Maka di lain hari kita bisa menggunakan waktu kantor
> > untuk kepentingan pribadi. Sepanjang dalam seminggu kita bisa
> > menunjukkan bahwa kita produktif sebanyak 40 jam.
>
> Saya dari dulu bermimpi untuk bisa membuat workmanship untuk setiap item
> pekerjaan shg bisa mengukur jam produktif karyawan.
> Saya pernah merasakannya saat kerja praktek di Garuda Maintenance Shop
> dulu kala, tp nggak punya bayangan pasti utk pekerjaan di lingkungan
> perkantoran secara umum.
>
> Bagaimana sih cara mengukur jam produktif di tempat kerja Anda ?

Semuanya didasarkan atas project description (Perusahan tempat saya berkerja
mendevelop software untuk mechanical systems). Pendefinisian project
description sangat rinci, salah satunya adalah tahapan pelaksanaanya dan
berapa lama butuh waktu. Persiapannya butuh waktu 2 a 3 minggu. Setiap
project biasanya berlangsung 3 bulan. Kemudian kita sendiri punya program
mingguan, apa2 saja yang akan dikerjakan yang mana suverpisor juga terima
kopinya. Nah kalau semua progam yang kita rencanakan dalam seminggu itu
selesai maka kita katakan bahwa kita productif (jadi kalau lebih cepat
selesai, kita punya extra waktu untuk yang lain). Bukan berarti kalau
program mingguan nggak selesai, lalu kita nggak produktif. Kalau memang ada
kesulitan, terutama karena factor teknis, dan kita langsung menjelaskan
kesulitan itu kepada supervisor maka, jika perlu, project schedule akan
diubah jika memungkinkan atau limitasi dari project diperketat. Hal ini kita
anggap juga productif. Semuanya tertulis dan terarsip. Konsep ini tentu akan
jalan jika interkasi antara supervisor dengan pelaksana relatif erat.


Salam,
Made Mahardika


--[YONSATU - ITB]----------------------------------------------------------   
Arsip           : http://yonsatu.mahawarman.net  
News Groups     : gmane.org.region.indonesia.mahawarman  
News Arsip      : http://news.gmane.org/gmane.org.region.indonesia.mahawarman  

Kirim email ke