----- Original Message ----- From: [EMAIL PROTECTED] To: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] Sent: 08 Januari 2004 15:46 Subject: [yonsatu] Re: [anggota] Re: Cerita Cross Country
> Menarik sekali semua kesan2 dan laporan2 yang para rekan > Ekek (Oom, bapak, kakak, teman, adik) buat. > Saya jadi terbawa seolah2 juga ikutan di HANATA 2004 yg > menyenangkan ini. > Saya menjadi lebih terkesan lagi ketika membaca point > berikut ini: > > Nah acara "Kejutan" yg disebut2 di milis yaitu > > pameran Panser karya alumni YonI adalah acara > > puncak yg memang surprise dan sekaligus > > membanggakan. > > Dengan TOR dan spek yg diminta serta waktu yg > > sempit dapat menghasilkan produk seperti itu > > sungguh prestasi yg besar dan patut mendapat > > acungan jempol. Salut untuk pak Harry dan Budi > > Santoso dan timnya, > Saya kira kalau dikumpul2, mungkin cukup banyak juga karya > Alumni Yon I yang telah dipersembahkan untuk negeri ini, > baik itu dalam bentuk produk teknik maupun non teknik =================================================== Mumpung Hermansyah menyinggung kebanggan pada produk Indonesia, saya ingin mengingatkan bahwa gagasan saya memperagakan panser produk Indonesia itu tidak orisinil, melainkan terdorong oleh peragaan produk Indonesia lainnya, yang lebih dahulu direncanakan untuk diperagakan di acara Hanata 2004 itu, yaitu peragaan "Pisau Indonesia" buatan teman Ekek kita juga, Teddy Kardin. Entah mengapa, tentang pisaunya Teddy Kardin ini koq belum ada yang menyinggungnya dalam ramainya "swasembada puja-puji" kesuksesan Hanata kita bersama ini? Padahal ada nilai lebih dari peragaan pisaunya Teddy ini dibanding peragaan panser, yaitu sebilah pisaunya yang terbaik dilelang di antara para hadirin, untuk menambah kas panitia dan Yon-I. Sedangkan sehebat-hebatnya panser, kan tidak mungkin dilelang di antara kita, he he he... -------------------------- Ketika saya datang mengamati peragaan pisaunya Teddy itu, wah, saya terkagum-kagum melihat mutunya dan keaneka-ragaman rancangannya. Tidak heran kalau katanya US Special Forces juga pesan issued knives-nya ke Teddy. Melihat hebatnya mutu pisau Teddy itu, saya jadi teringat tahun 1967, ketika sebagai Wa-Aslog Kaskomen, saya mendampingi Kaskomen, Haryanto Dhanutirto, dan Asops Kaskomen, Bambang Warsito, keliling desa Cibatu, Sukabumi, untuk merekrut potensi perajin pisau setempat, untuk membuat ribuan issued knives bagi para anggota Mahawarman. Mungkin para Ekek angkatan tahun 1960-an dan 1970-an masih ingat, ketika itu Skomen meng-issued ribuan coverall hijau, jaket loreng khusus Mahawarman, dan pisau bergagang Ekek bagi para anggota, those were indeed the good old days... Nah, kalau saya ber-refleksi sekarang, membandingkan pisau Ekek yang pengadaannya saya urus itu, dibanding dengan pisaunya Teddy, sungguh saya merasa beruntung Ekek generasi sekarang belum pernah lihat pisau Ekek made in Cibatu itu. Kalau mereka bisa melihat perbandingannya yang bagai bumi dan langit itu, wah, mokal beraaat euy!! -------------------------- Sayangnya ketika saya sedang mengamati peragaan pisaunya Teddy itu, yang punya pisau sendiri sedang tidak ada di sana. Namun kebetulan berbareng dengan saya, sedang mengamati peragaan pisau itu juga, adalah Haryono Guritno, peserta tertua Hanata 2004, MS-ITB Angk.'56, anggota Wala '59, purnawirawan kolonel TNI-AL, mantan ajudan Bung Karno, pensiunan BATAN (Badan Tenaga Atom). Tetapi beliau lebih terkenal di masyarakat sebagai peneliti yang mempergunakan teknik radiasi nuklir untuk meneliti teknologi keris. Bukunya yang merangkum hasil penelitiannya itu, adalah salahsatu best-seller. Dari beliau saya dapat "kuliah" tentang pisaunya Teddy itu, yang barangkali kalau diberikan oleh Teddy sendiri, "kuliah"-nya tidak akan selengkap itu. Bagaimana ukiran pisau jenis etching dibuat, bagaimana ukiran jenis "pamor" dibuat, bagaimana blackened steel dibuat, kenapa baja untuk pisau disebut Damascus steel, dsb. dsb. Sungguh mempesona... Ujung-ujungnya, makin tambah kagum saya pada Teddy Kardin!! -------------------------- Di luar urusan pisaunya, Teddy Kardin sebagai "manusia outdoor" juga sangat menarik untuk disimak. Kalau Dani Sudradjat demikian kagum pada tokoh legenda Old Shaterhand, sehingga menamai anaknya "Seterhen", maka Teddy Kardin adalah the real Winnetou dan Old Shaterhand dijadikan satu!! Tetapi mengenai ihwal sosok manusia Teddy Kardin ini, biar teman-teman lain saja yang menceritakannya. Karena, walau saya kenal baik dengan Teddy, namun ada beberapa teman-teman lain di milis ini, yang "sepadang-perburuan" dengan Teddy, sehingga mengenalinya dengan lebih dekat. Jadi biarlah mereka yang merinci legenda hidup ini dengan lebih detail. Wasalam. --[YONSATU - ITB]----------------------------------------------- Arsip : <http://yonsatu.mahawarman.net> atau <http://news.gmane.org/gmane.org.region.indonesia.mahawarman> News Groups : gmane.org.region.indonesia.mahawarman List Admin : <http://home.mahawarman.net/lsg2>
